
Bareksa – Banyak orang bermimpi menikmati masa pensiun tanpa harus bergantung pada anak, keluarga, atau terus bekerja setiap hari. Salah satu cara yang mulai banyak dipertimbangkan adalah membangun pendapatan pasif (passive income) dari investasi yang memberikan arus kas rutin setiap bulan.
Salah satu instrumen yang dapat dimanfaatkan ialah Obligasi Negara Ritel (ORI030) yang sedang ditawarkan pemerintah pada 6–30 Juli 2026. Dengan kupon tetap 6,9% untuk ORI030T3 dan 7% untuk ORI030T6, investor berpotensi memperoleh pendapatan bulanan hingga puluhan juta rupiah, tergantung nilai investasi yang dimiliki.
Lalu, jika target pensiun kamu adalah memiliki pendapatan sekitar Rp20 juta per bulan, berapa modal yang perlu disiapkan?
Berdasarkan ilustrasi kupon neto resmi ORI030 dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, setiap investasi Rp1 juta pada ORI030T3 menghasilkan kupon bersih sekitar Rp5.175 per bulan, sedangkan ORI030T6 sekitar Rp5.250 per bulan setelah dipotong PPh Final 10%.
Dengan mengacu pada ilustrasi tersebut, untuk memperoleh kupon bersih sekitar Rp20 juta per bulan, investor membutuhkan investasi sekitar Rp3,865 miliar pada ORI030T3 atau sekitar Rp3,810 miliar pada ORI030T6.
Perhitungan berikut merupakan simulasi proporsional berdasarkan ilustrasi kupon neto resmi Kementerian Keuangan. Simulasi ini bertujuan memberikan gambaran besarnya investasi yang diperlukan untuk mencapai target pendapatan bulanan tertentu dan tidak memperhitungkan reinvestasi kupon maupun potensi keuntungan atau kerugian apabila ORI030 diperdagangkan di pasar sekunder.
Simulasi Modal untuk Mendapatkan Passive Income dari ORI030
Target Kupon Bersih per Bulan | Investasi di ORI030T3 | Investasi di ORI030T6 |
Rp1 juta | Rp193 juta | Rp190 juta |
Rp2 juta | Rp386 juta | Rp381 juta |
Rp5 juta | Rp966 juta | Rp952 juta |
Rp10 juta | Rp1,932 miliar | Rp1,905 miliar |
Rp20 juta | Rp3,865 miliar | Rp3,810 miliar |
Rp25 juta | Rp4,831 miliar | Rp4,762 miliar |
Rp50 juta | > Rp5 miliar* | Rp9,524 miliar |
Catatan: Untuk mencapai target kupon sekitar Rp50 juta per bulan melalui ORI030T3, kebutuhan investasi melebihi batas maksimum pemesanan Rp5 miliar untuk seri tersebut. Sementara itu, kebutuhan investasi ORI030T6 masih berada di bawah batas maksimum pemesanan Rp10 miliar.
Sumber: Simulasi Bareksa yang dihitung secara proporsional berdasarkan ilustrasi kupon neto resmi ORI030 dari DJPPR Kementerian Keuangan. Nilai telah memperhitungkan PPh Final 10% dan dibulatkan untuk memudahkan pembacaan.
Ada beberapa alasan mengapa ORI030 dapat dipertimbangkan sebagai salah satu instrumen untuk membangun pendapatan saat pensiun.
1. Kupon Tetap Hingga Jatuh Tempo
Berbeda dengan deposito yang bunganya dapat berubah mengikuti kondisi pasar, ORI030 menawarkan kupon tetap (fixed rate) hingga jatuh tempo. Artinya, selama memegang ORI030, investor akan menerima kupon dengan tingkat yang sama meskipun BI Rate berubah.
2. Kupon Dibayar Setiap Bulan
Kupon ORI030 dibayarkan setiap tanggal 15. Bagi investor yang sudah memasuki masa pensiun, pembayaran bulanan ini dapat menjadi sumber arus kas rutin untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
3. Pajaknya Lebih Rendah daripada Deposito
Kupon ORI030 dikenakan PPh Final 10%, sedangkan bunga deposito dikenakan PPh Final 20%. Dengan tarif pajak yang lebih rendah, hasil bersih yang diterima investor menjadi lebih optimal apabila tingkat imbal hasil bruto sebanding.
