Berita / SBN / Artikel

SBN SBR015 Itu Apa? Pengertian, Kupon, dan Bedanya dengan SR, ST & ORI

Abdul Malik • 22 Sep 2026

an image
Ilustrasi investasi di Surat Berharga Negara (SBN), termasuk Sukuk Ritel, Sukuk Tabungan (ST), Savings Bond Ritel (SBR) dan Obligasi Negara Ritel (ORI). (Shutterstock)

SBR015 adalah Savings Bond Ritel dengan kupon mengambang (floating with floor). Kenali cara kerja, jaminan negara, dan bedanya dari SR, ST, dan ORI.

Bareksa - SBR015 adalah Surat Berharga Negara (SBN) Savings Bond Ritel seri ke-15 yang diterbitkan pemerintah dengan skema kupon mengambang berbatas minimal (floating with floor), berbeda dari SR dan ORI yang kuponnya tetap. Instrumen ini ditujukan untuk investor individu WNI, dijamin penuh oleh negara, dan tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder.

1. Apa Itu SBR015?

SBR015 adalah singkatan dari Savings Bond Ritel seri 15, salah satu jenis Surat Berharga Negara (SBN) Ritel yang diterbitkan Kementerian Keuangan untuk investor individu Warga Negara Indonesia. SBR015 adalah surat utang negara — pokok dan kupon dijamin penuh oleh pemerintah berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara.

SBR015 dijadwalkan menetapkan kupon awal pada Kamis, 24 September 2026, dengan masa penawaran berlangsung 28 September hingga 22 Oktober 2026.

2. Bagaimana Cara Kerja Kupon SBR015?

Ciri paling khas SBR adalah skema kupon floating with floor, yaitu kupon mengambang dengan batas bawah (floor):

  • Kupon awal dihitung dari BI Rate ditambah selisih tetap (spread) yang ditentukan pemerintah saat penetapan.

  • Kupon ditinjau ulang setiap tiga bulan mengikuti perubahan BI Rate.

  • Jika BI Rate naik, kupon berpotensi ikut naik.

  • Jika BI Rate turun, kupon tidak akan turun di bawah tingkat kupon awal yang sudah menjadi floor.

3. Apa Bedanya SBR dengan SR, ST, dan ORI?

Instrumen

Akad

Skema Kupon

Bisa Diperjualbelikan?

SBR (Savings Bond Ritel)

Konvensional

Mengambang (floating with floor)

Tidak (non-tradable)

SR (Sukuk Ritel)

Syariah — ijarah

Tetap (fixed)

Bisa, setelah holding period

ST (Sukuk Tabungan)

Syariah — wakalah

Mengambang (floating with floor)

Tidak (non-tradable)

ORI (Obligasi Ritel Indonesia)

Konvensional

Tetap (fixed)

Bisa, setelah holding period

Sumber: Kemenkeu, diolah

Pola sederhananya: SBR dan ST sama-sama mengambang (beda akad — konvensional vs syariah wakalah); SR dan ORI sama-sama tetap (beda akad — syariah ijarah vs konvensional).

4. Berapa Minimum Investasi dan Bagaimana Pencairannya?

Minimum pemesanan SBR015, seperti seri SBN Ritel lain, adalah Rp1 juta dan kelipatannya. Karena non-tradable, dana tidak bisa dijual di pasar sekunder — tapi tersedia fasilitas early redemption dengan syarat:

  • Kepemilikan minimal Rp2 juta

  • Pencairan maksimal 50% dari total kepemilikan

  • Sudah dimiliki minimal 12 bulan

  • Hanya bisa diajukan pada periode yang ditentukan pemerintah

5. Siapa yang Cocok Investasi di SBR015?

  • Investor yang mengutamakan kepastian pokok (dijamin negara) dibanding mengejar imbal hasil maksimal

  • Investor yang ingin passive income bulanan — kupon dibayarkan tiap tanggal 10

  • Investor yang meyakini BI Rate berpotensi naik, karena skema mengambang membuat kupon bisa ikut naik

  • Investor yang tidak butuh likuiditas instan dalam 12 bulan pertama

Kesimpulan

SBR015 adalah pilihan investasi rendah risiko bagi WNI yang mengutamakan kepastian pokok dan passive income bulanan, dengan kupon yang berpotensi naik mengikuti tren BI Rate berkat skema floating with floor. Cocok untuk investor yang tidak membutuhkan likuiditas instan dalam 12 bulan pertama dan ingin diversifikasi di luar deposito atau instrumen syariah seperti SR dan ST. Bagi yang mengejar kupon tetap atau fleksibilitas jual-beli di pasar sekunder, ORI atau SR bisa jadi alternatif yang lebih sesuai.

Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.

Siap-siap Investasi SBR015 di Sini

***

DISCLAIMER​​​​​​​​

Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pertanyaan Umum

Apakah SBR015 sama dengan deposito?

Tidak. SBR015 adalah surat utang negara, bukan produk perbankan. Kupon SBR015 dikenakan pajak final 10%, lebih rendah dari pajak bunga deposito sebesar 20%.

Apakah kupon SBR015 bisa turun?

Tidak akan turun di bawah kupon awal yang ditetapkan sebagai floor, meskipun BI Rate turun.

Berapa minimum investasi SBR015?

Rp1 juta dan kelipatannya.

Kapan SBR015 bisa dicairkan sebelum jatuh tempo?

Lewat early redemption, setelah dimiliki minimal 12 bulan, maksimal 50% dari kepemilikan, hanya pada periode yang ditentukan pemerintah.

Profil Penulis

Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.