Berita / SBN / Artikel

Panda Bond RI Laris, Apa Artinya bagi Kupon SR025?

Abdul Malik • 03 Aug 2026

an image
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, dalam kunjungan kerjanya ke Tiongkok, salah satunya melalui pertemuan bilateral dengan Menteri Keuangan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Lan Fo’an, di Beijing, Rabu (17/6). (Dok. Kemenkeu)

Pemerintah sukses menerbitkan Panda Bond perdana yang diserap investor hingga 2,4 kali. Apakah tingginya minat tersebut akan memengaruhi kupon Sukuk Ritel SR025? Simak analisisnya.

Bareksa – Pemerintah Indonesia berhasil menerbitkan Panda Bond perdana senilai CNY7 miliar atau sekitar Rp18,6 triliun (setara US$1,03 miliar). Obligasi berdenominasi yuan tersebut mendapat sambutan positif dengan permintaan investor mencapai 2,4 kali dari nilai penerbitan.

Keberhasilan ini menjadi langkah baru pemerintah dalam memperluas sumber pembiayaan negara di luar pasar obligasi dolar AS maupun yen Jepang. Namun, bagi calon investor Sukuk Ritel SR025 yang dijadwalkan mulai ditawarkan pada 21 Agustus–16 September 2026, muncul pertanyaan yang lebih relevan: apakah keberhasilan Panda Bond akan memengaruhi kupon SR025?

Jawabannya belum tentu. Meski Panda Bond berhasil diterbitkan dengan pricing yang kompetitif, penetapan kupon SR025 tetap lebih banyak dipengaruhi kondisi pasar obligasi domestik, terutama pergerakan yield Surat Berharga Negara (SBN), arah suku bunga, dan permintaan investor saat masa penawaran.

Panda Bond Perdana RI Diserap 2,4 Kali

Pemerintah menerbitkan Panda Bond dalam dua seri dengan total nilai CNY7 miliar.

Seri

Tenor

Nilai Emisi

Kupon

RICNY0729

3 Tahun

CNY5,6 miliar

1,90%

RICNY0731

5 Tahun

CNY1,4 miliar

2,19%

Sumber: DJPPR Kemenkeu

Puncak permintaan (peak orderbook) mencapai sekitar CNY17 miliar, setara 2,4 kali dari jumlah yang diterbitkan. Mayoritas investor berasal dari Mainland China, sementara obligasi tersebut memperoleh peringkat AAA (Stable) dari China Lianhe Credit Rating.

Distribusi Investor Panda Bond

Berdasarkan Wilayah

Porsi

Mainland China

92%-97%

Hong Kong

2%-3%

Asia (di luar China & Hong Kong)

3%

EMEA & Amerika

3%

Sumber: DJPPR Kemenkeu

Menurut Kementerian Keuangan, tingginya minat investor mencerminkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia, kredibilitas pengelolaan fiskal, serta keberhasilan pemerintah memanfaatkan momentum positif di pasar obligasi domestik China.

Dana hasil penerbitan Panda Bond akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN 2026.

Mengapa Keberhasilan Panda Bond Menarik Dicermati?

Bagi investor ritel, daya tarik Panda Bond bukan semata karena kuponnya yang berada di kisaran 1,90%-2,19%, melainkan karena keberhasilan Indonesia memasuki salah satu pasar obligasi terbesar di dunia dengan permintaan yang kuat.

Namun, penting dipahami bahwa Panda Bond dan SR025 merupakan dua instrumen yang berada pada pasar yang berbeda.

Panda Bond diterbitkan di pasar obligasi domestik China, menggunakan mata uang yuan, dan mayoritas dibeli investor institusi. Sebaliknya, SR025 merupakan Sukuk Ritel berdenominasi rupiah yang ditawarkan kepada investor domestik melalui mitra distribusi resmi, termasuk Bareksa.

Karena itu, keberhasilan Panda Bond tidak bisa langsung dijadikan acuan dalam menentukan kupon SR025.

Pasar Obligasi Domestik Masih Menjadi Penentu Kupon SR025

Faktor yang lebih relevan bagi calon investor SR025 justru berasal dari kondisi pasar obligasi Indonesia.

Data PHEI berdasarkan penutupan perdagangan 31 Juli 2026 (dipublikasikan pada 3 Agustus 2026) menunjukkan yield SBN domestik masih bertahan di kisaran 7%.

Yield Acuan SBN

Tenor

Yield

3 Tahun

7,12%

5 Tahun

7,25%

10 Tahun

7,32%

Sumber: PHEI dikutip per 3/8/2026

Kurva yield yang relatif datar menunjukkan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah tenor menengah hingga panjang masih berada pada level yang relatif tinggi.

Menariknya, yield SBN tenor 3 tahun (7,12%), ORI029T3 (7,13%), dan SR023T3 (7,17%) kini berada pada kisaran yang sangat berdekatan. Kesamaan level tersebut mengindikasikan pasar telah membentuk acuan imbal hasil tenor menengah di sekitar 7%, sehingga menjadi salah satu indikator penting yang layak dicermati menjelang penawaran SR025. 

Itulah sebabnya, menjelang penerbitan SR025, investor lebih tepat mencermati perkembangan yield SBN domestik dibanding hanya melihat keberhasilan Panda Bond.

Perdagangan ORI dan SR Memberikan Gambaran Pasar

Selain yield acuan SBN, investor juga dapat melihat bagaimana pasar menilai obligasi ritel yang sudah beredar.

Data PHEI (penutupan perdagangan 31 Juli 2026) menunjukkan seri ORI dan SR masih diperdagangkan dengan yield sekitar 7%, lebih tinggi dibanding kupon saat diterbitkan.

