Berita / SBN / Artikel

Data Historis Kupon Sukuk Tabungan: Imbal Hasil Selalu di Atas BI Rate, ST016 Layak Dinanti

Hanum Kusuma Dewi • 23 Apr 2026

an image
Ilustrasi kupon atau imbal hasil Sukuk Tabungan (ST) floating with floor yang digambarkan dengan tangan seseorang dan lambang persentase. Seri terbaru SBN 2026 ST016 akan ditawarkan mulai Mei 2026 (Shutterstock)

SBN Syariah Sukuk Tabungan bisa menjadi instrumen investasi untuk melawan inflasi. Seri ST016 akan segera ditawarkan pada Mei 2026

Bareksa - Tekanan global kembali meningkat. Harga komoditas—terutama minyak—melonjak di tengah konflik geopolitik, membuka potensi kenaikan inflasi ke depan. Di sisi lain, bank sentral masih berhati-hati. BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI Rate) ditahan di level 4,75%, sambil menjaga stabilitas rupiah yang masih tertekan terhadap dolar AS.

Kondisi ini menciptakan dilema bagi investor: imbal hasil cenderung terbatas, sementara risiko inflasi meningkat. Jika tidak cermat memilih instrumen, nilai riil investasi bisa tergerus. Dalam situasi seperti sekarang, tantangan utama bukan sekadar mencari return tinggi, tetapi menjaga daya beli

Instrumen Investasi Lawan Inflasi: Sukuk Tabungan

Di sinilah pentingnya instrumen yang tidak hanya kompetitif untuk melawan inflasi, tetapi juga fleksibel terhadap perubahan suku bunga. Salah satu instrumen yang punya karakter tersebut adalah Sukuk Tabungan (ST), SBN ritel berbasis syariah yang diterbitkan pemerintah.

Keunggulan utama ST ada pada skema floating with floor:

  • Kupon bisa naik mengikuti pergerakan suku bunga acuan

  • Namun tidak akan turun di bawah batas minimal yang ditetapkan di awal

Artinya, investor tetap punya perlindungan saat suku bunga turun, sekaligus peluang mendapatkan imbal hasil lebih tinggi jika suku bunga naik.

Imbal Hasil ST Selalu di Atas BI Rate

Jika melihat data historis sejak seri ST002 (2018), ada pola yang konsisten: Imbal hasil atau kupon Sukuk Tabungan selalu berada di atas BI Rate.

Sumber: Bank Indonesia, DJPPR Kemenkeu, diolah Bareksa

Sebagai gambaran:

  • ST002 (2018): kupon 8,3% vs BI Rate sekitar 6%

  • ST012 (2024): kupon sekitar 6,4%–6,55% saat BI Rate 6,25%

  • ST015 (2025): kupon 5,2%–5,45% saat BI Rate 4,75%

Meski selisihnya kini lebih tipis dibanding awal kehadiran SBN Ritel online (e-SBN), pola ini tetap terjaga. Artinya, investor konsisten mendapatkan “premium” di atas bunga acuan.

Bagi investor ritel, ini penting. Sebab BI Rate sering menjadi acuan dasar berbagai instrumen keuangan. Ketika kupon berada di atas level tersebut, peluang untuk menjaga imbal hasil tetap kompetitif pun lebih besar.

Kenapa Investasi Sukuk Tabungan Relevan di 2026?

Dengan latar belakang potensi kenaikan inflasi dan arah suku bunga yang belum pasti, karakter ST menjadi semakin relevan.

Skenarionya:

  • Jika inflasi naik → investor butuh return lebih tinggi untuk menjaga daya beli

  • Jika suku bunga naik → kupon ST berpotensi ikut naik

  • Jika suku bunga tetap → kupon tetap berada di atas BI Rate

Kombinasi ini membuat ST berada di posisi unik: tidak sekadar defensif, tapi juga adaptif.

Menjelang ST016: Fokus pada Premi di Atas BI Rate

Dengan BI Rate saat ini berada di 4,75%, perhatian investor kini tertuju pada seri terbaru yang akan datang, yakni ST016. Jika melihat tren historis, investor tidak perlu mempertanyakan imbal hasil dibandingkan dengan bunga acuan. Namun, yang menjadi perhatian adalah seberapa besar premi yang akan diberikan di atas BI Rate?

Selama pola historis terjaga, peluang kupon tetap berada di atas bunga acuan masih terbuka. Dan di tengah potensi tekanan inflasi, hal ini bisa menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga nilai investasi.

