Rekomendasi Saham Hari Ini: ACES, ESSA, JPFA & PGAS, IHSG Diprediksi Lanjutkan Koreksi

Abdul Malik • 13 Oct 2026

an image
Kantor PT Japfa Compeed Indonesia Tbk (JPFA) di Jakarta. (Shutterstock)

Riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia 13 Oktober 2026 menyoroti ACES, ESSA, JPFA, dan PGAS sebagai pilihan trading jangka pendek. IHSG diprediksi berpotensi ditutup lebih rendah dalam kisaran 5.887–5.995.

Bareksa – Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (13/10/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 2,59% ke 5.936 pada Senin (12/10/2026), meski investor asing mencatat beli bersih (net buy) Rp143 miliar. Sebanyak 602 saham melemah, jauh lebih banyak dari 114 saham yang menguat.

Seluruh sektor ditutup melemah, dipimpin energi (–5,88%), industri (–5,2%), dan infrastruktur (–4,72%). DSSA, BREN, dan BBCA menjadi penekan utama indeks, sementara rupiah melemah 20 poin ke Rp17.903/US$.

Dari global, indeks S&P 500 bergerak datar dan Nasdaq turun 0,44%, sementara harga minyak Brent naik untuk hari ketiga ke US$106,7 per barel akibat serangan baru terhadap infrastruktur energi di Ukraina dan Timur Tengah. Pasar juga menanti data inflasi AS pekan ini. Untuk Selasa (13/10/2026), IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 5.887–5.995 dengan potensi melanjutkan koreksi.

Berikut rekomendasi saham hari ini berdasarkan riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia.

1. ACES – PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk

  • Harga Terakhir: Rp318 (12/10/2026)

  • Rekomendasi: Buy on Weakness

  • Harga Masuk: Rp310

  • Target Harga: Rp322

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp304

Analisis: Saham ACES turun 2,45% dan keluar dari area konsolidasi sebelumnya. Harga masih di bawah MA55 (rata-rata harga 55 hari), sehingga tren masih bearish. Stochastic menunjukkan potensi rebound jangka pendek, namun belum terkonfirmasi. Support kunci berada di Rp310, dengan resistance di Rp330–340 dan Rp350–354.

Beli Saham ACES di Sini

2. ESSA – PT ESSA Industries Indonesia Tbk

  • Harga Terakhir: Rp585 (12/10/2026)

  • Rekomendasi: Speculative Buy

  • Harga Masuk: Rp585

  • Target Harga: Rp620

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp560

Analisis: Saham ESSA stagnan dan berkonsolidasi di kisaran Rp580–600 setelah tren turun yang panjang. Harga masih di bawah MA55, namun konsolidasi di dekat support membuka peluang rebound teknikal. Stochastic berbalik turun, sehingga konsolidasi lanjutan masih mungkin terjadi. Support berada di Rp555 dan Rp505.

Beli Saham ESSA di Sini

3. JPFA – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk

  • Harga Terakhir: Rp2.080 (12/10/2026)

  • Rekomendasi: Speculative Buy

  • Harga Masuk: Rp2.080

  • Target Harga: Rp2.150

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp1.975

Analisis: Saham JPFA naik 1,96% dan berkonsolidasi di kisaran Rp2.000–2.080 setelah memantul dari level terendah terakhir. Stochastic berbalik naik, membuka peluang rebound teknikal jangka pendek. Penembusan Rp2.100 berpotensi membuka ruang ke Rp2.160–2.230, selama harga bertahan di atas support Rp1.980.

Beli Saham JPFA di Sini

4. PGAS – PT Perusahaan Gas Negara Tbk

  • Harga Terakhir: Rp1.420 (12/10/2026)

  • Rekomendasi: Speculative Buy

  • Harga Masuk: Rp1.420

  • Target Harga: Rp1.500

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp1.360

Analisis: Saham PGAS stagnan dan berkonsolidasi di kisaran Rp1.400–1.425. Harga masih di bawah area MA55 Rp1.475–1.505, sehingga tren besar masih bearish. Stochastic sudah masuk area jenuh beli (overbought), sehingga waspadai tekanan jual. Penembusan Rp1.470 berpotensi membuka ruang ke Rp1.565.

