Berita / SBN / Artikel

ST016 Laris Terjual Rp22,6 Triliun, Investor Siap Incar ORI030 di Tengah BI Rate 5,5%

Abdul Malik • 09 Jun 2026

an image
Ilustrasi imbal hasil kupon ORI030 yang berpotensi menarik karena akan diterbitkan di tengah BI Rate yang naik jadi 5,5%. (Shutterstock)

ST016 terjual Rp22,6 triliun dengan 81.667 investor. Kini pasar menanti ORI030 yang ditawarkan Juli 2026, tepat setelah BI Rate naik ke 5,5%.

Bareksa - Penjualan Sukuk Tabungan ST016 resmi ditutup dengan total penerbitan Rp22,617 triliun, diserap oleh 81.667 investor selama masa penawaran 8 Mei hingga 3 Juni 2026. Berdasarkan siaran pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan tertanggal 8 Juni 2026, hasil tersebut terdiri dari seri ST016T2 (tenor 2 tahun) senilai Rp15,302 triliun dan seri ST016T4 (tenor 4 tahun) senilai Rp7,315 triliun. 

Momentum ini terjadi tepat ketika Bank Indonesia menaikkan BI Rate menjadi 5,5%, membuka ekspektasi positif terhadap instrumen SBN Ritel berikutnya, yakni ORI030.

ST016T2 menawarkan tingkat imbalan 6,05% per tahun, sementara ST016T4 mencapai 6,25% per tahun dengan skema floating with floor. Sebanyak Rp7,23 triliun atau 50,11% dari total ST012T2 yang jatuh tempo pada 10 Mei 2026 senilai Rp14,42 triliun direinvestasikan ke ST016. Reinvestasi setengah dari dana yang jatuh tempo mencerminkan tingginya retensi investor SBN Ritel.

ST016 menjaring 15.847 investor baru terhadap basis SBN Ritel, dan 20.081 investor baru terhadap basis SBSN Ritel, mencerminkan perluasan basis investor syariah yang lebih signifikan.

Berdasarkan generasi, investor milenial (Generasi Y) mendominasi jumlah pemesan sebesar 52,15%, namun Generasi X mencatatkan volume pemesanan terbesar sebesar 42,39%. ST016T4 juga merupakan seri Green Sukuk Ritel, selaras dengan komitmen pembiayaan proyek hijau APBN 2026.

ORI030 dan Dampak Kenaikan BI Rate 5,5% 

Bank Indonesia menaikkan BI Rate 25 bps menjadi 5,5% dalam Rapat Dewan Gubernur 9 Juni 2026, melanjutkan kenaikan 50 bps pada Mei 2026. Kenaikan ini, ditujukan untuk memperkuat stabilisasi rupiah di tengah tekanan global, secara historis berdampak pada penetapan kupon instrumen SBN ritel berikutnya. ORI030 dijadwalkan ditawarkan pada periode 6–30 Juli 2026 berdasarkan jadwal tentatif Kementerian Keuangan.

Mekanisme penetapan kupon ORI mengacu pada kondisi pasar saat penerbitan, termasuk level BI Rate yang berlaku. Kenaikan BI Rate cenderung mendorong ekspektasi kupon yang lebih kompetitif pada instrumen SBN Ritel baru. Investor yang sebelumnya memilih ST016 kini dapat mencermati ORI030 sebagai instrumen dengan karakteristik tradable di pasar sekunder, berbeda dengan ST yang bersifat non-tradable.

Dengan total penjualan ST016 yang melampaui basis investor ritel yang signifikan, permintaan terhadap SBN Ritel menunjukkan ketahanan di tengah volatilitas pasar. Kebijakan BI Rate 5,5% menambah daya tarik instrumen pendapatan tetap domestik sebagai alternatif di tengah pelemahan rupiah dan tekanan pasar saham. Kondisi ini menempatkan ORI030 sebagai instrumen yang akan dicermati investor ritel menjelang masa penawarannya.

