
Bareksa - Surat Berharga Negara (SBN) Obligasi Negara Ritel ORI030 menawarkan kupon tetap 6,9% untuk ORI030-T3 dan 7% untuk ORI030-T6.
Setelah dipotong pajak final 10%, imbal hasil bersihnya mencapai 6,21%-6,3%, jauh di atas bunga deposito yang mengikuti Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) LPS 3,75%. Bahkan setelah memperhitungkan inflasi tahunan 3,08%, ORI030 masih memberikan real yield hingga 3,92%.
Bagi investor yang mencari instrumen pendapatan tetap, membandingkan ORI030 vs deposito menjadi penting. Selain menawarkan kupon lebih tinggi, ORI030 juga dikenakan pajak lebih rendah, memberikan pendapatan bulanan, dan dijamin pemerintah hingga jatuh tempo.
Pemerintah menawarkan dua seri ORI030 selama masa penawaran 6-30 Juli 2026, yaitu:
Seri | Kupon Tetap | BI Rate | Spread |
ORI030-T3 | 6,9% | 5,75% | +115 bps |
ORI030-T6 | 7% | 5,75% | +125 bps |
Sumber: Kemenkeu, BI, diolah
Setelah dikenakan PPh Final 10%, imbal hasil bersih (neto) menjadi:
Seri | Kupon Neto | Real Yield* |
ORI030-T3 | 6,21% | 3,82% |
ORI030-T6 | 6,30% | 3,92% |
*Menggunakan inflasi tahunan (year on year) Juni 2026 sebesar 3,08%.
Sumber: Kemenkeu, BPS, Diolah
Real yield merupakan imbal hasil investasi setelah memperhitungkan inflasi. Semakin tinggi real yield, semakin besar potensi investor mempertahankan bahkan meningkatkan daya beli asetnya.
Pada ORI030:
ORI030-T3: 6,21% - 3,08% = 3,82%
ORI030-T6: 6,30% - 3,08% = 3,92%
Artinya, meski harga barang dan jasa meningkat akibat inflasi, investor ORI030 masih memperoleh tambahan nilai riil sekitar 3,8%-3,9% per tahun.
Saat ini, tingkat bunga penjaminan (TBP) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk simpanan rupiah periode 1 Juli-30 September 2026 berada di level 3,75%.
Karena bunga deposito dikenakan PPh Final 20%, maka hasil bersih deposito sekitar:
3,75% × (1 - 20%) = 3%
Jika dibandingkan dengan inflasi 3,08%, maka real yield deposito menjadi sekitar:
3% - 3,08% = -0,08%
Dengan kata lain, secara sederhana bunga deposito yang mengikuti tingkat bunga penjaminan LPS belum mampu mengimbangi inflasi saat ini.
Sebaliknya, ORI030 masih menghasilkan real yield positif mendekati 4%.
Perbandingan | ORI030 | Deposito |
Imbal hasil bruto | 6,9%-7% | 3,75%* |
Pajak | 10% | 20% |
Imbal hasil neto | 6,21%-6,30% | 3% |
Real yield | 3,82%-3,92% | -0,08% |
Pembayaran | Kupon bulanan | Sesuai tenor |
Tingkat imbal hasil | Tetap hingga jatuh tempo | Dapat berubah mengikuti suku bunga |
Jaminan | Pemerintah RI | Dijamin LPS sesuai ketentuan |
Dapat diperdagangkan | Ya | Tidak |
*Mengacu pada Tingkat Bunga Penjaminan LPS periode 1 Juli-30 September 2026.
Sumber: Kemenkeu, LPS, BPS, diolah
Berikut ilustrasi sederhana apabila investor menempatkan dana Rp100 juta.
Instrumen | ORI030-T3 | ORI030-T6 | Deposito |
Investasi | Rp100 juta | Rp100 juta | Rp100 juta |
Imbal hasil neto per tahun | Rp6,21 juta | Rp6,3 juta | Rp3 juta |
Selisih dibanding deposito | +Rp3,21 juta | +Rp3,3 juta | - |
Sumber: Kemenkeu, diolah
Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa hasil bersih ORI030 lebih dari dua kali lipat dibanding deposito yang mengikuti bunga penjaminan LPS.
Bagi investor yang menginginkan pendapatan tetap sekaligus menjaga nilai aset dari dampak inflasi, ORI030 dapat menjadi salah satu pilihan diversifikasi portofolio. Kupon tetap hingga jatuh tempo memberikan kepastian arus kas bulanan, sementara tarif pajak yang lebih rendah membantu meningkatkan hasil bersih investasi.
Meski demikian, investor tetap perlu menyesuaikan keputusan investasi dengan tujuan keuangan, kebutuhan likuiditas, serta profil risiko masing-masing.
ORI030 menawarkan sejumlah keunggulan dibanding deposito pada kondisi saat ini. Selain kupon tetap 6,9%-7%, investor memperoleh imbal hasil bersih 6,21%-6,30% dengan real yield sekitar 3,82%-3,92% setelah memperhitungkan inflasi.
Sementara itu, deposito yang mengikuti tingkat bunga penjaminan LPS menghasilkan imbal hasil bersih sekitar 3%, atau sedikit di bawah inflasi saat ini. Dengan kombinasi kupon lebih tinggi, pajak lebih rendah, pembayaran bulanan, dan jaminan pemerintah, ORI030 menjadi salah satu instrumen yang menarik bagi investor yang ingin memperoleh pendapatan tetap sekaligus menjaga daya beli aset.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.
(Rahmat Hidayat/AM)
Tentang Penulis
*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.
***
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Kupon ORI030 sebesar 6,9% untuk ORI030-T3 dan 7% untuk ORI030-T6. Setelah dipotong PPh Final 10%, imbal hasil bersihnya menjadi sekitar 6,21%-6,30%.
Pada kondisi saat ini, ORI030 menawarkan imbal hasil bersih dan real yield yang lebih tinggi dibanding deposito yang mengikuti Tingkat Bunga Penjaminan LPS.
Real yield ORI030 sekitar 3,82% untuk ORI030-T3 dan 3,92% untuk ORI030-T6 setelah memperhitungkan inflasi tahunan 3,08%.
Kupon ORI030 dikenakan PPh Final 10%, sedangkan bunga deposito dikenakan PPh Final 20%, sehingga hasil bersih ORI030 lebih tinggi.
Ya. Pokok investasi dan pembayaran kupon ORI030 dijamin Pemerintah Republik Indonesia sesuai Undang-Undang Surat Utang Negara.