
Bareksa — Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan secara resmi menetapkan jadwal penerbitan Obligasi Negara Ritel seri ORI030-T3 dan ORI030-T6 dalam Kick Off Meeting ORI030 yang digelar pada 25 Juni 2026.
ORI030 menjadi seri ORI ke-30 yang diterbitkan pemerintah sejak 2006. Seperti empat seri sebelumnya (ORI026 hingga ORI029), ORI030-T6 kembali berstatus SDG Bond Ritel.
Dananya dialokasikan ke proyek-proyek Eligible SDGs Expenditures berdasarkan Sustainable Government Securities Framework Kemenkeu.
Tahapan | Tanggal |
|---|---|
Penetapan kupon | Jumat, 3 Juli 2026 |
Masa penawaran dibuka | Senin, 6 Juli 2026 pukul 09.00 WIB |
Masa penawaran ditutup | Kamis, 30 Juli 2026 pukul 10.00 WIB |
Tanggal penetapan hasil | Senin, 3 Agustus 2026 |
Tanggal setelmen | Rabu, 5 Agustus 2026 |
Pencatatan di bursa | Kamis, 6 Agustus 2026 |
Pembayaran kupon pertama | 15 September 2026 (long coupon) |
Minimum holding period berakhir | 16 September 2026 |
Jatuh tempo ORI030-T3 | 15 Juli 2029 |
Jatuh tempo ORI030-T6 | 15 Juli 2032 |
Sumber: DJPPR Kementerian Keuangan RI, 25 Juni 2026
ORI030 hadir dalam dua pilihan tenor dengan batas pemesanan berbeda.
Spesifikasi | ORI030-T3 | ORI030-T6 |
|---|---|---|
Tenor | 3 tahun | 6 tahun |
Jatuh tempo | 15 Juli 2029 | 15 Juli 2032 |
Minimum pemesanan | Rp1.000.000 | Rp1.000.000 |
Maksimum pemesanan | Rp5.000.000.000 | Rp10.000.000.000 |
Jenis kupon | Fixed rate | Fixed rate |
Tingkat kupon | Ditetapkan 3 Juli 2026 | Ditetapkan 3 Juli 2026 |
Status | Obligasi Negara Ritel | SDG Bond Ritel |
Kupon pertama | 15 September 2026 | 15 September 2026 |
Sumber: DJPPR Kementerian Keuangan RI, 25 Juni 2026
ORI030 dapat dibeli melalui 29 mitra distribusi resmi, 18 bank umum, 7 perusahaan efek, dan 4 APERD fintech termasuk PT Bareksa Portal Investasi atau Super App Bareksa.
ORI030-T6 melanjutkan status SDG Bond Ritel yang sudah diterapkan sejak ORI026-T6 pada September 2024 — menjadikan ORI030-T6 sebagai seri kelima berturut-turut dengan status ini.
Berdasarkan dokumen resmi DJPPR, seluruh dana dari penerbitan ORI030-T6 digunakan untuk pemenuhan target pembiayaan APBN 2026, dan pemerintah akan menginvestasikan jumlah setara ke dalam proyek-proyek yang memenuhi syarat sebagai Eligible SDGs Expenditures berdasarkan Sustainable Government Securities Framework Kemenkeu — selaras dengan Sustainable Development Goals nomor 1, 5, 8, dan 10.
Dari sisi investor, ORI030-T6 tidak berbeda dari seri ORI sebelumnya dalam hal jaminan: pokok dan kupon tetap dijamin penuh oleh negara berdasarkan undang-undang, dan imbal hasil bersifat fixed rate hingga jatuh tempo.
Karena setelmen jatuh pada 5 Agustus 2026 sementara pembayaran kupon pertama dijadwalkan 15 September 2026, jangka waktu kupon pertama lebih panjang dari satu bulan penuh. Kondisi ini disebut long coupon.
