Berita / SBN / Artikel

ORI030: Kupon Diprediksi Tembus 7,05%, Tertinggi sejak 2019

Abdul Malik • 23 Jun 2026

an image
Ilustrasi prediksi kupon ORI030. (Photo by Nataliya Vaitkevich: Pexels)

Tim Analis Bareksa memprediksi kupon ORI030 di kisaran 6,80–7,05% per tahun, berpotensi jadi ORI dengan kupon tertinggi sejak 2019. Bisa dibeli di Bareksa.

Bareksa - ORI030 berpeluang menjadi Obligasi Negara Ritel dengan kupon tertinggi sejak 2019, didorong kenaikan BI Rate 100 basis poin hanya dalam dua bulan. Tim Analis Bareksa memprediksi kupon ORI030-T3 di kisaran 6,80–6,90% dan ORI030-T6 di kisaran 6,95–7,05% per tahun.

Masa penawaran direncanakan 6-30 Juli 2026 (tentatif), menunggu pengumuman resmi pemerintah.

Pemerintah berencana menerbitkan ORI seri ORI030 sekitar Juli 2026. Di tengah kenaikan BI Rate yang berlangsung cepat dan kondisi pasar SBN yang bergejolak, Tim Analis Bareksa memproyeksikan imbal hasil ORI030 lebih kompetitif dari seri-seri sebelumnya, bahkan berpeluang menjadi yang tertinggi sejak 2019.

Berdasarkan analisis Tim Analis Bareksa terhadap yield SBN di pasar sekunder dan kondisi pasar keuangan terkini, berikut proyeksi imbal hasil ORI030:

Seri
Prediksi Kupon
BI Rate
Spread vs BI Rate
​ORI030-T3
6,8–6,9%
5,75%
1,05–1,15%
ORI030-T6
6,95–7,05%
5,75%
1,2–1,3%

Sumber: Tim Analis Bareksa

Spread prediksi berada di atas rata-rata historis ORI, mencerminkan kondisi pasar SBN yang bergejolak beberapa pekan terakhir. Per 23 Juni 2026, yield SBN di pasar sekunder (PHEI) berada di 7,03% untuk tenor 3 tahun dan 7,08% untuk tenor 6 tahun. Penetapan kupon final menunggu pengumuman resmi pemerintah.

Mengapa Kupon ORI030 Diprediksi Lebih Tinggi?

BI Rate naik 100 basis poin dalam dua bulan: dari 4,75% (April 2026) menjadi 5,75% (18 Juni 2026), level tertinggi sejak April 2025. Data historis spread kupon ORI terhadap BI Rate saat penerbitan:

Seri ORI

Kupon T3

Kupon T6

BI Rate

Spread T3

Spread T6

ORI026 (Sep 2024)

6,3%

6,4%

6%

0,3%

0,4%

ORI027 (Feb 2025)

6,65%

6,75%

5,75%

0,9%

1%

ORI028 (Sep 2025)

5,35%

5,65%

4,75%

0,6%

0,9%

ORI029 (Jan 2026)

5,45%

5,80%

4,75%

0,7%

1,05%

ORI030 (rencana Jul 2026)

Prediksi: 6,8–6,9%

Prediksi: 6,95–7,05%

5,75%

Prediksi: 1,05–1,15%

Prediksi: 1,2–1,3%

Sumber: Kemenkeu RI, diolah Tim Analis Bareksa

Saat ORI027 terbit dengan BI Rate yang sama (5,75%), yield SBN 3 tahun di pasar sekunder berada di 7,02–7,10% (PHEI, Januari 2025) dan pemerintah menetapkan kupon 37–45 bps di bawah yield sekunder. Kondisi yield sekunder saat ORI030 ini serupa, namun pasar SBN kini lebih bergejolak, seiring kenaikan BI Rate 100 bps dalam dua bulan, mendorong ekspektasi spread yang lebih lebar.

Jika prediksi ini terealisasi, ORI030-T6 berpotensi melampaui ORI027 (6,75%) dan menjadi ORI dengan kupon tertinggi sejak 2019. Sinyal paling konkret datang dari ST016, Sukuk Tabungan yang baru selesai masa penawarannya yang menetapkan spread 130–150 bps terhadap BI Rate, naik signifikan dari seri ST sebelumnya. Pemerintah telah mengakomodasi gejolak pasar dalam penentuan imbal hasil SBN Ritel terkini.

Sinyal Pasar: Yield SBN Terkini

Dua lelang SBN baru-baru ini memperkuat gambaran kondisi pasar. Lelang SUN 9 Juni 2026 mencatat yield FR0109 (tenor ~5 tahun) di 7,43%. Lelang SBSN 17 Juni 2026 mencatat yield PBS030 (~2 tahun) di 7,08% dan PBSG002 (~7 tahun) di 7,11%, konsisten dengan data PHEI. Tekanan di pasar SBN ini menjadi salah satu dasar proyeksi Tim Analis Bareksa bahwa spread kupon ORI030 berpotensi lebih lebar dari pola historis saat BI Rate di level serupa.

