Berita / SBN / Artikel

ORI030 Hadir, Sudah Punya ORI atau SR Seri Sebelumnya? Saatnya Evaluasi Portofolio

Abdul Malik • 08 Jul 2026

an image
Ilustrasi perubahan suku bunga yang berpengaruh ke harga Obligasi Negara di pasar sekunder, termasuk salah satunya ORI030. (Shutterstock)

ORI030 menawarkan kupon tetap hingga 7%. Investor yang telah memiliki ORI atau SR seri sebelumnya dapat mengevaluasi portofolio SBN dengan mempertimbangkan kupon, harga pasar, sisa tenor, dan potensi imbal hasil.

Bareksa – Surat Berharga Negara (SBN) Ritel jenis Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI030 menawarkan kupon tetap 6,9% untuk tenor 3 tahun (ORI030T3) dan 7% untuk tenor 6 tahun (ORI030T6), lebih tinggi dibandingkan beberapa seri Obligasi Negara Ritel (ORI) maupun Sukuk Ritel (SR) yang saat ini masih diperdagangkan di pasar sekunder.

Kondisi tersebut menjadi momentum bagi investor yang telah memiliki ORI maupun SR untuk bisa mempertimbangkan evaluasi kembali portofolio Surat Berharga Negara (SBN), terutama menjelang berakhirnya masa penawaran ORI030 pada 30 Juli 2026, yang sudah mulai ditawarkan sejak 6 Juli.

Evaluasi portofolio tidak selalu berarti melakukan perubahan investasi. Investor dapat meninjau kembali apakah seri yang dimiliki masih sesuai dengan tujuan investasi, kebutuhan arus kas, horizon investasi, serta kondisi pasar saat ini.

Evaluasi Portofolio Tidak Hanya Melihat Besarnya Kupon

Kupon memang menjadi salah satu pertimbangan utama dalam berinvestasi di SBN Ritel. Namun, ketika mengevaluasi portofolio, investor sebaiknya tidak hanya membandingkan besarnya kupon antarseri.

Beberapa faktor lain juga perlu diperhatikan, antara lain:

  • harga obligasi di pasar sekunder;

  • sisa tenor atau waktu hingga jatuh tempo (time to maturity);

  • potensi capital gain maupun capital loss apabila transaksi dilakukan di pasar sekunder;

  • total kupon yang masih akan diterima hingga jatuh tempo apabila obligasi tetap dipertahankan;

  • estimasi imbal hasil (yield to maturity) setelah memperhitungkan harga transaksi.

Dengan mempertimbangkan seluruh aspek tersebut, investor dapat mengambil keputusan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasinya.

Seri ORI dan SR yang Bisa Dipertimbangkan untuk Evaluasi

Perlu dipahami, daftar berikut bukan merupakan rekomendasi untuk menjual maupun mempertahankan suatu seri SBN. Simulasi ini disusun untuk menunjukkan seri ORI dan SR yang memiliki selisih kupon relatif besar dibandingkan ORI030 sehingga dapat menjadi referensi awal dalam mengevaluasi portofolio.

Seri

Kupon Saat Ini

Kumulatif Kupon Bersih*

Harga di Pasar Sekunder

Kupon ORI030

Selisih Kupon

ORI023T3

5,9%

15,82%

99,97%

6,9% (T3)

+1%

SR019T3

5,95%

15,1%

99,77%

6,9% (T3)

+0,95%

SR019T5

6,1%

15,48%

98,15%

7% (T6)

+0,9%

ORI023T6

6,1%

15,54%

97,13%

7% (T6)

+0,9%

ORI024T6

6,35%

16,36%

98,05%

7% (T6)

+0,65%

ORI025T3

6,25%

13,44%

99,47%

6,9% (T3)

+0,65%

Sumber: Kementerian Keuangan, PHEI dikutip 8/7/2026, diolah Bareksa.
*Kumulatif kupon bersih yang diterima investor sejak diterbitkan

Keenam seri tersebut saat ini diperdagangkan sedikit di bawah harga par. Oleh karena itu, investor yang sedang mengevaluasi portofolio dapat membandingkan tambahan potensi pendapatan kupon dengan harga transaksi di pasar sekunder sehingga memperoleh gambaran potensi imbal hasil secara lebih menyeluruh.

Apa yang Perlu Dicek Sebelum Mengevaluasi Portofolio?

Bagi investor yang telah memiliki ORI atau SR, evaluasi portofolio sebaiknya dilakukan secara komprehensif, bukan hanya berdasarkan kenaikan kupon yang ditawarkan seri baru.

Sebelum mengambil keputusan investasi, investor dapat mempertimbangkan beberapa hal berikut:

  • apakah selisih kupon cukup signifikan dibanding seri yang dimiliki;

  • bagaimana harga obligasi di pasar sekunder dibandingkan harga beli;

  • berapa sisa tenor hingga jatuh tempo;

  • apakah terdapat potensi capital gain atau capital loss;

  • apakah perubahan portofolio masih sesuai dengan tujuan investasi dan kebutuhan arus kas.

Dengan pendekatan tersebut, keputusan investasi dapat dilakukan berdasarkan perhitungan yang lebih matang.

Berapa Tambahan Pendapatan yang Berpotensi Diperoleh?

