
Bareksa — Kupon Surat Berharga Negara (SBN) ritel syariah SR025 menjadi yang tertinggi dalam penerbitan Sukuk Ritel sejak 2020. Namun, calon investor tidak cukup hanya mengetahui besaran kupon. Penting juga memahami apa itu SR025, bagaimana akadnya bekerja, kapan pokok kembali, serta risiko apabila instrumen dijual sebelum jatuh tempo.
SR025 adalah seri ke-25 Sukuk Negara Ritel atau Sukuk Ritel (SR) yang diterbitkan pemerintah untuk investor individu Warga Negara Indonesia. SR025 termasuk Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), bukan deposito dan bukan obligasi korporasi.
Investor membeli unit SR025, lalu pemerintah membayar imbalan atau ujrah setiap bulan. Nilai pokok dibayar kembali ketika sukuk jatuh tempo apabila investor mempertahankannya sampai akhir. Pembayaran imbalan dan pokok menjadi tanggung jawab pemerintah berdasarkan Undang-Undang SBSN serta dialokasikan dalam APBN.
SR025T3 menawarkan kupon 6,8% dan SR025T5 6,9% per tahun. Keduanya melampaui rekor sebelumnya pada SR022, yakni 6,45% untuk tenor tiga tahun dan 6,55% untuk tenor lima tahun. Artinya, kupon kedua tenor SR025 masing-masing 0,35 poin persentase lebih tinggi daripada tenor sejenis SR022.
Grafik juga menunjukkan kupon Sukuk Ritel tidak selalu naik. Kupon tenor tiga tahun sempat turun hingga 4,95% pada SR016, kemudian bergerak mengikuti kondisi suku bunga dan pasar obligasi saat setiap seri diterbitkan. Setelah dibeli, kupon SR025 tidak ikut berubah karena bersifat tetap sampai jatuh tempo.
Ketentuan | SR025T3 | SR025T5 |
Kupon tetap per tahun | 6,8% | 6,9% |
Tenor | 3 tahun | 5 tahun |
Jatuh tempo | 10 September 2029 | 10 September 2031 |
Maksimum pembelian | Rp5 miliar | Rp10 miliar |
Sumber: DJPPR Kemenkeu, diolah
Kedua seri SR025 dapat dibeli mulai Rp1 juta dan kelipatan Rp1 juta. Kupon dikenai PPh final 10%, sehingga tingkat imbalan bersih secara persentase sekitar 6,12% untuk T3 dan 6,21% untuk T5 per tahun. Nilai kas aktual mengikuti pembulatan per unit dalam ketentuan penerbitan.
Imbalan dibayar setiap tanggal 10. Pembayaran pertama pada 10 Oktober 2026 merupakan kupon pendek untuk 17 hari setelah setelmen, sehingga nilainya lebih kecil daripada pembayaran reguler bulanan.
Untuk menghitung nominal penerimaan berdasarkan jumlah investasi, gunakan simulasi kupon SR025.
SR025 menggunakan akad Ijarah Asset to be Leased. Dalam struktur ini, penerbitan didukung aset dasar berupa Barang Milik Negara serta proyek atau kegiatan dalam APBN 2026. Imbalan investor berasal dari ujrah sesuai struktur ijarah, bukan bunga pinjaman konvensional.
Risiko utama muncul jika SR025 dijual sebelum jatuh tempo. Harga di pasar sekunder dapat lebih tinggi atau lebih rendah daripada harga pembelian, sehingga investor bisa memperoleh capital gain atau mengalami capital loss. Likuiditas juga memengaruhi kecepatan penjualan pada harga yang diinginkan.
SR025 baru dapat diperdagangkan mulai 11 Oktober 2026 setelah minimum holding period berakhir. Investor juga menghadapi risiko biaya peluang: ketika suku bunga pasar naik, kupon tetap SR025 tidak ikut naik dan harga pasarnya dapat tertekan. Karena itu, dana darurat sebaiknya tidak ditempatkan seluruhnya pada SR025.
SR025 dapat dipertimbangkan investor yang menginginkan pendapatan bulanan tetap, mampu menahan dana sesuai tenor, dan membutuhkan instrumen berbasis syariah. T3 memberi waktu tunggu lebih singkat menuju pengembalian pokok, sedangkan T5 mengunci kupon 0,1 poin persentase lebih tinggi selama dua tahun lebih lama. Pelajari juga panduan memilih SR025T3 atau SR025T5 sesuai target keuangan.
Masa penawaran SR025 berlangsung sejak 21 Agustus hingga 16 September 2026. Investor boleh membeli kedua seri selama memenuhi minimum pembelian dan batas maksimum masing-masing.
Daftar atau masuk ke akun Bareksa dan lengkapi registrasi SBN.
Buka halaman SR025, lalu pilih SR025T3 atau SR025T5.
Masukkan nominal pembelian, konfirmasi pesanan, dan lakukan pembayaran melalui kanal yang tersedia.
Pastikan pesanan berstatus selesai dan tunggu setelmen pada 23 September 2026.
SR025 adalah Sukuk Ritel 2026 dengan kupon tetap, pembayaran bulanan, dan dua pilihan tenor. Daya tarik utamanya bukan hanya kupon 6,8%–6,9%, tetapi kepastian jadwal imbalan dan struktur investasi berbasis syariah. Sebelum membeli, sesuaikan tenor dengan waktu penggunaan dana dan pahami risiko harga apabila harus menjual lebih awal.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.
(Rahmat Hidayat/AM)
Tentang Penulis
*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.
***
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Tidak. Kupon SR025T3 6,8% dan SR025T5 6,9% per tahun bersifat tetap sampai jatuh tempo.
Bisa jika dijual di pasar sekunder dengan harga di bawah nilai pembelian. Jika dipertahankan sampai jatuh tempo, pokok dibayar pemerintah sesuai ketentuan penerbitan.
Pokok SR025T3 dibayar pada 10 September 2029, sedangkan SR025T5 pada 10 September 2031.
Boleh. Pembelian dapat dibagi sesuai kebutuhan dana selama tidak melampaui batas Rp5 miliar pada T3 dan Rp10 miliar pada T5.