Bareksa Insight: Yield SBN Turun Usai Destry Jadi Calon Gub BI, Cek Reksadana Pendapatan Tetap

Abdul Malik • 11 Aug 2026

an image
Logo Bank Indonesia di pagar gedung Bank Indonesia, Jakarta (shutterstock)

Yield SBN 10 tahun turun ke 7,19% setelah Destry Damayanti diajukan sebagai calon tunggal Gubernur BI. Simak peluang reksadana pendapatan tetap dan pasar uang.

Bareksa - Yield Surat Berharga Negara (SBN) acuan tenor 10 tahun turun ke 7,19% pada penutupan Senin (10/8/2026), dari 7,3% hari sebelumnya. 

Penurunan sekitar 11 basis poin ini terjadi setelah Presiden Prabowo Subianto resmi mengajukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, menggantikan Perry Warjiyo yang telah menyatakan pengunduran diri.

Pasar merespons positif. Rupiah menguat 128 poin ke Rp17.762 per dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan Senin, lalu melanjutkan penguatan di kisaran Rp17.800 per dolar AS pada perdagangan Selasa pagi (11/8). 

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum ikut terangkat, indeks ditutup melemah 0,69% ke 6.365,37 pada Senin, setelah bergerak di rentang 6.362,76-6.462,74 sepanjang hari.

Key Takeaways

  • Yield SBN acuan tenor 10 tahun turun ke 7,19% pada Senin (10/8/2026), dari 7,3% hari sebelumnya.

  • Presiden Prabowo Subianto resmi mengajukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) ke DPR RI, menggantikan Perry Warjiyo.

  • Rupiah menguat 128 poin ke Rp17.762 per dolar AS pada Senin (10/8), lalu bergerak di kisaran Rp17.800 pada Selasa pagi (11/8).

  • IHSG masih tertekan, ditutup melemah 0,69% ke 6.365,37 pada Senin (10/8), meski sentimen obligasi dan mata uang membaik.

  • Harga emas dunia melesat ke US$4.426 per troy ounce pada Selasa pagi (11/8), menambah pilihan diversifikasi bagi investor.

Mengapa Ini Penting

Kepastian calon pengganti Gubernur BI dinilai investor sebagai sinyal kesinambungan kebijakan moneter di tengah proses suksesi kepemimpinan bank sentral. Sejak Perry Warjiyo mundur, pasar sempat diwarnai ketidakpastian arah kebijakan suku bunga dan stabilisasi rupiah. 

Pengajuan nama tunggal ke DPR mempersingkat ketidakpastian itu; pasar merespons cepat lewat penguatan rupiah dan penurunan yield SBN dalam kurang dari 24 jam.

Menariknya, penurunan yield SBN domestik ini berlawanan arah dengan tren yield obligasi acuan Amerika Serikat, yang justru naik sepanjang pekan ini dari sekitar 4,62% menjadi 4,71% pada Selasa (11/8). 

Divergensi ini mengindikasikan penguatan pasar obligasi domestik lebih didorong faktor dalam negeri, yakni kepastian kepemimpinan BI, ketimbang sentimen suku bunga global.

Ringkasan indikator pasar utama:

Indikator

Level Terkini

Perubahan

IHSG

6.365,37

-0,69% (10/8)

Rupiah (USD/IDR)

Rp17.762 - Rp17.800

Menguat 128 poin

Yield SBN 10 Tahun

7,19%

Turun dari 7,3%

Yield UST 10 Tahun (AS)

4,71%

Naik dari 4,62% (sepekan)

Emas Spot (XAU/USD)

US$4.426/oz

Menguat, tertinggi 7 pekan

Sumber: Investing, BEI, diolah

Investor tetap perlu mencermati risiko yang belum sepenuhnya tercermin di pasar. Harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam lebih dari sepekan, dengan Brent di kisaran US$87,81 per barel dan West Texas Intermediate (WTI) di US$82,20 per barel, dipicu memudarnya harapan kesepakatan damai AS-Iran yang berisiko mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz. 

