
Bareksa — Sukuk Negara Ritel seri SR019 tenor tiga tahun (SR019T3) akan jatuh tempo pada 10 September 2026, mengakhiri masa investasi tiga tahun dengan kupon tetap 5,95% per tahun. Bagi investor yang memegang SR019T3 sejak penerbitan pada 2023, pokok investasi akan dikembalikan penuh oleh pemerintah bersamaan dengan pembayaran kupon terakhir.
Momentum jatuh tempo ini berimpit dengan masa penawaran Sukuk Ritel seri SR025 yang berlangsung hingga 16 September 2026 pukul 12.00 WIB. SR025 tercatat menawarkan kupon tetap tertinggi sejak 2020, yakni 6,8% per tahun untuk tenor tiga tahun (SR025-T3) dan 6,9% per tahun untuk tenor lima tahun (SR025-T5), melampaui rekor sebelumnya pada SR022, yakni 6,45% dan 6,55%.
Kondisi ini membuat dana hasil jatuh tempo SR019T3 berpotensi memperoleh imbal hasil lebih kompetitif apabila direinvestasikan ke SR025, dibanding ditempatkan pada instrumen dengan imbal hasil lebih rendah.
Dibandingkan kupon SR019T3 senilai 5,95%, kupon SR025-T3 dan SR025-T5 masing-masing lebih tinggi 0,85 dan 0,95 poin persentase. Kenaikan ini mencerminkan kondisi yield Surat Berharga Negara (SBN) dan suku bunga BI yang relatif tinggi saat SR025 diterbitkan, dibandingkan saat SR019 ditawarkan pada 2023.
Sumber: DJPPR Kemenkeu, diolah Tim Analis Bareksa
Sebagai ilustrasi, investor yang menempatkan Rp100 juta pada SR019T3 sejak awal akan menerima estimasi total dana Rp116.065.000 saat jatuh tempo, terdiri dari pokok Rp100 juta dan akumulasi kupon bersih Rp16.065.000 selama masa investasi. Jika modal dan kupon tersebut — dibulatkan menjadi sekitar Rp116 juta — direinvestasikan ke SR025 hingga jatuh tempo, berikut proyeksinya:
Tahap Simulasi | SR019-T3 (Saat Jatuh Tempo) | Reinvestasi SR025-T3 | Reinvestasi SR025-T5 |
|---|---|---|---|
Investasi awal | Rp100.000.000 | Modal + kupon neto = Rp116.000.000 | Modal + kupon neto = Rp116.000.000 |
Imbal hasil bersih p.a. | 5,36% | 6,12% | 6,21% |
Estimasi imbal hasil bersih | Rp16.065.000 | Rp21.503.444 | Rp36.226.872 |
Total dana saat jatuh tempo | Rp116.065.000 | Rp137.503.444 | Rp152.226.872 |
Sumber: DJPPR Kemenkeu, diolah
Catatan: Simulasi bersifat ilustratif berdasarkan kupon tetap. Angka kupon bersih sudah dikurangi PPh final 10%. Total keuntungan bersih akumulatif dari kedua tahap investasi (SR019T3 lalu SR025) diperkirakan mencapai Rp37.568.444 untuk skema T3 dan Rp52.291.872 untuk skema T5.
Ketentuan | SR025-T3 | SR025-T5 |
|---|---|---|
Kupon tetap per tahun | 6,8% | 6,9% |
Tenor | 3 tahun | 5 tahun |
Jatuh tempo | 10 September 2029 | 10 September 2031 |
Maksimum pembelian | Rp5 miliar | Rp10 miliar |
Imbal hasil bersih p.a.* | 6,12% | 6,21% |
*Imbal hasil bersih setelah PPh final 10%. Sumber: DJPPR Kemenkeu, diolah
Reinvestasi bersifat opsional. Dana hasil jatuh tempo SR019T3 dapat dialokasikan ke SR025 atau instrumen lain sesuai kebutuhan investor, dan tidak seluruh dana jatuh tempo otomatis beralih ke SR025.
Perbedaan tenor memengaruhi likuiditas dana. SR025-T3 mengembalikan pokok pada 2029, sedangkan SR025-T5 pada 2031, sehingga jangka waktu penguncian dana perlu disesuaikan dengan rencana keuangan.
SR025 tetap dapat dijual di pasar sekunder setelah melewati periode holding, dengan potensi capital gain atau capital loss tergantung kondisi pasar saat penjualan.
Jatuh tempo SR019T3 pada 10 September 2026 memberi investor momentum untuk mengevaluasi ulang alokasi dana pendapatan tetap. Dengan kupon SR025 yang mencapai 6,8% (T3) dan 6,9% (T5) — tertinggi sejak 2020 — reinvestasi berpotensi meningkatkan imbal hasil dibandingkan kupon SR019T3 senilai 5,95%. Keputusan reinvestasi tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan likuiditas, jangka waktu investasi, dan profil risiko masing-masing investor, mengingat kupon SR025 bersifat tetap hingga jatuh tempo dan tidak menjamin hasil di luar skema yang ditawarkan.
Investasi SR025 di Bareksa dapat dilakukan melalui aplikasi Bareksa selama masa penawaran berlangsung hingga 16 September 2026, dengan setelmen dijadwalkan pada 23 September 2026.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.
(Rahmat Hidayat/AM)
Tentang Penulis
*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.
***
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Tidak. Dana hasil jatuh tempo SR019T3 dikembalikan penuh ke rekening investor dan dapat digunakan sesuai kebutuhan, termasuk dialokasikan ke SR025, instrumen investasi lain, atau keperluan non-investasi.
Kupon terakhir dan pokok SR019T3 dibayarkan bersamaan dengan tanggal jatuh tempo pada 10 September 2026, mengikuti jadwal pembayaran kupon bulanan yang berlaku selama masa investasi.
SR025-T3 menawarkan kupon 6,8% dengan tenor tiga tahun dan jatuh tempo 10 September 2029, sedangkan SR025-T5 menawarkan kupon 6,9% dengan tenor lima tahun dan jatuh tempo 10 September 2031. Selisih kupon 0,1 poin persentase perlu dipertimbangkan bersama jangka waktu penguncian dana yang berbeda dua tahun.
Tidak harus. Investor dapat menambah, mengurangi, atau menyesuaikan nominal reinvestasi ke SR025 sesuai limit pembelian yang berlaku, yakni maksimum Rp5 miliar untuk SR025-T3 dan Rp10 miliar untuk SR025-T5.
Tidak. Kupon SR025-T3 senilai 6,8% dan SR025-T5 senilai 6,9% per tahun bersifat tetap (fixed rate) hingga jatuh tempo, tidak terpengaruh perubahan suku bunga pasar setelah investor membeli.