
Bareksa — Pemerintah menetapkan target penjualan awal Sukuk Ritel seri SR025 mencapai Rp20 triliun. Nilai pemesanan Rp354,5 miliar hingga Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 11.18 WIB atau hanya sekitar 2 jam pertama. Angka tersebut setara sekitar 1,77% dari kuota nasional awal atau target penjualan awal Rp20 triliun.
Rinciannya SR025T3 memiliki sisa kuota 98,21% atau sekitar Rp14,73 triliun dari kuota awal Rp15 triliun. Artinya, pemesanan tenor tiga tahun telah mencapai Rp268,5 miliar atau 1,79% dari kuota.
Sementara itu, sisa kuota SR025T5 tercatat 98,28% atau sekitar Rp4,91 triliun dari kuota nasional Rp5 triliun. Dengan demikian, pemesanannya sekitar Rp86 miliar atau 1,72% dari kuota. Realisasi nilai pemesanan hingga berstatus completed order bisa berubah. Hasil penjualan final ditetapkan pemerintah setelah masa penawaran berakhir.
Rincian Kuota Nasional SR025
Seri | Kuota awal nasional | Sisa kuota | Estimasi pemesanan | Serapan kuota |
SR025T3 | Rp15 triliun | 98,21% | Rp268,5 miliar | 1,79% |
SR025T5 | Rp5 triliun | 98,28% | Rp86 miliar | 1,72% |
Total | Rp20 triliun | — | Rp354,5 miliar | 1,77% |
Sumber: Bareksa yang mengutip data Kemenkeu
Secara nominal, pemesanan SR025T3 lebih besar karena kuota awalnya tiga kali kuota SR025T5. Namun, jika dilihat dari persentase serapan, keduanya relatif berimbang: 1,79% untuk T3 dan 1,72% untuk T5.
Kupon kedua seri merupakan yang tertinggi di antara Sukuk Ritel yang diterbitkan sejak 2020, meski masih di bawah kupon SR011 tahun 2019 sebesar 8,05%. Berikut perbandingan ketentuan SR025T3 dan SR025T5:
Keterangan | SR025T3 | SR025T5 |
Kupon tetap | 6,8% per tahun | 6,9% per tahun |
Kupon bersih setelah pajak final 10% | 6,12% per tahun | 6,21% per tahun |
Tenor | 3 tahun | 5 tahun |
Jatuh tempo | 10 September 2029 | 10 September 2031 |
Pembelian minimum | Rp1 juta | Rp1 juta |
Pembelian maksimum per investor | Rp5 miliar | Rp10 miliar |
Pembayaran kupon | Setiap tanggal 10 | Setiap tanggal 10 |
Kupon pertama | 10 Oktober 2026 | 10 Oktober 2026 |
Jadwal Penerbitan SR025
Tahapan | Jadwal |
Masa penawaran | 21 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB–16 September 2026 pukul 12.00 WIB |
Penetapan hasil penjualan | 21 September 2026 |
Setelmen | 23 September 2026 |
Kupon pertama | 10 Oktober 2026 |
Mulai dapat diperdagangkan | 11 Oktober 2026 |
Sumber: DJPPR Kemenkeu, diolah
Kupon pertama merupakan short coupon karena dihitung untuk periode 17 hari setelah tanggal setelmen.
Pemesanan sekitar Rp354,5 miliar pada beberapa jam pertama menunjukkan permintaan awal hadir pada kedua tenor, tetapi masih terlalu dini untuk menyimpulkan hasil akhir penjualan. Investor sebaiknya memilih tenor sesuai tujuan dan kebutuhan likuiditas, bukan hanya berdasarkan selisih kupon 0,1 poin persentase. SR025 dapat diperdagangkan di pasar sekunder mulai 11 Oktober 2026 setelah berakhirnya minimum holding period. Harga jual mengikuti kondisi pasar sehingga dapat menimbulkan capital gain atau capital loss.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.
(Rahmat Hidayat/AM)
Tentang Penulis
*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.
***
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pemerintah menetapkan kuota nasional atau target penjualan awal SR025 sebesar Rp20 triliun, terdiri dari Rp15 triliun untuk SR025T3 dan Rp5 triliun untuk SR025T5.
Hingga sekitar pukul 11.18 WIB, estimasi pemesanan mencapai Rp354,5 miliar atau 1,77% dari target awal. Angka ini belum merupakan hasil penjualan final dan dapat berubah mengikuti status completed order.
SR025T3 menawarkan kupon tetap 6,8% per tahun atau sekitar 6,12% setelah pajak final 10%. SR025T5 menawarkan 6,9% per tahun atau sekitar 6,21% setelah pajak.
Masa penawaran berakhir pada 16 September 2026 pukul 12.00 WIB. Pemerintah dijadwalkan menetapkan hasil penjualan pada 21 September 2026 dan melakukan setelmen pada 23 September 2026.
Kupon pertama dibayarkan pada 10 Oktober 2026 dalam bentuk short coupon untuk periode 17 hari setelah setelmen. Setelah itu, kupon dibayarkan setiap tanggal 10 setiap bulan.