
Bareksa – Setelah Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI030 mencatat hasil penjualan Rp40 triliun dengan 102.546 investor, pemerintah kini bersiap menawarkan Sukuk Ritel (SR) seri SR025.
Berdasarkan jadwal tentatif Direktorat Pembiayaan Syariah Kementerian Keuangan, masa penawaran SR025 akan berlangsung pada 21 Agustus-16 September 2026, sehingga menjadi kesempatan berikutnya bagi masyarakat yang ingin berinvestasi di Surat Berharga Negara (SBN) berbasis syariah.
Keberhasilan ORI030 menunjukkan minat masyarakat terhadap SBN Ritel masih tetap tinggi. Pemerintah menyebut pencapaian tersebut didukung kupon yang kompetitif, edukasi dan literasi SBN Ritel yang semakin masif, promosi secara daring maupun luring, serta optimalisasi media sosial yang berhasil memperluas basis investor.
Berdasarkan Kick Off Meeting Direktorat Pembiayaan Syariah Kementerian Keuangan, berikut jadwal penerbitan SR025:
Tahapan | Jadwal |
Penetapan Kupon | Paling lambat H-1 masa penawaran |
Masa Penawaran | 21 Agustus – 16 September 2026 |
Penetapan Hasil Penjualan | 21 September 2026 |
Setelmen (Penerbitan) | 23 September 2026 |
Sumber: DJPPR Kemenkeu
Jadwal masih bersifat tentatif dan menunggu pengumuman resmi pemerintah.
SR025 akan diterbitkan dalam dua pilihan tenor, yakni SR025T3 dan SR025T5. Keduanya menawarkan kupon tetap (fixed coupon) yang dibayarkan setiap bulan.
Keterangan | SR025T3 | SR025T5 |
Tenor | 3 tahun | 5 tahun |
Jatuh Tempo | 10 September 2029 | 10 September 2031 |
Nominal per Unit | Rp1 juta | Rp1 juta |
Minimum Pemesanan | Rp1 juta | Rp1 juta |
Maksimum Pemesanan | Rp5 miliar | Rp10 miliar |
Jenis Imbalan | Fixed Coupon | Fixed Coupon |
Pembayaran Kupon | Setiap tanggal 10 | Setiap tanggal 10 |
Kupon Perdana | 10 Oktober 2026 (Short Coupon) | 10 Oktober 2026 (Short Coupon) |
Minimum Holding Period | 1 kali pembayaran kupon | 1 kali pembayaran kupon |
Mulai Diperdagangkan | 11 Oktober 2026 | 11 Oktober 2026 |
Sumber: DJPPR Kemenkeu
SR025 menggunakan akad Ijarah Asset to be Leased dan diterbitkan oleh Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia. Kupon akan ditetapkan pemerintah paling lambat sehari sebelum masa penawaran dimulai.
Menjelang masa penawaran SR025, imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara juga menjadi perhatian investor karena dapat menjadi salah satu indikator kondisi pasar obligasi.
Berdasarkan data PHEI per 7 Agustus 2026, yield SBN tenor 3 tahun berada di 7,08%, sedangkan tenor 5 tahun di 7,24%. Meski demikian, besaran kupon SR025 tetap akan ditetapkan pemerintah dengan mempertimbangkan kondisi pasar saat mendekati masa penawaran.
Di pasar sekunder, Sukuk Ritel seri sebelumnya juga masih diperdagangkan dengan yield yang kompetitif. SR024T3 diperdagangkan pada yield sekitar 6,51%, sedangkan SR024T5 sekitar 6,75%, mencerminkan permintaan investor terhadap instrumen syariah pemerintah masih terjaga.
Keberhasilan ORI030 menjadi salah satu indikator bahwa minat investor terhadap SBN Ritel masih kuat.
Pemerintah menetapkan hasil penjualan ORI030 mencapai Rp40 triliun, terdiri dari:
Indikator | Hasil |
Total Penjualan | Rp40 triliun |
ORI030T3 | Rp34 triliun |
ORI030T6 | Rp6 triliun |
Jumlah Investor | 102.546 investor |
Investor Baru SUN Ritel | 31.287 investor |
Investor Baru SBN Ritel | 19.417 investor |
Sumber: DJPPR Kemenkeu
Menurut Kementerian Keuangan, keberhasilan tersebut didukung kombinasi kupon yang kompetitif, edukasi dan literasi SBN Ritel, promosi daring dan luring, serta optimalisasi media sosial yang memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat.
Momentum tersebut menjadi modal positif menjelang penerbitan SR025, khususnya bagi investor yang belum sempat memperoleh ORI030.
Sebelum masa penawaran dibuka, investor dapat mulai memperhatikan beberapa hal berikut:
Jadwal resmi penawaran SR025 yang akan diumumkan pemerintah.
Besaran kupon SR025 yang akan ditetapkan paling lambat H-1 masa penawaran.
Pilihan tenor 3 tahun atau 5 tahun sesuai kebutuhan investasi.
Batas maksimum pembelian Rp5 miliar untuk SR025T3 dan Rp10 miliar untuk SR025T5.
Pergerakan yield SBN di pasar yang dapat menjadi gambaran kondisi pasar obligasi menjelang penerbitan.
SR025 dijadwalkan (tentatif) ditawarkan pada 21 Agustus–16 September 2026.
Terdiri dari dua tenor, yaitu SR025T3 (3 tahun) dan SR025T5 (5 tahun).
Minimum investasi Rp1 juta dengan kupon tetap yang dibayarkan setiap bulan.
Kupon akan diumumkan paling lambat sehari sebelum masa penawaran.
Keberhasilan ORI030 senilai Rp40 triliun menjadi sinyal positif menjelang penerbitan SR025.
Setelah suksesnya ORI030 yang menghimpun dana Rp40 triliun dari lebih dari 102 ribu investor, pemerintah bersiap meluncurkan SR025 sebagai seri Sukuk Ritel berikutnya. Berdasarkan jadwal tentatif, masa penawaran akan berlangsung pada 21 Agustus-16 September 2026.
Bagi investor yang ingin berinvestasi di instrumen syariah yang diterbitkan pemerintah, kini menjadi waktu yang tepat untuk mulai mencermati jadwal penerbitan, besaran kupon, serta memilih tenor yang sesuai dengan tujuan investasi masing-masing.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.
Siap-siap Investasi SR025 di Sini
(Rahmat Hidayat/AM)
Tentang Penulis
*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.
***
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Berdasarkan jadwal tentatif, masa penawaran SR025 berlangsung pada 21 Agustus-16 September 2026.
SR025 terdiri atas SR025T3 (3 tahun) dan SR025T5 (5 tahun).
Minimum pemesanan Rp1 juta.
Pemerintah akan menetapkan besaran kupon paling lambat sehari sebelum masa penawaran dimulai.
Penjualan ORI030 yang mencapai Rp40 triliun menunjukkan minat investor terhadap SBN Ritel masih tinggi dan menjadi sentimen positif menjelang penerbitan SR025.