Berita / SBN / Artikel

SR025 Bisa Dijual dan Cair Hari yang Sama, Cek Harga Pasar Sekunder

Abdul Malik • 01 Sep 2026

an image
Ilustrasi investor yang meraih potensi capital gain dari hasil penjualan SBN Ritel tradable, yakni Sukuk Negara Ritel (SR) dan Obligasi Negara Ritel (ORI) di pasar sekunder, salah satunya SR025. (Shutterstock)

SR025 dapat dijual mulai 11 Oktober 2026 setelah minimum holding period. Di Bareksa, dana hasil transaksi bisa cair di hari yang sama sesuai ketentuan. Harga jualnya di pasar sekunder saat ini berapa?

Bareksa - Sukuk Negara Ritel (SR) seri SR025 tenor 3 tahun atau SR025T3 menawarkan imbal hasil tetap 6,8% dan tenor 5 tahun atau SR025T5 6,9% per tahun dengan pembayaran kupon bulanan. Melalui Bareksa, dana penjualan dapat cair pada hari yang sama jika transaksi berhasil dan memenuhi cut-off serta ketentuan mitra. Masa penawaran SR025 berlangsung pada 21 Agustus–16 September 2026.

Mengapa Minimum Holding Period Penting?

MHP berlangsung sejak setelmen 23 September hingga 10 Oktober 2026, ketika SR025 belum boleh diperdagangkan atau dipindahbukukan. Perdagangan dimulai 11 Oktober 2026.

Kemudahan menjual bukan jaminan harga. Kenaikan yield dapat menekan harga SR025, sedangkan penurunan yield berpotensi mendorongnya. Penjualan sebelum jatuh tempo dapat menghasilkan capital gain maupun capital loss.

Kupon SR025 vs Yield SBN Tenor Setara

Kurva imbal hasil Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) pada 28 Agustus 2026 menunjukkan yield SBN tiga tahun 6,7361% dan lima tahun 6,8510%.

Seri

Tenor

Kupon tetap

Yield tenor setara

Selisih kupon-yield

SR025T3

3 tahun

6,8%

6,7361%

+6,4 bps

SR025T5

5 tahun

6,9%

6,8510%

+4,9 bps

Sumber: DJPPR Kementerian Keuangan dan PHEI per 28/8/2026, diolah Bareksa.

Kupon SR025 tetap berdasarkan nilai nominal, sedangkan yield pasar berubah mengikuti harga dan sisa tenor. Perbandingan ini bukan proyeksi harga jual setelah MHP.

Contoh Potensi Capital Gain: ORI030 Diperdagangkan Premium

Data PHEI menunjukkan empat seri SBN Ritel memiliki harga wajar di atas par 100. Premium paling besar terdapat pada ORI030T6 dan ORI030T3.

Seri

Sisa tenor

Kupon

Yield pasar

Harga (% par)

Premium dari par

ORI030T6

5,88 tahun

7%

6,6671%

101,6155

1,6155%

ORI030T3

2,88 tahun

6,9%

6,5877%

100,8172

0,8172%

SR022T3

1,79 tahun

6,45%

6,3108%

100,2340

0,2340%

SR021T3

1,04 tahun

6,35%

6,2529%

100,0968

0,0968%

Sumber: PHEI per 28/8/2026. 

Harga 100 berarti setara nilai nominal. Harga PHEI merupakan harga wajar indikatif, bukan jaminan harga transaksi di Bareksa.

Harga premium terbentuk karena kupon seri-seri tersebut lebih tinggi daripada yield yang diminta pasar. ORI030T6, misalnya, memberi kupon 7%, sedangkan yield pasarnya 6,6671%. Investor baru bersedia membayar harga 101,6155 untuk menyesuaikan imbal hasil efektifnya dengan kondisi pasar. Tenor ORI030T6 yang lebih panjang juga membuat harganya lebih sensitif terhadap perubahan yield dibanding seri tenor pendek.

Bagi investor yang membeli ORI030T6 di harga perdana 100 dengan nominal Rp100 juta, harga PHEI 101,6155 menggambarkan potensi selisih harga kotor sekitar Rp1,62 juta. Pada ORI030T3, harga 100,8172 setara selisih sekitar Rp817.200. Angka tersebut belum memperhitungkan spread jual-beli, biaya transaksi, pajak capital gain, maupun kupon berjalan.

Bagaimana dengan SR025? Kupon SR025T3 6,8% saat ini hanya 6,4 bps di atas kurva yield tiga tahun 6,7361%, sedangkan kupon SR025T5 6,9% sekitar 4,9 bps di atas yield lima tahun 6,8510%. Posisi ini memberi bantalan awal yang relatif tipis. 

Jika yield tenor setara turun menjelang SR025 mulai diperdagangkan, peluang harga bergerak di atas par membesar. Sebaliknya, kenaikan yield dapat menekan harga ke bawah par. Karena selisih saat ini kecil, arah yield hingga 11 Oktober akan lebih menentukan daripada sekadar membandingkan kupon hari ini.

SR025 vs Deposito: Berbeda pada Imbalan dan Likuiditas

Dengan asumsi bunga deposito 3,5% per tahun, hasil bersih setelah pajak 20% menjadi 2,8%. Kupon bersih SR025 setelah pajak 10% masing-masing 6,12% dan 6,21% per tahun.

Modal

SR025T3/bulan

SR025T5/bulan

Deposito/bulan*

Rp50 juta

Rp255.000

Rp258.750

Rp116.667

Rp100 juta

Rp510.000

Rp517.500

Rp233.333

Rp500 juta

Rp2.550.000

Rp2.587.500

Rp1.166.667

Sumber: DJPPR Kemenkeu, LPS, diolah

Simulasi deposito memakai tingkat bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) 3,5% per tahun. Tingkat bunga, penalti pencairan, dan ketentuan deposito berbeda antarbank. Angka belum memperhitungkan biaya transaksi pasar sekunder SR025.

SR025 tidak mengenakan penalti pencairan dini seperti deposito tertentu karena mekanismenya adalah penjualan kepada investor lain. Meski demikian, spread harga dan biaya transaksi pasar sekunder dapat berlaku sesuai mekanisme serta mitra. 

Jaminan negara atas pokok juga berlaku bila SR025 dipegang sampai jatuh tempo; jaminan tersebut tidak menutup kerugian akibat menjual di bawah harga beli.

Kesimpulan

Daya tarik SR025 mencakup kupon tetap 6,8%-6,9% dan fleksibilitas menjual setelah MHP. Di Bareksa, dana hasil penjualan dapat cair pada hari yang sama sesuai ketentuan. Investor tetap perlu memeriksa harga, yield, spread, dan biaya. Memegang SR025 hingga jatuh tempo dapat menghindarkan realisasi capital loss akibat harga pasar.

Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.

Investasi SR025 di Sini

(Rahmat Hidayat/AM)

Tentang Penulis

*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​

Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Profil Penulis

Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.