Kinerja ORI dan SR di Pasar Sekunder

Seri

Kupon

Harga

Yield

ORI029T3

5,45%

96,10

7,13%

ORI029T6

5,80%

93,55

7,21%

SR023T3

5,80%

97,23

7,17%

SR023T5

5,95%

96,45

6,93%

Sumber: PHEI, data dikutip per 3/8/2026

Karena diperdagangkan di bawah nilai pari (100%), investor yang membeli seri-seri tersebut di pasar sekunder berpeluang memperoleh yield to maturity yang lebih tinggi dibanding kupon awal.

Kondisi ini menunjukkan pasar masih meminta tingkat imbal hasil sekitar 7% untuk obligasi pemerintah tenor menengah. Hal tersebut menjadi salah satu indikator yang lazim dicermati pemerintah sebelum menetapkan kupon SBN ritel baru.

Panda Bond dan SR025 Berada di Dua Pasar yang Berbeda

Meski sama-sama diterbitkan pemerintah, Panda Bond dan SR025 memiliki karakteristik yang berbeda.

Panda Bond vs SR025

Panda Bond

SR025

Denominasi yuan

Denominasi rupiah

Dipasarkan di pasar obligasi China

Dipasarkan di Indonesia

Mayoritas investor institusi

Investor ritel

Mengikuti kondisi pasar China

Mengikuti kondisi pasar obligasi domestik

Digunakan untuk diversifikasi pembiayaan

Instrumen investasi ritel syariah

Sumber: DJPPR Kemenkeu, diolah

Perbedaan tersebut membuat keberhasilan Panda Bond tidak dapat disamakan dengan mekanisme penetapan kupon SR025.

Di sisi lain, Panda Bond juga diterbitkan dalam mata uang yuan sehingga biaya pembiayaan pemerintah hingga jatuh tempo tidak hanya dipengaruhi besaran kupon, tetapi juga pergerakan nilai tukar yuan terhadap rupiah. Karena itu, kupon Panda Bond yang lebih rendah tidak serta-merta mencerminkan biaya pendanaan pemerintah yang lebih murah secara keseluruhan.

Apa yang Perlu Dicermati Menjelang SR025?

Bagi calon investor, fokus utama sebaiknya bukan membandingkan kupon Panda Bond dengan SR025, melainkan mencermati perkembangan pasar obligasi domestik dalam beberapa pekan ke depan.

Indikator yang Layak Dicermati

Faktor

Mengapa Penting?

Yield SBN tenor 3-10 tahun

Menjadi acuan kondisi pasar obligasi rupiah

Harga ORI dan SR di pasar sekunder

Menggambarkan ekspektasi investor terhadap imbal hasil

Arah BI Rate

Mempengaruhi tingkat suku bunga domestik

Permintaan investor saat penawaran

Menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menetapkan kupon

Sumber: DJPPR Kemenkeu, PHEI, diolah

Dengan kata lain, menjelang masa penawaran SR025 pada 21 Agustus–16 September 2026 (tentatif), dinamika pasar obligasi rupiah akan lebih relevan dibanding hasil penerbitan Panda Bond.

SR025 Segera Hadir di Bareksa

Pemerintah menjadwalkan masa penawaran Sukuk Ritel SR025 pada:

Keterangan 

Jadwal

Masa Penawaran

21 Agustus – 16 September 2026 (tentatif)

Jenis

Sukuk Ritel (SBN Syariah)

Imbal hasil

Dibayar setiap bulan

Jaminan

100% dijamin negara

Pemesanan

Melalui Bareksa dan mitra distribusi resmi lainnya

Sumber: DJPPR Kemenkeu, diolah

Sebagai salah satu mitra distribusi resmi pemerintah, Bareksa akan kembali menyediakan pemesanan SR025 secara online sehingga investor dapat berinvestasi dengan proses yang praktis.

Kesimpulan

Keberhasilan Indonesia menerbitkan Panda Bond perdana yang diserap investor hingga 2,4 kali menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap surat utang pemerintah di pasar obligasi China.

Namun, bagi calon investor SR025, perhatian sebaiknya lebih tertuju pada kondisi pasar obligasi domestik. Data PHEI menunjukkan yield SBN tenor 3 tahun (7,12%), 5 tahun (7,25%), dan 10 tahun (7,32%) masih menjadi acuan utama, sementara seri-seri ORI029 dan SR023 diperdagangkan dengan yield sekitar 7%.

Dengan demikian, keberhasilan Panda Bond merupakan sinyal positif bagi diversifikasi pembiayaan pemerintah, tetapi tidak otomatis menentukan besaran kupon SR025. Penetapan kupon tetap akan mempertimbangkan perkembangan pasar obligasi rupiah, arah suku bunga, dan kondisi permintaan investor saat penerbitan.

Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.

Siap-siap Investasi SR025 di Sini

(Rahmat Hidayat/AM)

Tentang Penulis

*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​

Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pertanyaan Umum

Apa itu Panda Bond?

Panda Bond adalah obligasi berdenominasi yuan yang diterbitkan oleh penerbit asing di pasar obligasi domestik China.

Mengapa Panda Bond Indonesia laris?

Karena permintaan investor mencapai sekitar CNY17 miliar, atau 2,4 kali dari nilai penerbitan CNY7 miliar.

Apakah kupon Panda Bond menentukan kupon SR025?

Tidak secara langsung. Kupon SR025 lebih dipengaruhi kondisi pasar obligasi domestik, termasuk yield SBN dan kondisi pasar saat penerbitan.

Kapan SR025 mulai ditawarkan?

SR025 dijadwalkan memasuki masa penawaran pada 21 Agustus–16 September 2026.

Di mana investor dapat membeli SR025?

Investor dapat memesan SR025 secara online melalui Bareksa sebagai salah satu mitra distribusi resmi pemerintah.

Profil Penulis

Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.