Berita / SBN / Artikel

ST012T2 Jatuh Tempo, Reinvestasi ke ST016 Jaga Imbal Hasil Tetap Kompetitif

Abdul Malik • 12 May 2026

an image
Ilustrasi investor ST012T2 yang reinvestasi ke ST016 untuk menjaga imbal hasilnya tetap kompetitif. (Shutterstock)

Simulasi reinvestasi ST012 ke ST016 menunjukkan potensi imbal hasil syariah lebih tinggi di tengah suku bunga BI masih tinggi.

Bareksa - Investor Sukuk Tabungan seri ST012T2 yang jatuh tempo pada 10 Mei 2026, bisa mulai mencermati peluang reinvestasi ke Sukuk Tabungan ST016 seri ST016T2 dan ST016T4 yang ditawarkan pemerintah mulai 8 Mei–3 Juni 2026. Adapun ST012T2 ditawarkan pada 26 April-29 Mei 2024.

Informasi ini penting karena ST016 menawarkan kupon floating with floor berbasis BI Rate, sehingga berpotensi menjaga imbal hasil saat suku bunga masih tinggi. Berdasarkan informasi Kementerian Keuangan, ST016 merupakan SBN Ritel syariah non tradable berbasis akad syariah.

ST016T2 menawarkan kupon minimal 6,05% per tahun atau BI Rate +130 bps dengan tenor 2 tahun. Sementara ST016T4 menawarkan kupon minimal 6,25% atau BI Rate +150 bps dengan tenor 4 tahun. Kupon bersifat floating with floor, sehingga dapat naik mengikuti BI Rate, namun tidak turun di bawah batas minimal awal.

Hasil simulasi menunjukkan investor yang berinvestasi Rp100 juta di ST012T2, kini saat jatuh tempo dananya tumbuh jadi Rp111 juta. Dari dana ini jika reinvestasi ke ST016T2 berpotensi menghasilkan total imbal hasil bersih sekitar Rp12,08 juta hingga jatuh tempo. Jika dialihkan ke ST016T4, maka total imbal hasil bersih berpotensi mencapai sekitar Rp24,45 juta dengan tenor lebih panjang hingga 2030.

Kupon ST016 Lebih Tinggi dari Deposito

Simulasi kupon bulanan menunjukkan ST016 masih menawarkan imbal hasil bersih di atas deposito. Untuk investasi Rp100 juta, estimasi kupon bersih ST016T2 sekitar Rp453 ribu per bulan dan ST016T4 sekitar Rp468 ribu per bulan, sedangkan simulasi deposito sekitar Rp233 ribu per bulan.

Pajak kupon ST hanya 10%, lebih rendah 50% dibanding pajak bunga deposito 20%. Selain itu, ST016 dijamin pemerintah dan menjadi instrumen syariah yang dapat menjadi alternatif diversifikasi di tengah volatilitas pasar keuangan global.

Meski demikian, investor tetap perlu mencermati tenor investasi, kebutuhan likuiditas, dan risiko perubahan suku bunga. ST016 juga bersifat non tradable sehingga tidak dapat diperjualbelikan di pasar sekunder sebelum jatuh tempo.

Tabel Ringkasan ST016

Keterangan
ST016T2
ST016T4

Kupon Minimal

6,05%

6,25%

Skema Kupon

Floating with floor

Floating with floor

Spread BI Rate

BI Rate +130 bps

BI Rate +150 bps

Tenor

2 Tahun

4 Tahun

Jatuh Tempo

10 Juni 2028

10 Mei 2030

Pajak Kupon

10%

10%

Minimal Pembelian

Rp1 juta

Rp1 juta

Maksimal Pembelian

Rp5 miliar

Rp10 miliar

Jenis Produk

Syariah Non Tradable

Syariah Non Tradable

Sumber: Kemenkeu, diolah

Tabel Simulasi Kupon Bersih per Bulan

Nilai Investasi
ST016T2
ST016T4
Deposito*

Rp10 juta

Rp45.378

Rp46.872

Rp23.333

Rp100 juta

Rp453.780

Rp468.720

Rp233.333

Rp1 miliar

Rp4.537.800

Rp4.687.200

Rp2.333.333

*Simulasi deposito menggunakan asumsi bunga deposito dan pajak berlaku.
Sumber: Kemenkeu, LPS, diolah

Tabel Simulasi Reinvestasi

Simulasi
ST016T2
ST016T4

Dana Reinvestasi

Rp111 juta

Rp111 juta

Total Imbal Hasil Bersih

Rp12,08 juta

Rp24,45 juta

Total Dana Saat Jatuh Tempo

Rp123,08 juta

Rp135,45 juta

Sumber: Kemenkeu, diolah

Kesimpulan

ST016 menjadi perhatian investor syariah di tengah suku bunga BI yang masih tinggi. Skema floating with floor membuat kupon berpotensi tetap kompetitif jika suku bunga bertahan tinggi lebih lama.

Strategi reinvestasi dari ST012 ke ST016 dapat dicermati investor yang mencari pendapatan rutin berbasis syariah. Namun keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko dan kebutuhan dana masing-masing.

FAQ

1. Kapan masa penawaran ST016?
8 Mei–3 Juni 2026.

2. Berapa kupon minimal ST016T2 dan ST016T4?
ST016T2 sebesar 6,05% dan ST016T4 sebesar 6,25% per tahun.

3. Apa arti floating with floor?
Kupon dapat naik mengikuti BI Rate, tetapi tidak turun di bawah kupon minimal awal.

4. Apakah ST016 bisa dijual sebelum jatuh tempo?
Tidak. ST016 merupakan SBN ritel non tradable.

5. Apa keunggulan pajak ST dibanding deposito?
Pajak kupon ST sebesar 10%, lebih rendah dibanding pajak deposito 20%.

Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya. 

Investasi ST016 di Sini

(Rahmat Hidayat/AM)

Tentang Penulis

*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​

Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.