Berita / SBN / Artikel

SBN seri SR012 Jatuh Tempo, Lanjutkan Investasi di Sukuk Ritel SR018 Agar Cuan Maksimal

Hanum Kusuma Dewi • 09 Mar 2023

an image
Ilustrasi Muslimah investor yang gembira karena mendapatkan cuan atau keuntungan dari investasinya di reksadana syariah dan SBN Ritel syariah, seperti Sukuk Ritel SR012 dan SR018. (Shutterstock)

Jika investor SR012 melanjutkan investasi di SR018 maka berpeluang meraih imbal hasil optimal

Bareksa.com - Investor Sukuk Negara Ritel (SR) seri SR012 bisa mempertimbangkan untuk berinvestasi kembali (reinvestasi) di Surat Berharga Negara atau SBN Ritel di seri terbaru yakni Sukuk Ritel seri SR018. Sebab SR012 jatuh tempo pada Jumat, 10 Maret 2023. 

SR012 diterbitkan pemerintah pada 24 Februari 2020. Tercatat 23.952 orang investor memburu SR012, dengan total penjualan Rp12,14 triliun. SR012 merupakan 1 dari 6 seri SBN Ritel yang akan jatuh tempo di 2023. 

6 Seri SBN Ritel yang Jatuh Tempo di 2023

No
SBN Ritel
Tanggal Penerbitan
Tanggal Jatuh Tempo
Realisasi Penjualan
Jumlah Investor
1
Sukuk Negara Ritel (SR) seri SR012
24 Februari 2020
10 Maret 2023
Rp12,14 triliun
23.952
2
Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR010
21 Juni 2021
10 Juli 2023
Rp7,5 triliun
23.337
3
Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI017
15 Juni 2020
15 Juli 2023
Rp18,34 triliun
42.733
4
Sukuk Negara Ritel (SR) seri SR013
28 Agustus 2020
10 September 2023
Rp25,66 triliun
44.803
5
Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI018
1 Oktober 2020
15 Oktober 2023
Rp12,97 triliun
26.160
6
Sukuk Tabungan (ST) seri ST008
1 November 2021
10 November 2023
Rp5 triliun
14.377​​

Sumber : Kemenkeu, diolah Bareksa

Pada saat jatuh tempo, maka investor SR012 akan menerima kembali nilai pokok investasinya. Dana pokok investasi tersebut langsung otomatis ditransfer ke rekening investor, tanpa perlu repot-repot mencairkannya ke bank. Dana itu bisa dipertimbangkan untuk diinvestasikan kembali di SR018.

Reinvestasi dari SR012 ke SR018 juga agar Kamu berpeluang terus meraih cuan optimal dan berkelanjutan dari hasil investasimu. SR012 terbit pada 26 Maret 2020 dengan imbal hasil 6,3% dan terjual Rp12,14 triliun. Nilai penjualan itu melampaui target pemerintah yang mematok Rp8 triliun.

Adapun SR018 saat ini sedang dalam masa penawaran. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menetapkan kupon (imbal hasil) SR018 yakni SR018-T3 atau tenor 3 tahun sebesar 6,25% dan SR018-T5 atau tenor 5 tahun 6,4% per tahun. Imbalan SR018 itu sangat menarik, jika dibandingkan rata-rata bunga deposito saat ini. 

Kupon SR018 bersifat fixed rate, atau tetap hingga jatuh tempo. Surat Berharga Negara (SBN) Ritel jenis Syariah seri pertama di 2023 ini istimewa karena menawarkan dua kupon untuk dua jangka waktu (tenor) berbeda. 

Dibandingkan suku bunga acuan Bank Indonesia, yakni BI 7 Days Reverse Repo Rate yang saat penetapan kupon di level 5,75%, maka selisih imbal hasil (spread) SR018 tenor 3 tahun dengan BI Rate ialah 50 basis poin atau 0,5%. Adapun spread imbal SR018 tenor 5 tahun dengan BI Rate ialah 65 basis poin atau 0,65%. 

