
Bareksa.com - Sebagian besar masyarakat sudah sangat akrab dengan deposito atau tabungan bank untuk menyimpan uang dalam jangka pendek. Di sisi lain, saat ini pemerintah sedang menawarkan instrumen investasi yang nyaris bebas risiko bagi masyarakat dan berbasis syariah, yakni Sukuk Ritel (SR).
Sukuk adalah penyertaan terhadap aset negara yang disewakan kepada pemerintah dan bukan surat utang. Jika kita membeli sukuk, artinya kita membeli aset negara. Aset ini kemudian akan kita sewakan kembali kepada pemerintah hingga saat jatuh tempo, atau masa berlakunya habis.
Pada sukuk, keuntungan atau imbal hasil yang diberikan adalah berupa uang sewa (ujrah) dengan persentase tertentu sesuai dengan prinsip syariah Islam yang tidak mengandung unsur riba. Imbal hasil sukuk ini juga akan dibayarkan secara rutin tiap bulan dan nilai pokok modal kita akan dibayarkan pada saat jatuh tempo yakni setelah tiga tahun.
Mulai 26 Februari 2021, masyarakat sudah bisa melakukan pemesanan Sukuk Ritel seri terbaru, yakni SR014. Pemesanan bisa dimulai dari modal hanya Rp1 juta (1 unit) hingga Rp3 miliar (3.000 unit) per individu selama masa penawaran hingga 17 Maret 2021.
Dengan modal yang terjangkau, kita bisa ikut membantu membiayai anggaran negara karena uang hasil penerbitan Sukuk Ritel akan digunakan pemerintah untuk pembangunan nasional.
Dalam penawaran ini, pemerintah memberikan tingkat kupon atau imbalan tetap (fixed coupon) SR014 sebesar 5,47 persen per tahun, serta dapat diperdagangkan di Pasar Sekunder dengan mekanisme transaksi di Bursa Efek dan Transaksi di luar Bursa Efek (over the counter).
SR014 memiliki tenor atau tanggal jatuh tempo selama tiga tahun yakni pada 10 Maret 2024. Sama-sama memiliki risiko yang rendah, lantas apa perbedaan Sukuk Ritel dengan Deposito? Berikut ulasannya :
Kupon atau imbal hasil SR014 ditetapkan 5,47 persen per tahun dengan sistem tetap (fixed coupon) serta dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Artinya, investor berpotensi mendapatkan capital gain jika menjualnya di atas harga par.
Hal ini berbeda dengan imbal hasil pada deposito yang bisa naik dan turun sesuai dengan tingkat suku bunga acuan.
Keuntungan SR014 dikenakan pajak sebesar 15 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan pajak imbal hasil deposito syariah yang 20 persen per tahun. Maka, berinvestasi di SR014 tentu lebih optimal.
Sumber: Kontan
Jika kita bandingkan, imbal hasil SR014 lebih tinggi dibandingkan dengan deposito perbankan yang hanya 4,36 persen per tahun berdasarkan rata-rata imbalan deposito perbankan per 2 Maret 2021 (menurut data Pusat Informasi Pasar Uang Bank Indonesia).
Setelah dipotong pajak, imbalan bersih SR014 sebesar 4,65 persen per tahun, lebih tinggi dibandingkan rata-rata imbal hasil bersih deposito perbankan yang hanya 3,4 persen per tahun.
Jika kita memiliki deposito berjangka, kita tidak bisa mencairkannya sebelum jatuh tempo. Kecuali, kita bersedia dikenakan pinalti oleh bank, sehingga akhirnya keuntungan yang kita terima pun semakin kecil.
Sementara itu, SR014 bisa dijual jika investor membutuhkan dana karena bisa diperdagangkan di pasar sekunder. Syaratnya, SR014 bisa dijual setelah tiga kali pembayaran kupon, yakni mulai 11 Juni 2021.
Karena dapat diperdagangkan di pasar sekunder, investor berpotensi mendapatkan capital gain jika menjualnya di atas harga par.
Tabungan atau deposito dijamin oleh Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) maksimal Rp2 miliar. Sementara itu, SR014 dijamin 100 persen oleh pemerintah baik pokoknya maupun pembayaran bunganya.
Artinya, jaminan pemerintah bisa mencapai Rp3 miliar, sesuai kepemilikan maksimal di SR014. Jadi, investasi di SR014 bebas risiko gagal bayar, alias tidak bisa rugi.
Menaruh uang di deposito bank ada nilai minimalnya. Misalnya di salah satu bank besar, nilai minimal saldo deposito Rp10 juta. Angka saldo minimal itu sangat jauh dibandingkan dengan modal investasi di SR014 yang bisa dimulai dengan Rp1 juta (1 unit) saja.
Selain keuntungan bagi investor, SR014 ini sangat bermanfaat bagi negara karena membantu membiayai APBN. Jadi, bila kita membeli SR014, kita bisa berinvestasi sekaligus membantu negara. Ayo pesan sekarang!
Sukuk Ritel | Deposito | |
Sifat Instrumen | Surat Berharga Syariah Negara (penyertaan pada aset negara) | Tabungan |
Tenor (jatuh tempo) | 3 tahun | 3,6,12,24 bulan |
Kupon/bunga | Tetap, dibayar tiap bulan | Bisa berubah setiap saat |
Pajak atas imbal hasil | 15% | 20% |
Perdagangan di pasar sekunder | Bisa diperdagangkan setelah dua kali pembayaran kupon | Tidak bisa |
Potensi Capital Gain | Ada | Tidak ada |
Modal | Rp1 juta – Rp3 miliar | Mulai Rp10 juta |
Jaminan Pemerintah | Ada 100% (maksimal Rp3 miliar) | Maksimal Rp2 miliar |
Sumber : berbagai sumber, diolah Bareksa
Bagi kamu yang membeli SR014 melalui Bareksa, kamu juga berkesempatan mendapat hadiah 1 Asus Zenbook Flip UM462DA - AMD Ryzen 5 3500U 8GB 512ssd Vega 8 W10 14FHD, 1 iPad (Generasi ke-8) 10.2 inch Wi-Fi 128GB Gold, 1 HP Poco X3 NFC (6GB+64GB), 1 XIAOMI MI TV 4 LED 32 Inch dan 50 Voucher Reksadana senilai Rp100.000.
Tertarik? Pilih sendiri hadiah yang diinginkan dan ikuti syarat ketentuannya berikut ini :
Jangan lewatkan kesempatan investasi sekaligus membangu pembangunan negara.
(KA01/Arief Budiman/AM)
***
Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?
SR014 adalah satu seri Surat Berharga Negara (SBN) ritel yang bisa dipesan online di Bareksa selama masa penawaran.
Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).
Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di Bareksa untuk memesan SR014 saat penawaran dibuka.