Bagi investor yang memang sedang mempertimbangkan penyesuaian portofolio, selisih kupon antara ORI030 dan beberapa seri ORI maupun SR dapat meningkatkan potensi pendapatan kupon sekitar 0,65%-1% per tahun, tergantung seri yang dimiliki.

Tambahan kupon tersebut dapat menjadi lebih berarti bagi investor dengan nilai investasi yang besar atau yang mengandalkan pendapatan kupon sebagai arus kas rutin. 

Namun, manfaat tersebut tetap perlu dihitung bersama harga transaksi di pasar sekunder, biaya transaksi, dan potensi capital gain maupun capital loss agar menghasilkan perbandingan yang lebih komprehensif.

 Historis Harga ORI025T6, ORI026T6, ORI027T6 di Pasar Sekunder

Sumber: BCA

Selain kupon tetap, investor juga berpotensi memperoleh capital gain apabila harga obligasi di pasar sekunder kembali menguat. Secara historis, harga ORI tenor panjang pernah berada di kisaran 104%-106% dari harga par pada September 2025. Saat itu BI Rate turun dari 5% ke 4,75%. 

Namun kemudian harganya turun ke sekitar 98%-99% seiring kenaikan BI Rate menjadi 5,75% pada Juni 2026. Jika nantinya suku bunga kembali menurun, maka harga obligasi berpeluang pulih, meski hal tersebut tetap bergantung pada kondisi pasar. 

Apa yang Perlu Dipertimbangkan Investor?

Bagi investor yang memang sedang melakukan penyesuaian portofolio, ORI030 dapat menjadi salah satu alternatif untuk dipertimbangkan karena menawarkan kupon yang lebih tinggi dibandingkan beberapa seri ORI maupun SR seri sebelumnya.

Sementara itu, bagi investor yang berorientasi memperoleh pendapatan tetap hingga jatuh tempo dan tidak memiliki kebutuhan untuk menyesuaikan portofolio, mempertahankan kepemilikan seri yang dimiliki juga tetap dapat menjadi pilihan. Keputusan akhirnya bergantung pada tujuan investasi, kebutuhan likuiditas, serta kondisi masing-masing investor.

Key Takeaways

  • ORI030 menawarkan kupon tetap 6,9% (ORI030T3) dan 7% (ORI030T6).

  • Evaluasi portofolio tidak cukup hanya membandingkan besarnya kupon, tetapi juga perlu memperhatikan harga pasar, sisa tenor, dan yield to maturity.

  • ORI023T3, SR019T3, SR019T5, ORI023T6, ORI024T6, dan ORI025T3 merupakan seri yang memiliki selisih kupon relatif besar dibandingkan ORI030 sehingga dapat menjadi referensi awal dalam evaluasi portofolio.

  • Keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan tujuan investasi, kebutuhan likuiditas, dan profil risiko masing-masing investor.

Kesimpulan

Hadirnya ORI030 memberikan alternatif baru bagi investor SBN ritel, terutama karena menawarkan kupon yang lebih tinggi dibandingkan beberapa seri ORI maupun SR yang masih diperdagangkan di pasar sekunder.

Bagi investor yang telah memiliki ORI atau SR, momentum penerbitan ORI030 dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi kembali portofolio secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kupon, harga pasar, sisa tenor, yield to maturity, serta potensi capital gain atau capital loss. Dengan demikian, keputusan investasi tidak hanya didasarkan pada besarnya kupon, tetapi juga pada perhitungan imbal hasil dan tujuan keuangan masing-masing investor.

Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.

Investasi ORI030 di Sini

(Rahmat Hidayat/(Sigma Kinasih CTA, CFP/AM)

Tentang Penulis

*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​

Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pertanyaan Umum

Apakah investor harus menjual ORI atau SR lama untuk membeli ORI030?

Tidak. Evaluasi portofolio tidak selalu berarti melakukan perubahan investasi. Keputusan mempertahankan atau menyesuaikan kepemilikan SBN bergantung pada tujuan investasi, kebutuhan likuiditas, harga pasar, dan kondisi masing-masing investor.

Mengapa ORI030 menarik untuk dievaluasi?

ORI030 menawarkan kupon tetap 6,9% untuk tenor 3 tahun dan 7% untuk tenor 6 tahun, lebih tinggi dibandingkan beberapa seri ORI dan SR yang masih diperdagangkan di pasar sekunder.

Seri ORI dan SR apa saja yang dapat menjadi referensi evaluasi?

Berdasarkan simulasi pasar sekunder, seri dengan selisih kupon relatif besar dibandingkan ORI030 meliputi ORI023T3, SR019T3, SR019T5, ORI023T6, ORI024T6, dan ORI025T3.

Apakah selisih kupon otomatis membuat ORI030 lebih menguntungkan?

Belum tentu. Investor juga perlu mempertimbangkan harga obligasi di pasar sekunder, sisa tenor, biaya transaksi, serta potensi capital gain maupun capital loss untuk memperoleh gambaran total imbal hasil.

Kapan investor sebaiknya mengevaluasi portofolio SBN?

Evaluasi dapat dilakukan secara berkala, terutama ketika terdapat penerbitan seri SBN baru, perubahan kondisi pasar, atau perubahan tujuan investasi dan kebutuhan keuangan.

Profil Penulis

Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.