Berita / SBN / Artikel

BI Rate Resmi Naik Jadi 5,25%, Imbal Hasil ST016 akan Tembus 6,75%

Abdul Malik • 20 May 2026

an image
Ilustrasi kupon atau imbal hasil ST016 dengan skema floating with floor yang ikut naik saat suku bunga BI naik. (Shutterstock)

BI Rate naik jadi 5,25% akan mendorong kupon ST016-T2 menjadi 6,55% dan ST016-T4 hingga 6,75%, lebih tinggi dibanding deposito.

Bareksa - Bank Indonesia (BI) resmi menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 50 basis poin (bps) dari 4,75% menjadi 5,25% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 20 Mei 2026. Kenaikan BI Rate ini akan mendorong kenaikan kupon Sukuk Tabungan seri ST016, baik ST016T2 (tenor 2 tahun) dan ST016T4 (tenor 4 tahun), pada periode penyesuaian berikutnya.

ST016 merupakan Surat Berharga Negara (SBN) ritel berbasis syariah dengan skema kupon floating with floor. Artinya, kupon ST016 dapat naik mengikuti kenaikan BI Rate, namun tidak akan turun di bawah tingkat kupon minimal yang sudah ditetapkan pemerintah.

Dengan BI Rate di level 5,25%, maka kupon ST016T2 akan naik dari 6,05% menjadi 6,55%. Sementara itu, kupon ST016T4 akan meningkat dari 6,25% menjadi 6,75%. Penyesuaian kupon tersebut diperkirakan berlaku mulai 11 Agustus 2026 dan untuk pembayaran kupon mulai 10 September 2026. Namun ini dengan catatan jika BI Rate tidak ada perubahaan hingga 10 Agustus 2026.

Penyesuaian imbalan mulai berlaku pada tanggal-tanggal berikut (merujuk BI Rate 3 hari sebelumnya):

  • 11 Februari (setiap tahun)

  • 11 Mei (setiap tahun)

  • 11 Agustus (setiap tahun)

  • 11 November (setiap tahun)

Simulasi Kupon ST016 Saat BI Rate 5,25%

Keterangan
ST016T2
ST016T4
Deposito

BI Rate + Spread

5,25% + 1,3%

5,25% + 1,5%

Kupon/Bunga Aktual

6,55%

6,75%

4%

Pajak

10%

10%

20%

Imbal Hasil Bersih (After Tax)

5,895%

6,075%

3,2%

Selisih vs Deposito

2,695%

2,875%

Sumber: BI, Kemenkeu, LPS, diolah

Imbal hasil bersih (after-tax yield) ST016-T4 yang berpotensi menembus 6% dinilai menjadi salah satu yang tertinggi untuk instrumen investasi berisiko rendah yang dijamin negara.

Simulasi Pendapatan Bersih per Bulan Investasi Rp100 Juta

BI Rate

Deposito

ST016-T2

ST016-T4

Selisih T4 vs Deposito

BI Rate 5,25%

Rp266.667

Rp491.250

Rp506.250

Rp239.583/bulan

Sumber: Kemenkeu, BI, diolah

Dari simulasi tersebut, ST016-T4 berpotensi memberikan tambahan pendapatan sekitar Rp239 ribu per bulan dibanding deposito pada skenario BI Rate 5,25%.

Keunggulan ST016

  • Dijamin pemerintah sesuai Undang-Undang SBN

  • Menggunakan skema kupon floating with floor

  • Kupon berpotensi naik saat BI Rate meningkat

  • Pajak kupon lebih rendah dibanding deposito

  • Cocok untuk investor konservatif yang mencari pendapatan pasif stabil

Masa penawaran ST016 berlangsung sejak 8 Mei hingga 3 Juni 2026.

Kesimpulan

Kenaikan BI Rate menjadi 5,25% membuka peluang kenaikan imbal hasil ST016 hingga 6,75%. Dengan pajak lebih rendah dibanding deposito dan skema floating with floor, ST016 tetap menarik bagi investor yang mencari pendapatan pasif stabil dengan risiko relatif rendah. 

FAQ

1. Kapan kupon baru ST016 mulai berlaku?
Penyesuaian kupon diperkirakan berlaku pada 11 Agustus 2026 dan dibayarkan mulai 10 September 2026.

2. Apakah kupon ST016 bisa turun?
Kupon ST016 dapat berubah mengikuti BI Rate, namun tidak akan turun di bawah kupon minimal (floor) yang telah ditetapkan saat penerbitan.

3. Apa perbedaan ST016 dengan deposito?
ST016 menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dan pajak lebih rendah, yakni 10% dibanding deposito 20%.

4. Sampai kapan masa penawaran ST016?
Masa penawaran ST016 berlangsung hingga 3 Juni 2026.

Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya. 

Investasi ST016 di Sini

(Rahmat Hidayat/AM)

Tentang Penulis

*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​

Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.