Kupon pertama mencakup dua komponen: bunga proporsional dari 6 Agustus hingga 15 Agustus 2026 (10 hari dari 31 hari), ditambah kupon satu bulan penuh dari 15 Agustus hingga 15 September 2026. Total kupon pertama per unit Rp1 juta akan lebih besar dari kupon bulan-bulan berikutnya. Nilai pastinya baru dapat dihitung setelah kupon resmi ditetapkan pada 3 Juli 2026.
Mulai pembayaran kupon kedua, investor menerima kupon bulanan penuh yang dihitung: (1/12) × kupon (%) × Rp1.000.000 — dibayar setiap tanggal 15 sampai jatuh tempo.
ORI030 hadir dalam lingkungan suku bunga yang tinggi secara historis. BI Rate kini berada di 5,75% per 18 Juni 2026 — naik 100 basis poin hanya dalam dua bulan dari 4,75% di April 2026. Dari rekam jejak 29 seri ORI sejak 2006, kupon ORI selalu ditetapkan di atas BI Rate saat penawaran, dengan rata-rata spread sekitar 133 basis poin.
Sebagai perbandingan, LPS menaikkan Tingkat Bunga Penjaminan deposito rupiah bank umum menjadi 3,75% berlaku 1 Juli 2026. Setelah PPh final 20%, imbal hasil bersih deposito hanya sekitar 3% per tahun. Kupon ORI dikenakan PPh final 10% — separuh pajak deposito.
Bareksa adalah mitra distribusi resmi Kemenkeu untuk ORI030. Langkah pembelian: (1) pastikan akun SBN di Bareksa sudah aktif sebelum masa penawaran dibuka; (2) pantau pengumuman kupon resmi pada 3 Juli 2026; (3) lakukan pemesanan pada 6–30 Juli 2026; (4) setelmen dilaksanakan 5 Agustus 2026.
Jadwal ORI030 sudah resmi: kupon diumumkan 3 Juli, penawaran dibuka 6 Juli, dan kupon pertama cair 15 September 2026. ORI030-T6 melanjutkan status SDG Bond Ritel yang sudah berjalan sejak ORI026-T6, menawarkan kepastian imbal hasil fixed rate sekaligus kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan. Dengan BI Rate di level tertinggi lebih dari setahun, investor yang masuk di pasar perdana berpotensi mengunci kupon yang kompetitif sejak hari pertama.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.
Siap-siap Investasi ORI030 di Sini
(Rahmat Hidayat/AM)
Tentang Penulis
*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.
***
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Kupon ORI030-T3 dan ORI030-T6 ditetapkan resmi oleh pemerintah pada Jumat, 3 Juli 2026, tiga hari sebelum masa penawaran dibuka. Pengumuman resmi tersedia di kemenkeu.go.id dan melalui mitra distribusi termasuk Bareksa.
SDG Bond Ritel adalah obligasi negara ritel yang dananya dialokasikan ke proyek Eligible SDGs Expenditures sesuai Sustainable Government Securities Framework Kemenkeu. Status ini pertama kali diterapkan pada ORI026-T6 (September 2024) dan berlanjut di ORI027-T6, ORI028-T6, ORI029-T6, hingga ORI030-T6. Berdasarkan dokumen resmi DJPPR, hanya tenor 6 tahun yang mendapat status ini — ORI030-T3 adalah obligasi negara ritel biasa.
ORI030 dapat dipindahtangankan setelah minimum holding period (MHP) berakhir pada 16 September 2026 — satu hari setelah kupon pertama dibayarkan pada 15 September 2026.
Kupon pertama bersifat long coupon karena periode perhitungannya lebih dari satu bulan (6 Agustus hingga 15 September 2026). Nilainya lebih besar dari kupon bulanan reguler dan baru dapat dihitung setelah kupon resmi ditetapkan pada 3 Juli 2026.
Ya. Maksimum pemesanan ORI030-T3 adalah Rp5 miliar per investor, dan ORI030-T6 adalah Rp10 miliar per investor. Minimum pemesanan Rp1 juta dengan kelipatan Rp1 juta untuk keduanya.