Kenaikan harga energi berpotensi menambah tekanan inflasi impor dan defisit transaksi berjalan, yang pada akhirnya dapat memengaruhi arah kebijakan BI ke depan.

Apa Artinya bagi Investor?

Penurunan yield SBN secara teori berarti kenaikan harga obligasi, sehingga reksadana pendapatan tetap berpotensi mencatatkan kenaikan nilai aktiva bersih (NAB) dalam jangka pendek. 

Berikut kinerja reksadana berdasarkan data Bareksa per 10 Agustus 2026:

Reksadana Pendapatan Tetap 

Produk

Return 1 Hari

Return 1 Tahun

Allianz Fixed Income Fund 2 Kelas A

0,36%

0,67%

BNP Paribas Prima II Kelas RK1

0,41%

0,64%

BNP Paribas Prima USD Kelas RK1

0,13%

0,77%

STAR Fixed Income NEO AI Dollar

2,92% (6 bulan)

-

Reksadana Pasar Uang

Produk

Return 1 Tahun

Insight Money

5,24%

Syailendra Dana Kas

4,69%

Sucorinvest Money Market USD

3,57%

BRI Seruni Likuid Dolar

3,35%

Sumber: Bareksa, kinerja per 10/8/2026

Harga Emas Melesat

Harga emas dunia (XAU/USD) yang melesat ke US$4.426 per troy ounce pada Selasa pagi (11/8) menambah pilihan diversifikasi di tengah risiko geopolitik yang membayangi harga energi. Investor sebaiknya menyesuaikan pilihan produk dengan profil risiko dan tujuan investasi masing-masing, bukan sekadar mengikuti tren jangka pendek.

Harga Beli Emas Digital

Platform

Harga Beli per Gram

Treasury

Rp2.592.088

Pegadaian

Rp2.573.550

Indogold

Rp2.577.936

Sumber: fitur Bareksa Emas, data per 11/8/2026 pagi.

Kesimpulan

Kepastian nama calon Gubernur BI menjadi katalis positif bagi pasar obligasi dan mata uang domestik dalam waktu singkat, tercermin dari penurunan yield SBN dan penguatan rupiah. Namun penguatan ini belum merata; IHSG masih tertekan, dan risiko eksternal seperti kenaikan harga minyak akibat tensi geopolitik Timur Tengah tetap perlu diwaspadai. Bagi investor, momentum penurunan yield membuka peluang pada reksadana pendapatan tetap, sementara reksadana pasar uang dan emas tetap relevan sebagai instrumen pelengkap untuk menjaga likuiditas dan diversifikasi portofolio.

Investasi di Aplikasi Reksadana Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksadana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksadana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.

Investasi Reksadana di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Ni Putu Kurniasari/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

***​​​​​​​​​

DISCLAIMER​​​​​​​​

Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.

Pertanyaan Umum

Apa itu yield SBN dan mengapa penurunannya penting?

Yield SBN adalah imbal hasil yang diminta investor untuk memegang Surat Berharga Negara. Saat yield turun, harga obligasi cenderung naik, sehingga reksadana pendapatan tetap berpotensi mencatatkan kenaikan nilai.

Siapa Destry Damayanti dan mengapa pengajuannya memengaruhi pasar?

Destry Damayanti adalah calon tunggal Gubernur Bank Indonesia yang diajukan Presiden Prabowo Subianto ke DPR RI, menggantikan Perry Warjiyo. Kepastian nama calon pemimpin bank sentral mengurangi ketidakpastian kebijakan moneter.

Reksadana apa yang cocok saat yield SBN turun?

Reksadana pendapatan tetap umumnya menjadi pilihan utama karena harganya bergerak berlawanan arah dengan yield. reksadana pasar uang tetap relevan bagi investor yang mengutamakan likuiditas.

Apakah kinerja reksadana masa lalu menjamin hasil di masa depan?

Tidak. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan atau menjamin kinerja masa depan. Nilai investasi reksadana dapat naik maupun turun sesuai kondisi pasar.

Profil Penulis

Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.