
Bareksa - Investor Sukuk Tabungan seri ST012T2 yang jatuh tempo pada 10 Mei 2026, bisa mulai mencermati peluang reinvestasi ke Sukuk Tabungan ST016 seri ST016T2 dan ST016T4 yang ditawarkan pemerintah mulai 8 Mei–3 Juni 2026. Adapun ST012T2 ditawarkan pada 26 April-29 Mei 2024.
Informasi ini penting karena ST016 menawarkan kupon floating with floor berbasis BI Rate, sehingga berpotensi menjaga imbal hasil saat suku bunga masih tinggi. Berdasarkan informasi Kementerian Keuangan, ST016 merupakan SBN Ritel syariah non tradable berbasis akad syariah.
ST016T2 menawarkan kupon minimal 6,05% per tahun atau BI Rate +130 bps dengan tenor 2 tahun. Sementara ST016T4 menawarkan kupon minimal 6,25% atau BI Rate +150 bps dengan tenor 4 tahun. Kupon bersifat floating with floor, sehingga dapat naik mengikuti BI Rate, namun tidak turun di bawah batas minimal awal.
Hasil simulasi menunjukkan investor yang berinvestasi Rp100 juta di ST012T2, kini saat jatuh tempo dananya tumbuh jadi Rp111 juta. Dari dana ini jika reinvestasi ke ST016T2 berpotensi menghasilkan total imbal hasil bersih sekitar Rp12,08 juta hingga jatuh tempo. Jika dialihkan ke ST016T4, maka total imbal hasil bersih berpotensi mencapai sekitar Rp24,45 juta dengan tenor lebih panjang hingga 2030.
Simulasi kupon bulanan menunjukkan ST016 masih menawarkan imbal hasil bersih di atas deposito. Untuk investasi Rp100 juta, estimasi kupon bersih ST016T2 sekitar Rp453 ribu per bulan dan ST016T4 sekitar Rp468 ribu per bulan, sedangkan simulasi deposito sekitar Rp233 ribu per bulan.
Pajak kupon ST hanya 10%, lebih rendah 50% dibanding pajak bunga deposito 20%. Selain itu, ST016 dijamin pemerintah dan menjadi instrumen syariah yang dapat menjadi alternatif diversifikasi di tengah volatilitas pasar keuangan global.
Meski demikian, investor tetap perlu mencermati tenor investasi, kebutuhan likuiditas, dan risiko perubahan suku bunga. ST016 juga bersifat non tradable sehingga tidak dapat diperjualbelikan di pasar sekunder sebelum jatuh tempo.
Tabel Ringkasan ST016
Keterangan | ST016T2 | ST016T4 |
|---|---|---|
Kupon Minimal | 6,05% | 6,25% |
Skema Kupon | Floating with floor | Floating with floor |
Spread BI Rate | BI Rate +130 bps | BI Rate +150 bps |
Tenor | 2 Tahun | 4 Tahun |
Jatuh Tempo | 10 Juni 2028 | 10 Mei 2030 |
Pajak Kupon | 10% | 10% |
Minimal Pembelian | Rp1 juta | Rp1 juta |
Maksimal Pembelian | Rp5 miliar | Rp10 miliar |
Jenis Produk | Syariah Non Tradable | Syariah Non Tradable |
Sumber: Kemenkeu, diolah
Tabel Simulasi Kupon Bersih per Bulan
Nilai Investasi | ST016T2 | ST016T4 | Deposito* |
|---|---|---|---|
Rp10 juta | Rp45.378 | Rp46.872 | Rp23.333 |
Rp100 juta | Rp453.780 | Rp468.720 | Rp233.333 |
Rp1 miliar | Rp4.537.800 | Rp4.687.200 | Rp2.333.333 |
*Simulasi deposito menggunakan asumsi bunga deposito dan pajak berlaku.
Sumber: Kemenkeu, LPS, diolah
Tabel Simulasi Reinvestasi
Simulasi | ST016T2 | ST016T4 |
|---|---|---|
Dana Reinvestasi | Rp111 juta | Rp111 juta |
Total Imbal Hasil Bersih | Rp12,08 juta | Rp24,45 juta |
Total Dana Saat Jatuh Tempo | Rp123,08 juta | Rp135,45 juta |
Sumber: Kemenkeu, diolah
ST016 menjadi perhatian investor syariah di tengah suku bunga BI yang masih tinggi. Skema floating with floor membuat kupon berpotensi tetap kompetitif jika suku bunga bertahan tinggi lebih lama.
Strategi reinvestasi dari ST012 ke ST016 dapat dicermati investor yang mencari pendapatan rutin berbasis syariah. Namun keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko dan kebutuhan dana masing-masing.
1. Kapan masa penawaran ST016?
8 Mei–3 Juni 2026.
2. Berapa kupon minimal ST016T2 dan ST016T4?
ST016T2 sebesar 6,05% dan ST016T4 sebesar 6,25% per tahun.
3. Apa arti floating with floor?
Kupon dapat naik mengikuti BI Rate, tetapi tidak turun di bawah kupon minimal awal.
4. Apakah ST016 bisa dijual sebelum jatuh tempo?
Tidak. ST016 merupakan SBN ritel non tradable.
5. Apa keunggulan pajak ST dibanding deposito?
Pajak kupon ST sebesar 10%, lebih rendah dibanding pajak deposito 20%.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.
(Rahmat Hidayat/AM)
Tentang Penulis
*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.