IHSG Tanpa Saham HSC Diprediksi Bisa Lebih Tinggi 18,6%

Abdul Malik • 20 Oct 2026

an image
Karyawan memantau pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sambil memegang handphone, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (17/5/2021). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.

Samuel Sekuritas menghitung IHSG bisa berada di 5.925 tanpa saham HSC, atau 18,6% di atas level indeks pada 19 Oktober 2026.

Bareksa – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa berada di level 5.925, atau 18,6% lebih tinggi dibandingkan posisi 19 Oktober 2026 di level 4.997, berdasarkan simulasi Samuel Sekuritas yang tidak memasukkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) dalam perhitungan indeks. Perbedaan tersebut mencapai 928 poin. Simulasi ini memperlihatkan bagaimana keberadaan saham HSC memengaruhi perhitungan IHSG, yang selama ini menjadi acuan utama pergerakan pasar saham Indonesia.

Perbandingan IHSG dengan dan Tanpa Saham HSC

Indikator

Level IHSG

IHSG 19 Oktober 2026

4.997

IHSG tanpa saham HSC

5.925

Selisih

928 poin (+18,6%)

Sumber: Samuel Sekuritas

Saham HSC di Tengah Evaluasi MSCI

Saham HSC merupakan saham dengan kepemilikan yang terkonsentrasi pada pemegang saham tertentu. Konsentrasi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam evaluasi transparansi dan jumlah saham yang benar-benar tersedia untuk diperdagangkan (free float).

MSCI sebelumnya meminta perbaikan transparansi kepemilikan dan tata kelola pasar saham Indonesia. Karena itu, perhitungan Samuel Sekuritas menjadi bahan tambahan untuk melihat pengaruh saham HSC terhadap indeks.

Namun, level 5.925 bukan target IHSG. Angka tersebut merupakan hasil simulasi dengan mengeluarkan saham HSC dari perhitungan, bukan perkiraan kenaikan IHSG sebesar 18,6% pada perdagangan berikutnya.

Kesimpulan

Simulasi Samuel Sekuritas menunjukkan selisih cukup besar antara IHSG yang berlaku saat ini dan indeks yang dihitung tanpa saham HSC. Hasil ini dapat menjadi bahan evaluasi komposisi indeks dan transparansi kepemilikan saham. Meski demikian, masuknya suatu saham dalam kategori HSC tidak otomatis berarti saham tersebut melanggar aturan.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

***

D​ISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Profil Penulis

Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WMI dan WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.