Tabel Ringkasan Penerbitan ST016 dan Jadwal ORI030

Indikator
Nilai

Total penerbitan ST016

Rp22,617 triliun

ST016T2 (tenor 2 tahun)

Rp15,302 triliun — imbalan 6,05%/tahun

ST016T4 (tenor 4 tahun, Green Sukuk)

Rp7,315 triliun — imbalan 6,25%/tahun

Jumlah investor ST016

81.667 investor

Reinvestasi dari ST012T2 jatuh tempo

Rp7,23 triliun (50,11%)

BI Rate per 9 Juni 2026

5,50% (+25 bps)

ORI030 — masa penawaran tentatif

6–30 Juli 2026

Sumber: DJPPR Kemenkeu, BI

Catatan penting untuk investor

  • ST016 total penerbitan: Rp22,617 triliun (81.667 investor)

  • ST016T2: imbalan 6,05%/tahun | ST016T4: 6,25%/tahun

  • BI Rate per 9 Juni 2026: 5,50% (naik 25 bps)

  • ORI030 — jadwal penawaran tentatif: 6–30 Juli 2026

  • ORI030 bersifat tradable (dapat diperjualbelikan di pasar sekunder)

  • Besaran kupon ORI030 belum ditetapkan — mengikuti kondisi pasar saat penerbitan

Kesimpulan

ST016 berhasil diserap pasar dengan total penerbitan Rp22,617 triliun dan 81.667 investor, mencerminkan minat yang kuat terhadap instrumen SBN ritel berbasis syariah di tengah ketidakpastian global. Tingkat reinvestasi sebesar 50,11% dari ST012T2 yang jatuh tempo juga mengindikasikan loyalitas basis investor SBN ritel yang terjaga.

Kenaikan BI Rate menjadi 5,5% per 9 Juni 2026 menempatkan ORI030 yang dijadwalkan ditawarkan pada Juli 2026 sebagai instrumen yang akan menjadi perhatian investor. Kupon ORI030 akan ditetapkan sesuai kondisi pasar saat penerbitan, dan investor perlu mencermati pengumuman resmi Kementerian Keuangan untuk informasi final.

FAQ

1. Berapa total penjualan ST016 dan siapa saja investornya?
ST016 terjual Rp22,617 triliun kepada 81.667 investor selama masa penawaran 8 Mei–3 Juni 2026. Investor milenial mendominasi jumlah pemesan (52,15%), sementara Generasi X mencatatkan volume terbesar (42,39%).

2. Kapan ORI030 ditawarkan dan berapa kuponnya?
ORI030 dijadwalkan ditawarkan pada 6–30 Juli 2026 berdasarkan jadwal tentatif Kementerian Keuangan. Besaran kupon belum ditetapkan dan akan diumumkan mendekati masa penawaran.

3. Apa dampak kenaikan BI Rate 5,5% terhadap ORI030?
Kenaikan BI Rate cenderung memengaruhi ekspektasi kupon SBN ritel baru. Namun, besaran kupon ORI030 resmi akan ditentukan oleh Kementerian Keuangan sesuai kondisi pasar saat penerbitan.

4. Apa perbedaan ORI030 dengan ST016?
ORI030 adalah obligasi konvensional dengan kupon tetap (fixed rate) yang bersifat tradable di pasar sekunder. ST016 merupakan instrumen syariah (sukuk) dengan imbalan mengambang (floating with floor) yang bersifat non-tradable.

5. Apakah investasi di ORI030 aman?
ORI030 merupakan instrumen SBN yang diterbitkan dan dijamin Pemerintah Indonesia berdasarkan undang-undang. Risiko pasar tetap ada, terutama fluktuasi harga di pasar sekunder jika dijual sebelum jatuh tempo.

Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.

Siap-siap Investasi ORI030 di Sini

(Rahmat Hidayat/AM)

Tentang Penulis

*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​

Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.