
Bareksa — Memilih antara Surat Berharga Negara (SBN) ritel syariah Sukuk Negara Ritel (SR) seri SR025 antara SR025T3 dan SR025T5 sebaiknya dimulai dari waktu penggunaan dana, bukan sekadar mencari kupon tertinggi.
SR025T3 menawarkan imbalan tetap 6,8% per tahun selama tiga tahun. SR025T5 menawarkan 6,9% per tahun selama lima tahun.
Pada investasi Rp100 juta, selisih kupon reguler bersih keduanya hanya sekitar Rp7.470 per bulan berdasarkan pembulatan per unit dalam simulasi resmi Kementerian Keuangan.
Karena itu, investor perlu menilai apakah tambahan tenor dua tahun sesuai dengan rencana keuangannya.
Pilih SR025T3 bila dana diperkirakan dibutuhkan sekitar 2029 atau investor mengutamakan tenor lebih singkat.
Pertimbangkan SR025T5 bila dana dapat ditempatkan sampai 2031, menginginkan kupon sedikit lebih tinggi, atau membutuhkan batas pembelian lebih besar.
Keduanya bisa dijual sebelum jatuh tempo mulai 11 Oktober 2026, tetapi harga pasar dapat berada di atas atau di bawah nilai pembelian.
Pembayaran imbalan dan pokok menjadi tanggung jawab pemerintah berdasarkan Undang-Undang SBSN serta dialokasikan dalam APBN. Namun, risiko pasar dan likuiditas tetap ada jika sukuk dijual sebelum jatuh tempo.
Perbandingan SR025T3 dan SR025T5
Fitur | SR025T3 | SR025T5 |
Kupon tetap per tahun | 6,8% | 6,9% |
Imbalan bersih setelah pajak 10%* | sekitar 6,12% per tahun | sekitar 6,21% per tahun |
Tenor | 3 tahun | 5 tahun |
Jatuh tempo | 10 September 2029 | 10 September 2031 |
Pembelian minimum | Rp1 juta | Rp1 juta |
Kelipatan pembelian | Rp1 juta | Rp1 juta |
Pembelian maksimum per investor | Rp5 miliar | Rp10 miliar |
Kupon reguler bersih per bulan untuk Rp100 juta** | Rp510.030 | Rp517.500 |
Kupon pertama bersih untuk Rp100 juta** | Rp288.990 | Rp293.220 |
Pencatatan di BEI | 24 September 2026 | 24 September 2026 |
Mulai dapat diperdagangkan | 11 Oktober 2026 | 11 Oktober 2026 |
Sumber: Kemenkeu, diolah
*Persentase bersih merupakan pendekatan setelah PPh final 10%.
*Arus kas menggunakan nilai per unit resmi yang telah dibulatkan.
Kupon pertama pada 10 Oktober 2026 merupakan kupon pendek untuk 17 hari.
Kedua seri diterbitkan pemerintah melalui Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia dengan akad Ijarah Asset to be Leased. Aset dasarnya berupa Barang Milik Negara serta proyek atau kegiatan dalam APBN 2026. Nilai pokok dilunasi 100% ketika jatuh tempo apabila instrumen dipertahankan sampai akhir.
Grafik menunjukkan akumulasi kupon T5 yang lebih besar terutama disebabkan masa pembayaran dua tahun lebih panjang. Untuk Rp100 juta, estimasi kupon bersih sampai jatuh tempo sekitar Rp18,14 juta pada T3 dan Rp30,83 juta pada T5, di luar pengembalian pokok. Angka tersebut bukan perbandingan hasil untuk periode yang sama.
SR025T3 dapat dipertimbangkan ketika tujuan keuangan berada di sekitar 2029, misalnya biaya pendidikan, rencana modal usaha, atau kebutuhan lain yang tanggalnya cukup jelas. Tenor tiga tahun membuat waktu tunggu menuju pelunasan pokok lebih pendek.
Seri ini juga relevan bagi investor yang belum yakin dapat menempatkan dana selama lima tahun. Memang SR025 bisa dijual di pasar sekunder, tetapi menjual lebih awal bukan pengganti sempurna dari memilih tenor yang tepat. Harga jual dan ketersediaan pembeli mengikuti kondisi pasar.
SR025T5 dapat dipertimbangkan untuk dana yang tidak akan digunakan sampai 2031. Selain kupon 0,1 poin persentase lebih tinggi, batas maksimal pembeliannya mencapai Rp10 miliar, dua kali batas SR025T3.
Tenor lima tahun juga memperpanjang periode kepastian kupon tetap. Ini dapat berguna bila suku bunga pasar kelak turun, meskipun tidak ada kepastian arah suku bunga. Sebaliknya, jika suku bunga naik, harga SR025T5 di pasar sekunder cenderung lebih sensitif karena jatuh temponya lebih panjang.
Investor tidak harus memilih hanya satu seri. Pembelian dapat dibagi antara T3 dan T5 selama memenuhi minimum Rp1 juta, kelipatan Rp1 juta, serta batas maksimum masing-masing seri. Strategi pembagian tenor dapat menghasilkan pelunasan pokok pada dua waktu berbeda, yakni 2029 dan 2031.
Namun, pembagian sebaiknya tetap mengikuti kebutuhan dana. Dana darurat atau kebutuhan jangka pendek sebaiknya tidak ditempatkan seluruhnya pada instrumen berjangka hanya karena kupon terlihat menarik.
SR025 memiliki minimum holding period sejak setelmen 23 September sampai pembayaran kupon pertama. Pemindahbukuan dan perdagangan baru dapat dilakukan mulai 11 Oktober 2026.
Setelah itu, investor berpotensi memperoleh capital gain jika harga jual di atas harga pembelian. Sebaliknya, capital loss dapat terjadi bila harga jual lebih rendah. Likuiditas juga dapat memengaruhi seberapa cepat sukuk terjual pada harga yang diinginkan. Jika dipegang sampai jatuh tempo, fluktuasi harga harian tidak mengubah pelunasan pokok 100% oleh pemerintah sesuai ketentuan penerbitan.
SR025T3 mengutamakan tenor lebih singkat, sedangkan SR025T5 menawarkan kupon sedikit lebih tinggi dan batas pembelian lebih besar. Untuk Rp100 juta, tambahan kupon bersih T5 hanya sekitar Rp7.470 per bulan; perbedaan total kupon terutama berasal dari tambahan 24 bulan pembayaran. Seri yang lebih sesuai adalah yang jatuh temponya paling mendekati waktu kebutuhan dana.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.
(Rahmat Hidayat/AM)
Tentang Penulis
*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.
***
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Tidak. Kupon T3 sebesar 6,8% dan T5 6,9% per tahun bersifat tetap sampai jatuh tempo serta dibayar setiap tanggal 10.
Boleh, selama memenuhi minimum dan kelipatan Rp1 juta serta tidak melewati batas Rp5 miliar untuk T3 dan Rp10 miliar untuk T5.
Kupon 10 Oktober 2026 hanya menghitung 17 hari setelah setelmen, sehingga lebih kecil daripada kupon reguler bulanan.
Pembayaran imbalan dan nilai nominal menjadi tanggung jawab pemerintah berdasarkan Undang-Undang SBSN dan dialokasikan dalam APBN. Jaminan tersebut tidak menghilangkan risiko harga serta likuiditas apabila investor menjual sebelum jatuh tempo.
Pokok dibayar 100% pada 10 September 2029 untuk T3 atau 10 September 2031 untuk T5 apabila instrumen dipegang sampai jatuh tempo.