4. Dijamin Pemerintah
ORI030 merupakan Surat Utang Negara yang diterbitkan Pemerintah Republik Indonesia. Pokok investasi dan pembayaran kupon dijamin oleh negara sesuai Undang-Undang Surat Utang Negara, sehingga memiliki risiko gagal bayar yang relatif sangat rendah.
5. Bisa Diperdagangkan
Berbeda dengan beberapa jenis SBN ritel lainnya, ORI030 dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah Minimum Holding Period berakhir. Fitur ini memberikan fleksibilitas apabila investor membutuhkan likuiditas sebelum jatuh tempo.
Tentu tidak. Sebagian besar investor membangun portofolio investasi secara bertahap.
Misalnya:
menyisihkan sebagian penghasilan setiap bulan;
menginvestasikan bonus tahunan;
melakukan diversifikasi dengan reksadana pasar uang, pendapatan tetap, saham, atau emas sebelum akhirnya dialihkan ke ORI ketika masa penawaran dibuka.
Dengan strategi tersebut, target pendapatan pasif dapat dibangun dalam jangka panjang tanpa harus memiliki seluruh modal sekaligus.
Setelah memasuki masa pensiun dan mulai menerima kupon ORI030 setiap bulan, pengelolaan arus kas juga menjadi penting.
Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah membagi pendapatan bulanan sesuai kebutuhan, misalnya:
60% untuk kebutuhan hidup;
20% untuk dana kesehatan dan dana darurat;
20% untuk diinvestasikan kembali agar nilai aset tetap bertumbuh.
Komposisi tersebut hanyalah ilustrasi. Investor dapat menyesuaikannya dengan kondisi keuangan dan kebutuhan masing-masing.
Meskipun ORI030 menawarkan kupon tetap, investor tetap perlu mempertimbangkan:
kebutuhan likuiditas;
inflasi;
diversifikasi portofolio;
tujuan investasi jangka panjang.
ORI030 dapat menjadi salah satu sumber pendapatan saat pensiun, tetapi idealnya dipadukan dengan instrumen investasi lain agar portofolio lebih seimbang.
ORI030 menawarkan kupon tetap 6,9% (T3) dan 7% (T6).
Untuk memperoleh passive income sekitar Rp20 juta per bulan, dibutuhkan investasi sekitar Rp3,8 miliar.
Kupon dibayarkan setiap bulan dan dikenakan pajak final 10%.
ORI030 dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah Minimum Holding Period.
Membangun dana pensiun dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan finansial.
Masa pensiun yang nyaman tidak selalu harus bergantung pada gaji aktif. Dengan perencanaan yang matang, investasi pada instrumen seperti ORI030 dapat menjadi salah satu sumber pendapatan pasif melalui pembayaran kupon setiap bulan.
Meski demikian, kebutuhan modal untuk mencapai target pendapatan tertentu, seperti Rp20 juta per bulan, relatif besar sehingga perlu dipersiapkan jauh hari. Investor juga sebaiknya tetap melakukan diversifikasi portofolio dan menyesuaikan investasi dengan tujuan keuangan serta profil risikonya.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.
(Rahmat Hidayat/AM)
Tentang Penulis
*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.
***
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Sekitar Rp3,81 miliar untuk ORI030T6 atau Rp3,86 miliar untuk ORI030T3 berdasarkan simulasi kupon bersih setelah pajak.
Ya. Kupon dibayarkan setiap tanggal 15 setiap bulan.
ORI030 dapat menjadi salah satu pilihan bagi investor yang menginginkan pendapatan tetap bulanan, namun tetap perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan dan diversifikasi portofolio.
Bisa. ORI030 dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah Minimum Holding Period berakhir.
Tidak. Simulasi hanya menggambarkan estimasi pendapatan berdasarkan kupon resmi ORI030. Keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan kondisi dan tujuan keuangan masing-masing.