Berita / SBN / Artikel

Sri Mulyani Apresiasi Investor Sukuk Turut Membangun Ibu Kota Baru

Hanum Kusuma Dewi • 07 Jan 2022

an image
Menkeu Sri Mulyani bersama jajaran pejabat Kemenkeu pada acara penandatangan prasasti penanda aset SBSN di Institut Teknologi Kalimantan Balikpapan (5/1/22). (Kemenkeu)

Sukuk atau Surat Berharga Syariah Negara turut membangun aset di Kaltim senilai Rp6,48 triliun

Bareksa.com - Anda termasuk investor Surat Berharga Negara (SBN) Ritel jenis SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) atau Sukuk Negara? Jika iya, Anda patut berbangga hati karena turut menyediakan uang untuk pembangunan Ibu Kota Negara Baru Indonesia.

Kemarin, Rabu (5/1/2022) Menteri Keuangan Sri Mulyani menandatangani prasasti penanda aset SBSN beberapa proyek SBSN di Provinsi Kalimantan Timur, antara lain:

Pertama, pembangunan prasarana pendidikan tinggi di Institut Teknologi Kalimantan dengan alokasi sebesar Rp86,6 miliar, pada tahun 2019 untuk gedung pembelajaran dan senilai Rp99,9 miliar pada tahun 2020 untuk laboratorium terpadu.

Kedua, pembangunan prasarana bandara APT Pranoto di Samarinda untuk dukungan konektivitas IKN. Pengembangan APT Pranoto melalui SBSN ini dilaksanakan mulai tahun 2020 – 2023 dengan alokasi total Rp326,37 miliar.

Ketiga, pembangunan prasarana dan sarana di Politeknik Negeri Balikpapan dengan nilai alokasi Rp65 miliar pada tahun 2021.

Keempat, pembangunan rumah negara prajurit TNI AD di Kodam VI Mulawarman dengan nilai alokasi sebesar Rp13,43 miliar pada tahun 2021. Pembiayaan SBSN untuk sektor perumahan prajurit TNI AD ini, merupakan bagian dari total pembiayaan SBSN tahun 2021 untuk sektor perumahan TNI-Polri yang jumlahnya mencapai Rp1,163 triliun yang sebar di berbagai matra.

Kelima, Pembangunan MAN Insan Cendekia Paser dengan alokasi SBSN yang telah dilakukan sejak tahun 2018 s.d. 2021 mencapai total Rp53,9 miliar.

Keterangan tertulis Kementerian Keuangan kepada media menyebutkan alokasi Sukuk Proyek untuk provinsi Kalimantan Timur dimulai pada 2014. Total alokasi Sukuk Proyek untuk provinsi Kalimantan Timur dari tahun 2014 sampai 2022 mencapai Rp6,48 triliun.

Sebagian besar alokasi Sukuk proyek di provinsi Kalimantan Timur adalah proyek-proyek prioritas yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR, yaitu 83,43 persen di sektor jalan dan jembatan pada Ditjen Bina Marga PUPR dan 1,44 persen di sektor sumber daya air pada Ditjen Sumber Daya Air PUPR. Sementara sisanya 15,13 persen, di sektor transportasi, pendidikan tinggi, keagamaan dan pendidikan Islam dan selebihnya di sektor hankam dan sosial.

Baca juga Siap-siap ORI021 Akan Segera Terbit, Ini Cara Daftar SBN Ritel di Bareksa

Total Proyek SBSN

Pembiayaan proyek melalui SBSN merupakan sinergi kebijakan di antara Kementerian Keuangan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, dan Kementerian/Lembaga untuk membiayai proyek-proyek atau kegiatan prioritas dengan menggunakan dana yang bersumber dari pasar keuangan melalui instrumen SBSN yang diterbitkan oleh pemerintah sejak tahun 2008.

Dalam perkembangannya, pembiayaan proyek SBSN tersebut menunjukkan trend yang cukup menggembirakan dengan semakin meningkatnya pembiayaan Proyek SBSN, baik dari sisi jumlah K/L yang menjadi pemrakarsa proyek, nilai pembiayaan yang dialokasikan, jumlah proyek yang dibangun, maupun berdasarkan sebaran satker pelaksana proyek SBSN dan lokasi proyek SBSN yang dikerjakan.

Berbagai proyek strategis telah dihasilkan dari SBSN Proyek dan memberikan manfaat secara nyata oleh masyarakat. Sampai dengan tahun 2021, total proyek yang dibiayai dari SBSN sudah mencapai 3.447 proyek yang tersebar di berbagai wilayah tanah air Indonesia, antara lain:

A. Infrastruktur perkeretaapian Trans Sulawesi (Parepare – Makassar), Trans Sumatera, dan Double Track KA selatan Jawa.

B. Pembangunan jalan dan jembatan di berbagai provinsi, antara lain pembangunan jembatan Youtefa di Jayapura - Papua, dan jembatan Pulau Balang untuk dukungan konektivitas trans Kalimantan.

C. Pembangunan beberapa bandara di berbagai provinsi dalam rangka penyiapan jembatan udara dan dukungan konektivitas.<br>D. Pembangunan infrastruktur sumber daya air (bendungan, irigasi, penyediaan dan pengelolaan air tanah).

E. Pembangunan dan pengembangan sarana pendidikan di berbagai perguruan tinggi.

F. Pembangunan infrastruktur riset dan teknologi di berbagai lembaga riset nasional.

Baca juga DJPPR Kemenkeu: Realisasi Penerbitan SBN Ritel 2021 Rp97,2 Triliun, Ini Rencana 2022

Apresiasi Menteri Keuangan

Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam laman instagramnya @smindrawati, pada Kamis (6/1/2022) menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada para investor Sukuk Negara karena Anda telah turut membangun Indonesia.

Sri Mulyani menyampaikannya di sela soft launching dan penandatanganan penanda aset SBSN atau Sukuk Negara, Jembatan Pulau Balang di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Menteri Keuangan menyampaikan Jembatan Pulau Balang yang merupakan proyek infrastruktur untuk mendukung pembangunan bakal Ibu Kota Negara ini dibiayai oleh SBSN dengan total alokasi sebesar Rp1,43 triliun. Jembatan Pulau Balang menjadi penghubung Kota Balikpapan dengan Penajam Paser Utara.

Jembatan Pulau Balang disebutkan menjadi jembatan terpanjang kedua di Indonesia, yakni dengan bentang utama sepanjang 804 meter dan lebar 22,4 meter yang mencakup 4 jalur jalan.

Sri Mulyani berharap hadirnya jembatan ini dapat mendukung pertumbuhan perekonomian serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kalimantan Timur.

Baca juga Penjualan Sukuk Negara untuk Biayai Pembangunan, Bagaimana Perkembangannya?

(Martina Priyanti/hm)

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah platform e-investasi terintegrasi pertama di Indonesia, yang ditunjuk menjadi mitra distribusi (midis) resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.

Bareksa telah mendapatkan ​penghargaan sebagai midis SBN terbaik selama tiga tahun berturut-turut dari Kementerian Keuangan RI. Penghargaan terbaru yang diterima adalah  penghargaan sebagai Midis SUN dengan  Kinerja Terbaik 2020 dan Midis SBSN dengan Kinerja Terbaik Kategori Fintech 2021.