
Bareksa - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 1,69% ke level 6.374 pada perdagangan Rabu, 12 Agustus 2026, didukung net buy asing Rp725 miliar dan memperpanjang pemulihan pasar saham domestik.
Penguatan terjadi merata di hampir seluruh sektor, dipimpin Infrastructures (+4,74%), Energy (+3,35%), Basic Materials (+2,34%), Technology (+2,21%), dan Consumer Cyclicals (+1,54%), sementara Transportation & Logistics (-0,16%) menjadi satu-satunya sektor yang ditutup melemah. BREN (+13,29% ke Rp3.750), BRPT (+7,14% ke Rp1.950), dan CUAN (+20,83% ke Rp870) tercatat sebagai penggerak utama indeks, sementara rupiah melemah 35 poin ke Rp17.875 per dolar AS.
Dari global, bursa Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu, dengan Dow Jones melemah tipis 0,04% ke 53.770, sementara S&P 500 menguat 0,26% ke 7.749 dan Nasdaq naik 0,54% ke 26.588 ditopang penguatan saham-saham terkait AI. Pasar Asia bergerak variatif, dengan Kospi melonjak 3,68% ke 6.579 dan Nikkei naik 0,83% ke 67.524, sementara Hang Seng melemah 0,83% ke 25.440 dan SET Thailand turun 0,72%.
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (13/8/2026), IHSG hari ini diperkirakan bergerak di kisaran 6.272 (support) - 6.463 (resistance), dengan pasar berpotensi tetap berada di zona positif.
Secara teknikal, IHSG menunjukkan penolakan (rejection) dari area resistance, mengindikasikan potensi pullback jangka pendek sebelum tren naik berlanjut. Indeks masih bertahan di atas support kunci dan garis tren naik, dengan indikator momentum yang tetap suportif meski mulai mendingin. Selama support 6.029–6.000 terjaga, struktur teknikal tetap bullish dengan potensi penguatan lanjutan menuju 6.454 dan selanjutnya 6.500–6.700.
Berikut rekomendasi saham hari ini dari Tim Analis Bareksa.
• Rekomendasi Saham Hari Ini, 13 Agustus 2026
• 1. HRUM – PT Harum Energy Tbk
• 2. PGEO – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
• 3. MBMA – PT Merdeka Battery Materials Tbk
• Tabel Rekomendasi Saham
• Prediksi IHSG dan Sorotan Pasar Ciptadana
• Faktor Risiko Utama
• Kesimpulan
• Pertanyaan Umum
Strategi: Buy on Weakness / Hold-Spec Buy
Analisis: HRUM naik 3,01% ke Rp855 pada 12 Agustus, berada di atas MA20 Rp828 dan MA50 Rp798, meski sempat melemah 2,29% dalam 5 hari terakhir - mengindikasikan harga tengah menguji ulang area support setelah penguatan sebelumnya. RSI 47,71 relatif netral, konsisten dengan fase konsolidasi di area support, bukan area overbought. Perlu dicermati bahwa batas rugi Rp865 berada di dalam range beli Rp845–875, bukan di bawahnya, sehingga entry dengan rasio risk/reward yang terdefinisi jelas sebaiknya dilakukan di kisaran Rp865–875 (rasio risk/reward sekitar 2,5:1), bukan di seluruh range beli.
Analisis: PGEO naik 1,42% ke Rp1.070 pada 12 Agustus, berada di atas MA20 Rp1.027 dan MA50 Rp967 - tren naik terkonfirmasi dengan breakout kedua rata-rata pergerakan terlampaui. RSI 55,94 mengindikasikan momentum naik menuju resistance dengan ruang kenaikan yang masih ada. Prioritaskan entry di Rp995–1.010 karena rasio risk/reward dari entry atas relatif rendah, sekitar 1,00:1.
Analisis: MBMA naik 3,77% ke Rp550 pada 12 Agustus, berada di atas MA20 Rp522 dan MA50 Rp515 - tren naik terkonfirmasi dengan breakout kedua rata-rata pergerakan terlampaui. RSI 50,00 masih netral namun mengarah naik menuju resistance. Prioritaskan entry di Rp510–520 karena rasio risk/reward dari entry atas relatif rendah, sekitar 0,88:1.
Tabel Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa, 13 Agustus 2026
Kode Saham | Sinyal | Harga Terakhir | Target Harga | Batas Rugi (Stop Loss) |
HRUM | Buy on Weakness | Rp855 | Rp900–925 | Rp865 |
PGEO | Hold / Spec Buy | Rp1.070 | Rp1.125–1.160 | Rp985 |
MBMA | Hold / Spec Buy | Rp550 | Rp580–595 | Rp505 |
Sumber: Tim Analis Bareksa, harga terakhir per 12/8/2026
Tiga saham pilihan Tim Analis Bareksa untuk perdagangan 13 Agustus 2026 - HRUM, PGEO, dan MBMA - menunjukkan potensi rebound/penguatan lanjutan di tengah IHSG yang juga berpotensi melanjutkan penguatan meski rawan pullback jangka pendek. Prioritaskan entry HRUM di Rp865–875, PGEO di Rp995–1.010, dan MBMA di Rp510–520, dengan manajemen risiko yang disiplin mengingat rasio risk/reward dari entry atas yang relatif rendah pada ketiganya serta struktur batas rugi HRUM yang perlu dicermati secara khusus.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
HRUM bergerak di bidang pertambangan batu bara, dengan diversifikasi bisnis ke sektor nikel dan material baterai kendaraan listrik dalam beberapa tahun terakhir. Kinerja perseroan relatif sensitif terhadap pergerakan harga komoditas batu bara dan nikel global.
PGEO adalah anak usaha Pertamina yang bergerak di bidang eksplorasi dan pengembangan energi panas bumi (geothermal), salah satu produsen listrik panas bumi terbesar di Indonesia.
MBMA merupakan bagian dari grup usaha Merdeka Copper Gold yang bergerak di bidang pengolahan nikel dan material baterai kendaraan listrik, dengan sejumlah fasilitas smelter dan proyek hilirisasi nikel di Indonesia.
Batas rugi idealnya berada di bawah seluruh area entry agar risiko kerugian terukur sejak awal posisi dibuka. Pada HRUM, batas rugi berada di dalam Range Beli, sehingga entry di bagian bawah range berisiko membuat posisi langsung tertekan di bawah batas rugi. Investor disarankan mengutamakan entry di bagian atas Range Beli agar risiko tetap terkendali.
Setelah reli signifikan dan sempat tertahan di area resistance, indeks lazim mengalami jeda konsolidasi atau pullback jangka pendek sebagai bagian normal dari tren naik, sebelum momentum kembali menguat menuju level resistance berikutnya. Selama level support kunci tidak ditembus, pullback semacam ini umumnya dipandang sehat dan tidak mengubah arah tren jangka menengah.