Keunggulan ORI030 

ORI030 menawarkan karakteristik utama yang menjadikannya pilihan menarik bagi investor ritel:

  • Kupon tetap (fixed rate): Imbal hasil terkunci hingga jatuh tempo, tidak terpengaruh fluktuasi pasar.

  • Dijamin negara 100%: Pokok dan kupon dijamin Undang-Undang dan dianggarkan dalam APBN.

  • Kupon dibayar bulanan: Ditransfer ke rekening investor setiap tanggal 15.

  • Dapat diperdagangkan: ORI bersifat tradable di pasar sekunder antar investor domestik.

  • Pajak lebih ringan: PPh final 10% atas kupon, lebih rendah dari deposito perbankan pada umumnya.

Sebagai perbandingan, Tingkat Bunga Penjaminan LPS periode 1 Juni–30 September 2026 untuk simpanan rupiah bank umum berada di 3,5%, jauh di bawah proyeksi kupon ORI030.

Cara Beli ORI030 di Bareksa

ORI030 dapat dibeli di Bareksa pada 6-30 Juli 2026 (tentatif) secara online, tanggal pasti mengikuti pengumuman resmi pemerintah. Bareksa adalah Mitra Distribusi resmi Kemenkeu untuk SBN Ritel. Proses pemesanan: (i) registrasi, (ii) pemesanan, (iii) pembayaran, (iv) setelmen/konfirmasi.

Pastikan akun SBN kamu sudah aktif dan pantau pengumuman resmi pemerintah agar tidak ketinggalan.

Catatan untuk Investor

Prediksi kupon 6,8–7,05% per tahun merupakan proyeksi Tim Analis Bareksa berdasarkan data historis dan kondisi pasar terkini. Angka ini belum merupakan kupon resmi, kupon final ditetapkan pemerintah dan dapat berbeda sesuai perkembangan yield SBN sekunder hingga tanggal penetapan.

Kesimpulan

ORI030 hadir di tengah lingkungan suku bunga yang naik cepat dan pasar SBN yang bergejolak, dua kondisi yang secara historis mendorong kupon ORI lebih kompetitif. Dengan prediksi 6,8–6,9% (T3) dan 6,95–7,05% (T6), spread yang diproyeksikan lebih lebar dari pola ORI027 saat BI Rate di level sama, didukung tren ST016 yang menetapkan spread hampir dua kali lipat seri sebelumnya. Masa penawaran direncanakan 6-30 Juli, menunggu pengumuman resmi pemerintah. 

Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.

Siap-siap Investasi ORI030 di Sini

(Rahmat Hidayat/Sigma Kinasih CTA, CFP/AM)

Tentang Penulis

*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​

Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pertanyaan Umum

1. Apa itu ORI030 dan kapan masa penawarannya?

ORI030 adalah Obligasi Negara Ritel seri terbaru yang ditawarkan kepada Warga Negara Indonesia. Masa penawaran direncanakan 6-30 Juli 2026, jadwal pasti mengikuti pengumuman resmi pemerintah dan dapat berubah.

2. Berapa prediksi kupon ORI030 dari Tim Analis Bareksa?

Tim Analis Bareksa memprediksi kupon ORI030-T3 di kisaran 6,8–6,9% dan ORI030-T6 di kisaran 6,95–7,05% per tahun—mencerminkan spread 1,05–1,3% di atas BI Rate 5,75%.

3. Mengapa prediksi kupon ORI030 lebih tinggi dari ORI029?

BI Rate naik 100 bps dalam dua bulan (4,75% → 5,75%), mendorong repricing yield SBN sekunder yang lebih agresif. ORI029 terbit saat BI Rate 4,75% dengan kupon tertinggi 5,8%; ORI030 diprediksi menawarkan hingga 7,05%—yang jika terealisasi akan menjadi kupon ORI tertinggi sejak 2019.

4. Apakah prediksi kupon ORI030 sudah pasti?

Belum. Ini proyeksi Tim Analis Bareksa berdasarkan data historis dan kondisi pasar. Kupon final ditetapkan pemerintah dan bisa berbeda sesuai perkembangan pasar hingga tanggal penetapan.

5. Apakah ORI030 akan diterbitkan sebagai SDG Bond?

Belum diumumkan resmi. Namun mengingat tren ORI tematik sejak ORI026T6, SDG Bond ritel pertama di Asia Tenggara, seri tenor 6 tahun ORI030 berpeluang kembali menggunakan kerangka SDG.

Profil Penulis

Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.