
Bareksa - Aksi jual obligasi di pasar obligasi global berlanjut pada Selasa (1/9/2026). Yield UST 10 tahun mencapai 4,801%, tertinggi sejak Januari 2025. Yield Gilt Inggris 10 tahun (obligasi Pemerintah Inggris) menyentuh level tertinggi sejak 2008, sedangkan yield Obligasi Pemerintah Jepang 10 tahun tertinggi sejak 1996. Kenaikan yield berarti harga obligasi turun.
Sikap hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh dan eskalasi AS-Iran mengerek risiko inflasi. Brent naik 4,6% ke US$94,65 per barel dan WTI 5,2% ke US$90,22. Menurut Reuters, peluang kenaikan Fed Rate 25 basis poin pada September mencapai 68,2%, dari 39,6% sepekan sebelumnya.
Tekanan global meningkat: yield UST 10 tahun mencapai 4,801% dan lonjakan minyak memperbesar risiko inflasi.
Pasar domestik relatif resilien: yield SBN 10 tahun bertahan 6,99%, sedangkan asing kembali masuk ke saham bank besar.
SR025 dan Reksadana Pendapatan Tetap layak dicermati: kupon SR025 fixed, sedangkan reksadana pendapatan tetap berpotensi ditopang penurunan yield SBN sejak awal Agustus.
Reksadana saham relevan secara selektif: fokus pada horizon panjang dan akumulasi bertahap, bukan mengejar pergerakan indeks harian.
Jaga likuiditas: reksadana pasar uang untuk dana jangka pendek; emas dibeli bertahap karena volatilitas tinggi.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,14% ke 6.599,94 pada 1 September. Asing mencatat net buy Rp1,76 triliun di pasar reguler, terutama pada saham BBRI, BBCA, dan BMRI. Analis menilai akumulasi ini mencerminkan perbaikan market leadership menuju saham large-cap likuid. Arus asing sejak Agustus, rupiah relatif stabil, serta koreksi SBN yang lebih terbatas dibanding UST membuat latar domestik tetap konstruktif.
Namun, kondisi ini belum menjadi sinyal risk-on agresif. Pada 2 September pukul 12.00 WIB atau sesi I perdagangan, IHSG terkoreksi 0,28% ke 6.581,45, tetapi masih 0,86% di atas penutupan 31 Agustus. Ini mencerminkan volatilitas jangka pendek, bukan otomatis perubahan tren.
BPS mencatat inflasi Agustus 3,19% secara tahunan dan 0,21% bulanan, dengan inflasi inti 2,92%. PMI manufaktur turun ke zona kontraksi pada 49,8. Tekanan pangan, potensi El Niño, rupiah, dan yield global dapat membatasi reli. Mirae memperkirakan inflasi 3-3,5% hingga akhir 2026 dengan risiko ke atas.
Sumber: investing, diolah.
*Grafik memakai data penutupan sampai 1 September dan indeks basis 100 agar lima instrumen berbeda satuan dapat dibandingkan.
1. Kunci Kupon Tinggi SR025 Sesuai Horizon Investasi
Seri | Tenor | Kupon Tetap | Masa Penawaran |
SR025-T3 | 3 tahun | 6,8% per tahun | 21 Agustus-16 September 2026 |
SR025-T5 | 5 tahun | 6,9% per tahun | 21 Agustus-16 September 2026 |
Sumber: DJPPR Kemenkeu
SR025 memberikan imbalan bulanan; pokok dan imbalannya dijamin negara sesuai ketentuan. Setelah minimum holding period pada 11 Oktober 2026, SR025 dapat dijual di pasar sekunder dengan harga di atas atau di bawah nominal. Pilih tenor berdasarkan kebutuhan dana, bukan hanya selisih kupon 0,1 poin persentase.
2. Akumulasi Reksadana Pendapatan Tetap Secara Bertahap
Reksadana Pendapatan Tetap | Return 1 Bulan | Return 1 Tahun |
Trimegah Dana Obligasi Nusantara | 1,63% | 6,81% |
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1,41% | 7,15% |
STAR Fixed Income NEO AI Dollar | 0,65% | 2,15% (6 bulan) |
Allianz USD Fixed Income Fund | 0,22% | 1,75% |
Sumber: Bareksa, kinerja per 1/9/2026
Yield SBN 10 tahun di 6,99%, turun dari 7,38% pada awal Agustus, berpotensi menopang harga obligasi dan NAV RDPT. Tetap lakukan pembelian bertahap serta periksa durasi, komposisi, risiko kredit, dan risiko kurs produk USD.
3. Reksadana Saham untuk Pertumbuhan Jangka Panjang
Reksadana Saham | Return 1 Bulan | Return 1 Tahun |
Sucorinvest Maxi Fund | 5,87% | 44,48% |
Bahana Icon Syariah Kelas G | 6,59% | 14,95% |
Sumber: Bareksa, kinerja per 1/9/2026
Akumulasi asing pada bank besar memperbaiki kualitas penguatan IHSG. Namun, minyak, yield global, inflasi pangan, dan PMI kontraksi membatasi risk-on. Reksadana saham tetap relevan bagi investor bertoleransi risiko tinggi dan berhorizon panjang melalui pembelian berkala.
4. Jaga Likuiditas dengan Reksadana Pasar Uang
Reksadana Pasar Uang | Return 1 Tahun |
Insight Money | 5,17% |
Syailendra Dana Kas | 4,64% |
Bahana Liquid USD | 2,7% |
Mandiri Money Market USD | 2,6% |
Sumber: Bareksa, kinerja per 1/9/2026
Reksadana pasar uang dapat menampung kebutuhan jangka pendek atau dana tunggu. Produk USD tetap memiliki risiko kurs.
Emas turun 2,79% ke US$4.328,36 per ons pada 1 September karena yield dan dolar menguat. Geopolitik menopang fungsi diversifikasi, tetapi arah jangka pendek masih sensitif terhadap data AS dan Fed Rate.
Platform | Harga Beli per Gram |
Treasury | Rp2.507.411 |
Pegadaian | Rp2.495.000 |
Indogold | Rp2.428.296 |
Sumber: fitur Bareksa Emas, harga per 2 September 2026 siang.
Global bond sell-off menuntut strategi bertahap. SR025 berfungsi mengunci kupon, reksadana pendapatan tetap menangkap peluang obligasi, dan reksadana pasar uang menjaga likuiditas. Akumulasi asing pada bank besar mendukung reksadana saham sebagai pelengkap pertumbuhan jangka panjang, bukan alasan mengejar kenaikan harian. Emas tetap menjadi diversifikasi.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Ni Putu Kurniasari/Rahmat Hidayat/AM)
Tentang Penulis
*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.
Tidak. Arus asing dapat berubah karena kurs, valuasi, dan sentimen global.
Tidak. Kuponnya tetap sampai jatuh tempo, tetapi harga jual di pasar sekunder dapat berubah.