Jadwal Penawaran SBN 2026: ST016

Seperti seri-seri sebelumnya, Sukuk Tabungan ditawarkan dalam periode terbatas dan dapat dibeli secara online. Menurut informasi dari DJPPR Kementerian Keuangan, ST016 akan ditawarkan pada periode 8 Mei - 3 Juni 2026 (jadwal tentatif). 

Investor bisa memanfaatkan momentum ini melalui platform seperti Bareksa, yang memudahkan pembelian SBN ritel kapan saja dan di mana saja. Dengan proses yang praktis dan nominal yang terjangkau, mulai Rp1 juta saja, investor tidak perlu menunggu lama untuk mulai berinvestasi di instrumen yang relatif aman dan kompetitif ini.

Kesimpulan

Di tengah ketidakpastian global, investor dituntut lebih selektif dalam memilih instrumen. Bukan hanya mengejar imbal hasil tinggi, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan beradaptasi terhadap inflasi dan suku bunga.

Sukuk Tabungan menawarkan kombinasi tersebut:

  • Kupon yang secara historis selalu di atas BI Rate

  • Mekanisme yang fleksibel terhadap perubahan suku bunga

  • Perlindungan melalui batas minimal kupon

Dengan karakter ini, ST016 layak masuk radar sebagai salah satu opsi investasi yang tidak hanya memberikan imbal hasil, tetapi juga membantu menjaga daya beli di tengah dinamika pasar. 

Investasi SBN Ritel di Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.

Daftar untuk Beli SBN Ritel di Sini

Pertanyaan yang sering muncul (FAQ) terkait Sukuk Tabungan ST016

Apa itu Sukuk Tabungan ST016?

ST016 adalah seri terbaru Sukuk Tabungan, yaitu SBN ritel berbasis syariah yang diterbitkan pemerintah. Instrumen ini menggunakan prinsip syariah (akad ijarah) dan menawarkan imbal hasil berupa kupon bulanan. ST016 memiliki karakter floating with floor, artinya kupon bisa naik mengikuti suku bunga acuan, tetapi tidak akan turun di bawah batas minimal. Instrumen ini cocok bagi investor yang mencari investasi relatif aman dengan potensi imbal hasil yang adaptif.

Bagaimana mekanisme kupon ST016?

Kupon ST016 bersifat floating with floor atau mengambang dengan batas minimum. Artinya, imbal hasil mengambang mengikuti BI 7-Day Reverse Repo Rate, ditambah spread tertentu. Jika BI Rate naik, kupon ST016 berpotensi ikut naik. Sebaliknya, jika BI Rate turun, kupon tidak akan turun di bawah level minimal (floor) yang ditetapkan saat penerbitan. Kupon dibayarkan setiap bulan ke rekening investor, sehingga memberikan arus kas rutin.

Apakah ST016 aman untuk investor ritel?

ST016 termasuk instrumen investasi yang relatif aman karena dijamin oleh pemerintah Indonesia. Risiko gagal bayar sangat rendah karena pembayaran kupon dan pokok dijamin oleh negara. Selain itu, ST016 cocok untuk investor konservatif hingga moderat yang ingin mendapatkan imbal hasil lebih tinggi dari deposito, namun tetap menjaga tingkat risiko yang rendah.

Apa keunggulan ST016 dibanding instrumen fixed seperti deposito atau obligasi ritel?

Perbedaan utama ST016 dibanding instrumen fixed adalah fleksibilitas kupon. Pada deposito atau obligasi berkupon tetap, imbal hasil tidak berubah meskipun suku bunga naik. Sementara itu, ST016 memiliki potensi kenaikan kupon mengikuti BI Rate, sehingga lebih adaptif di tengah kondisi pasar yang dinamis. Ditambah lagi, historisnya kupon ST selalu berada di atas bunga acuan, memberikan premium tambahan bagi investor.

Bagaimana cara membeli ST016?

ST016 dapat dibeli secara online melalui mitra distribusi resmi seperti Bareksa. Investor hanya perlu registrasi akun, melengkapi data, lalu melakukan pemesanan selama masa penawaran berlangsung. Prosesnya praktis, tanpa perlu datang ke kantor cabang. Setelah pembelian berhasil, investor akan mulai menerima kupon bulanan sesuai ketentuan yang berlaku.

(hm)

Tentang Penulis

Hanum Kusuma Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang menarik dan informatif di berbagai topik.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​

Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.