
Bareksa - Blokade Amerika Serikat (AS) atas seluruh pelabuhan Iran yang mulai berlaku pada 14 Juli 2026 kembali mengguncang pasar global. Risiko terganggunya pasokan energi melalui Selat Hormuz mendorong harga minyak Brent naik di atas US$83 per barel, sementara harga emas dunia kembali menembus US$4.000 per ons.
Di tengah meningkatnya volatilitas tersebut, spread yield Surat Utang Negara (SUN) Indonesia tenor 10 tahun terhadap US Treasury masih sekitar 273 basis poin (bps).
Kondisi ini membuat investor dapat mempertimbangkan reksadana pasar uang sebagai tempat parkir dana, mencermati Surat Berharga Negara (SBN) ORI030 untuk memperoleh kupon tetap, serta mencermati reksadana pendapatan tetap USD sesuai tujuan investasi dan profil risiko.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia. Karena itu, setiap eskalasi konflik di kawasan tersebut langsung memengaruhi sentimen pasar energi.
Blokade AS terhadap seluruh pelabuhan Iran meningkatkan kekhawatiran gangguan distribusi minyak sehingga harga Brent kembali diperdagangkan di atas US$83 per barel, sedangkan WTI bertahan di kisaran US$80 per barel.
Pada saat yang sama, investor juga meningkatkan kepemilikan aset safe haven. Harga emas spot naik 1,28% menjadi US$4.053,05 per ons pada 14 Juli dan kembali menguat ke US$4.058,04 pada 15 Juli.
Kenaikan emas juga didukung inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan sehingga menekan yield US Treasury dan indeks dolar AS, dua faktor yang biasanya mendukung harga logam mulia.
Meski sempat berfluktuasi selama sebulan terakhir, harga emas masih bertahan pada level historis yang tinggi.
Periode | Harga Spot |
Tertinggi 1 bulan | US$4.382,85/ons |
Terendah 1 bulan | US$3.944,23/ons |
14 Juli 2026 | US$4.053,05/ons |
15 Juli 2026 | US$4.058,04/ons |
Sumber: Investing
Data tersebut menunjukkan bahwa permintaan emas masih kuat di tengah meningkatnya risiko geopolitik dan ekspektasi penurunan tekanan inflasi di Amerika Serikat.
Kenaikan harga emas dunia juga tercermin pada harga emas digital di berbagai mitra Bareksa.
Platform | Harga Beli per Gram |
Treasury | Rp2.430.854 |
Pegadaian | Rp2.500.733 |
Indogold | Rp2.379.792 |
Sumber: Fitur Bareksa Emas, per 15 Juli 2026.
Selain emas, pasar obligasi Indonesia juga masih menawarkan premi imbal hasil yang kompetitif. Yield SUN tenor 10 tahun berada di kisaran 7,259%, sedangkan yield US Treasury tenor 10 tahun sekitar 4,582%, sehingga spread keduanya mencapai sekitar 273 bps.
Spread yang tetap lebar menunjukkan investor masih memperoleh premi imbal hasil yang menarik dibandingkan obligasi pemerintah AS, meskipun volatilitas pasar global meningkat.
Di tengah ketidakpastian pasar, investor dapat menyesuaikan strategi sesuai profil risiko masing-masing.
ORI030
Seri | Tenor | Kupon Tetap |
ORI030-T3 | 3 Tahun | 6,9% p.a. |
ORI030-T6 | 6 Tahun | 7% p.a. |
Sumber: Kemenkeu
Masa penawaran: 6–30 Juli 2026.
Sebagai alternatif parkir dana di tengah volatilitas pasar.
Produk | Return 1 Tahun |
STAR Money Market Kelas Utama | 4,60% |
Insight Money | 5,25% |
Reksadana Pasar Uang USD
Produk | Return 1 Tahun |
Sucorinvest Money Market USD | 3,57% |
Bahana Liquid USD | 2,76% |
Sumber: Bareksa, kinerja per 14/7/2026
Sebagai alternatif diversifikasi aset berbasis dolar AS.
Produk | Return 3 Bulan |
STAR Fixed Income Neo AI Dollar | 2,06% |
Allianz USD Fixed Income Fund Kelas A | 0,21% |
Sumber: Bareksa, kinerja per 14/7/2026
Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, investor dapat menjaga diversifikasi portofolio. Reksadana pasar uang dapat dipertimbangkan sebagai alternatif parkir dana ketika volatilitas meningkat. Bagi investor yang menginginkan arus kas berkala, ORI030 menawarkan kupon tetap hingga jatuh tempo. Sementara itu, reksadana pendapatan tetap USD dapat menjadi salah satu alternatif diversifikasi bagi investor yang ingin memiliki eksposur terhadap aset berbasis dolar AS sesuai profil risiko.
Investor juga perlu terus mencermati perkembangan konflik di Selat Hormuz, pergerakan harga minyak, inflasi AS, serta arah kebijakan suku bunga The Fed karena faktor-faktor tersebut masih berpotensi memengaruhi pasar keuangan global.
Konflik di Selat Hormuz kembali meningkatkan volatilitas pasar global, mendorong harga minyak dan menopang harga emas di atas US$4.000 per ons. Meski demikian, pasar obligasi Indonesia masih menawarkan spread yield yang kompetitif dibandingkan US Treasury.
Dalam kondisi seperti ini, investor dapat mempertimbangkan strategi yang lebih defensif melalui reksadana pasar uang, mencermati ORI030 yang menawarkan kupon tetap hingga 7%, serta mengevaluasi reksadana pendapatan tetap USD sebagai bagian dari diversifikasi portofolio sesuai tujuan investasi dan profil risiko.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Ni Putu Kurniasari/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
***
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.
Karena meningkatnya ketidakpastian geopolitik mendorong investor mencari aset safe haven seperti emas.
Selat Hormuz merupakan jalur utama distribusi minyak dunia sehingga risiko gangguan pasokan meningkatkan premi harga minyak.
Spread menunjukkan selisih imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia dan AS. Spread yang lebih lebar berarti investor memperoleh premi imbal hasil yang lebih tinggi, meski tetap disertai risiko yang berbeda.
ORI030 menawarkan kupon tetap hingga jatuh tempo sehingga dapat memberikan kepastian arus kas bagi investor yang sesuai dengan karakteristik instrumen tersebut.
Investor dapat mempertimbangkan reksa dana pasar uang sebagai tempat parkir dana, mencermati ORI030 untuk kupon tetap, serta mengevaluasi reksa dana pendapatan tetap USD sebagai bagian dari diversifikasi sesuai profil risiko.