Keputusan pemerintah menetapkan kupon SBN Ritel seri kedua di 2023 ini didasarkan pada beberapa pertimbangan, yakni suku bunga acuan Bank Indonesia saat penetapan kupon, imbal hasil obligasi acuan pemerintah yang berlaku di pasar untuk tenor yang sama, serta kondisi pasar global maupun domestik.

Raih Cuan dari Investasi di SBN Ritel, Klik di Sini

Menurut Tim Analis Bareksa imbal hasil Sukuk Ritel SR018 dengan kupon hingga 6,4% per tahun untuk tenor 5 tahun, merupakan imbal hasil tertinggi sejak 6 penerbitan Sukuk Ritel terakhir. Selain itu imbal hasil SR018 berpotensi jadi kupon tertinggi untuk penerbitan SBN Ritel sepanjang 2023. Sebab, peluang BI kembali menaikkan suku bunga acuan jadi semakin mengecil hingga akhir tahun. 

Sumber : Kemenkeu, diolah Bareksa

Raih Cuan dari Investasi di SBN Ritel, Klik di Sini

16 pokok ketentuan dan persyaratan investasi di SR018

1

Penerbit

Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia

2

Jenis akad

Ijarah asset to be leased

3

Masa Penawaran

Pembukaan: 3 Maret 2023 pkl 09.00 WIB

Penutupan: 29 Maret 2023 pkl 10.00 WIB

4

Tanggal Setelmen

5 April 2023

5

Bentuk

Tanpa warkat dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder

6

Tenor SR018T3

3 tahun

 

Tenor SR018T5

5 tahun

7

Maturity (jatuh tempo) SR018T3

10 Maret 2026

 

Maturity (jatuh tempo) SR018T5

10 Maret 2028

8

Nilai nominal per unit

Rp1 juta

9

Minimum pemesanan

Rp1 juta

10

Maksimum pemesanan SR018T3

Rp5 miliar

 

Maksimum pemesanan SR018T5

Rp10 miliar

11

Imbalan SR018T3

6,25% fixed per tahun

 

Imbalan SR018T5

6,4% fixed per tahun

12

Tanggal pembayaran kupon

Tanggal 10 setiap bulan. Dalam hal tanggal 10 jatuh pada bukan hari kerja, maka akan dibayarkan pada hari kerja berikutnya tanpa kompensasi. Hari kerja adalah hari dimana operasional sistem pembayaran diselenggarakan oleh Bank Indonesia

13

Tanggal Pembayaran Kupon Pertama

Tanggal 10 Mei 2023 (long coupon)

14

Minimum Holding Period

Selama 3 (tiga) kali pembayaran kupon sampai dengan Juli 2023

15

Tradibility

Tradable mulai tanggal 11 Juli 2023 atau setelah berakhirnya masa minimum holding period

16

Underlying Asset

BMN dan proyek/kegiatan Kementerian/Lembaga pada APBN 2023

Sumber : Kemenkeu

Raih Cuan dari Investasi di SBN Ritel, Klik di Sini

Simulasi Imbal Hasil Jika Investor SR012 Reinvestasi ke SR018

Investor SR012 bisa mempertimbangkan investasi kembali ke SR018. Meskipun memiliki imbal hasil relatif sama, namun pajak imbal hasil SR018 yang 10% saat ini lebih rendah dari ketika SR012 diterbitkan di 2020 yakni 15%. Mengenai detail simulasi imbal hasilnya sebagaimana tertera dalam grafik berikut : 

Simulasi Reinvestasi SR012 & SR018-T3

​Sumber : Kemenkeu, diolah Tim Analis Bareksa

Misalkan, Kamu sebelumnya berinvestasi di SR012 senilai Rp500 juta. Dengan imbal 6,3% dipotong pajak, maka akan meraih imbal hasil bersih Rp83,47 juta. Dengan begitu, Kamu memiliki modal Rp583 juta untuk kemudian diinvestasikan kembali ke SR018 tenor 3 tahun atau SR018T3. 

Dengan imbal hasil 6,25%, maka Kamu akan meraih imbal hasil bersih dari SR018 sekitar Rp98,35 juta. Sehingga danamu yang sebelumnya Rp500 juta, bisa tumbuh jadi sekitar Rp681 juta, setelah diinvestasikan di SR012 dan dilanjutkan dengan reinvestasi di SR018-T3.