Beli Saham PGAS di Sini

Ringkasan Rekomendasi Saham Ciptadana 13/10/2026

Kode Saham

Rekomendasi

Harga Masuk

Target Harga

Batas Rugi (Stop Loss)

ACES

Buy on Weakness

Rp310

Rp322

Rp304

ESSA

Speculative Buy

Rp585

Rp620

Rp560

JPFA

Speculative Buy

Rp2.080

Rp2.150

Rp1.975

PGAS

Speculative Buy

Rp1.420

Rp1.500

Rp1.360

Sumber: Riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia, harga terakhir per 12/10/2026

Prediksi IHSG dan Sorotan Pasar

Secara teknikal, IHSG masih tertekan dan berada di bawah MA55, sehingga tren bearish masih dominan. Indeks menguji area support 5.850–5.900, dengan support berikutnya di 5.700 dan level terendah sebelumnya 5.607. Stochastic berbalik turun, dan tekanan jual diperkirakan berlanjut kecuali IHSG kembali ke atas 6.100–6.200. Untuk 13/10/2026, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 5.887–5.995 dengan kemungkinan ditutup lebih rendah.

Dari kebijakan, pemerintah memangkas anggaran perjalanan dinas kementerian dan lembaga 30% dari sisa pagu untuk kuartal IV 2026. Ciptadana menilai langkah ini positif untuk menjaga defisit fiskal di bawah 3% PDB.

Dari sektor riil, penjualan mobil September 2026 naik 28,1% secara tahunan, dan penjualan sembilan bulan telah mencapai 80% target GAIKINDO. Sebaliknya, harga jagung yang naik ke Rp7.500–8.000 per kg menekan margin peternak unggas dan berpotensi menaikkan biaya pakan emiten seperti JPFA dan CPIN.

Dari emiten, manajemen EXCL memperkirakan kenaikan tarif berkontribusi lebih besar pada pendapatan kuartal IV 2026. Ciptadana mempertahankan rekomendasi buy EXCL dengan target harga Rp4.000.

Faktor Risiko Utama

  • IHSG masih dalam tren bearish. Jika support 5.850 tertembus, indeks berisiko turun ke 5.700 atau 5.607.

  • Rasio untung-rugi JPFA di bawah 1:1. Jarak ke target (Rp70) lebih kecil dari jarak ke batas rugi (Rp105), ditambah tekanan biaya pakan dari kenaikan harga jagung.

  • Tren besar sebagian saham masih lemah. ACES, ESSA, dan PGAS masih di bawah MA55, dan stochastic PGAS sudah di area jenuh beli.

Kesimpulan

Riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia menyoroti ACES dengan strategi buy on weakness, serta ESSA, JPFA, dan PGAS dengan speculative buy pada 13 Oktober 2026. Dengan IHSG yang masih berpotensi melanjutkan koreksi, disiplin menerapkan batas rugi menjadi kunci pengelolaan risiko.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

***

D​ISCLAIMER​​​​​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pertanyaan Umum

Mengapa IHSG diprediksi melemah hari ini?

Ciptadana menilai IHSG masih berada di bawah MA55 dengan stochastic yang berbalik turun, sehingga tekanan jual berpotensi berlanjut.

Mengapa asing mencatat beli bersih meski IHSG anjlok?

Beli bersih asing Rp143 miliar menunjukkan sebagian investor asing masih mengakumulasi saham tertentu, meski mayoritas saham melemah akibat tekanan di sektor energi, industri, dan infrastruktur.

Apa itu buy on weakness?

Strategi membeli saat harga turun ke area support, dengan harapan harga memantul dari level tersebut.

Bagaimana kenaikan harga jagung memengaruhi JPFA?

Jagung menyumbang sekitar 50% formulasi pakan ternak, sehingga kenaikan harganya dapat menaikkan biaya produksi dan menekan margin emiten unggas seperti JPFA.

Mengapa penjualan mobil penting bagi pasar saham?

Penjualan mobil mencerminkan daya beli dan berdampak langsung pada kinerja produsen serta pemasok komponen otomotif seperti AUTO dan DRMA.

Profil Penulis

Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WMI dan WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.