Raih Cuan dari Investasi di SBN Ritel, Klik di Sini

Simulasi Reinvestasi SR012 & SR018-T5

Sumber : Kemenkeu, diolah Tim Analis Bareksa

Adapun jika Kamu investasikan kembali di SR018 tenor 5 tahun atau SR018T5maka dana yang awalnya senilai Rp500 juta kemudian tumbuh jadi sekitar Rp583 juta karena diinvestasikan di SR012 tersebut, akan bisa tumbuh jadi sekitar Rp751 juta. Hasil ini dari perhitungan investasi awal sekitar Rp583 juta, kemudian mendapatkan imbal hasil 6,4% dan setelah dipotong pajak, maka total imbal hasilnya sekitar Rp167 juta. 

Simulasi imbal hasil ini dengan asumsi Kamu tetap menyimpan imbal hasilnya setiap bulan dan tidak menggunakannya. Sehingga saat jatuh tempo, maka modal investasi yang awalnya hanya Rp500 juta akan bertumbuh jadi sekitar Rp750 juta dengan berinvestasi di SR012 kemudian dilanjutkan ke SR018 tenor 5 tahun.

Investor bisa membeli SR018 di pasar perdana, selama masa penawaran berlangsung di mitra distribusi resmi yang ditunjuk oleh Kementerian Keuangan, salah satunya super app investasi Bareksa.

Raih Cuan dari Investasi di SBN Ritel, Klik di Sini

Bareksa Salah Satu Midis SBN Terbaik

Sebagai salah satu mitra distribusi resmi SBN Ritel, platform e-investasi terintegrasi pertama di Indonesia, Bareksa kembali mendapatkan penghargaan dari Kementerian Keuangan RI sebagai Mitra Distribusi Surat Utang Negara Ritel (Midis SUN) dengan Kinerja Terbaik 2021. Penghargaan sebagai Midis Terbaik Surat Berharga Negara (SBN) baik SUN maupun Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) merupakan yang keempat tahun secara beruntun diterima oleh Bareksa.

Perlu dicatat, Bareksa adalah satu-satunya fintech yang meraih penghargaan Midis SUN Terbaik Tahun 2021bersanding dengan bank-bank besar. Penghargaan terbaru ini melengkapi daftar penghargaan yang diterima Bareksa sebagai Mitra Distribusi baik untuk SUN maupun SBSN dari Kementerian Keuangan : 

- Midis SUN Terbaik 2019
- Midis SUN Terbaik 2020
- Midis SUN Terbaik 2021
- Midis SBSN Terbaik Kategori Fintech 2018
- Midis SBSN Terbaik Kategori Fintech 2019
- Midis SBSN Terbaik Kategori Fintech 2020
- Midis SBSN Terbaik Kategori Fintech 2021

Penghargaan langsung diserahkan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati kepada Co-founder/CEO Bareksa, Karaniya Dharmasaputra, dalam acara Stakeholders Gathering Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu 2022 di Kementerian Keuangan, Jakarta, pada 21 Desember 2022. 

Karena itu tak ingin ketinggalan investasi di SR018 di 2023? Segera daftar akun SBN Ritel di Bareksa sekarang, agar saat masa penawaran dibuka, Kamu tak kehabisan kuota pemesanan.

Raih Cuan dari Investasi di SBN Ritel, Klik di Sini

(Ariyanto Dipo Sucahyo/Martina Priyanti/AM)

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah platform e-investasi terintegrasi pertama di Indonesia, yang ditunjuk menjadi mitra distribusi (midis) resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.

Bareksa telah mendapatkan penghargaan sebagai midis SBN terbaik selama empat tahun beruntun dari Kementerian Keuangan RI. Penghargaan terbaru yang diterima adalah  penghargaan sebagai Midis SUN dengan Kinerja Terbaik 2021 dan Midis SBSN dengan Kinerja Terbaik Kategori Fintech 2021. 

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN Ritel? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional). Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN Ritel di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, registrasi ulang akun di Bareksa untuk memesan SBN Ritel seri berikutnya.