
Bareksa - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,04% ke level 6.410 pada perdagangan Jumat (7/8/2026), didukung aksi beli bersih (net buy) investor asing Rp1,2 triliun. Sektor Infrastructures (+2,17%), Basic Materials (+1,63%), dan Technology (+1,25%) menjadi motor penguatan indeks, dengan BBRI, TLKM, dan AMMN sebagai kontributor utama. Rupiah juga menguat 28 poin ke Rp17.890 per dolar AS.
Dari global, bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat setelah data ketenagakerjaan Juli yang lebih lemah dari perkiraan memicu ekspektasi bahwa The Fed tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga. Dow Jones naik 0,28%, S&P 500 menguat 0,62%, dan Nasdaq melonjak 1,30%, memberikan sentimen positif bagi pasar Asia.
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (10/8/2026), IHSG hari ini diperkirakan bergerak pada kisaran 6.324 (support) hingga 6.454 (resistance) dengan bias positif. Secara teknikal, momentum penguatan mulai membaik setelah indikator Awesome Oscillator (AO) berbalik positif dan indeks membentuk pola higher low.
Namun, area 6.454 masih menjadi resistance penting yang perlu ditembus untuk membuka peluang kenaikan menuju 6.600-6.800. Sebaliknya, jika gagal menembus resistance tersebut, IHSG berpotensi kembali bergerak dalam fase konsolidasi.
Berikut rekomendasi saham hari ini dari Tim Analis Bareksa.
Rekomendasi Saham Hari Ini, 10 Agustus 2026
CBDK – PT Bangun Kosambi Sukses Tbk
SGER – PT Sumber Global Energy Tbk
ADMR – PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk
Tabel Rekomendasi Saham
Prediksi IHSG dan Sorotan Pasar
Faktor Risiko Utama
Kesimpulan
Pertanyaan Umum
Strategi: Speculative Buy
Harga Terakhir: Rp3.820
Target Harga: Rp4.020–4.130
Batas Rugi (Stop Loss): Rp3.630
Range Beli: Rp3.670–3.780
Analisis: CBDK ditutup naik 0,26% ke Rp3.820 pada 7 Agustus. Saham ini berada di atas MA20 Rp3.560 dan MA50 Rp3.410, menandakan tren naik telah terkonfirmasi setelah berhasil menembus kedua rata-rata pergerakan tersebut. RSI 55,72 menunjukkan momentum beli mulai menguat dengan ruang kenaikan yang masih terbuka. Area support berada di Rp3.780-Rp3.410, sementara resistance berada di Rp4.020-Rp4.130. Strategi yang disarankan adalah speculative buy atau hold pada kisaran Rp3.670-Rp3.780 untuk memperoleh rasio risk/reward yang optimal.
Harga Terakhir: Rp474
Target Harga: Rp498–510
Batas Rugi (Stop Loss): Rp452
Range Beli: Rp456–468
Analisis: SGER ditutup menguat 0,42% ke Rp474. Harga berada di atas MA20 Rp442 dan MA50 Rp425, menandakan tren naik masih terjaga. RSI 56,83 mengindikasikan momentum beli mulai meningkat sehingga peluang kenaikan masih terbuka. Area support berada di Rp468-Rp425, sedangkan resistance berada di Rp498-Rp510. Tim Analis Bareksa merekomendasikan strategi speculative buy atau hold pada kisaran Rp456-Rp468 untuk memperoleh rasio risk/reward yang optimal.
Harga Terakhir: Rp1.620
Target Harga: Rp1.705–1.750
Batas Rugi (Stop Loss): Rp1.460
Range Beli: Rp1.475–1.600
Prioritas Entry: Rp1.475–1.505
Analisis: ADMR naik 1,57% menjadi Rp1.620 pada perdagangan 7 Agustus. Saham ini diperdagangkan di atas MA20 Rp1.480 dan MA50 Rp1.425, sehingga tren naik masih terkonfirmasi. RSI 55,14 menunjukkan momentum beli mulai menguat dengan ruang kenaikan yang masih cukup luas. Area support berada di Rp1.600-Rp1.425, sedangkan resistance berada di Rp1.705-Rp1.750. Tim Analis Bareksa menyarankan speculative buy atau hold, dengan memprioritaskan entry di kisaran Rp1.475-Rp1.505 karena rasio risk/reward dari batas atas area beli hanya sekitar 0,75:1.
Tabel Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa, 10 Agustus 2026
Kode | Sinyal | Harga Terakhir | Target Harga | Stop Loss |
CBDK | Speculative Buy | Rp3.820 | Rp4.020–4.130 | Rp3.630 |
SGER | Speculative Buy | Rp474 | Rp498–510 | Rp452 |
ADMR | Speculative Buy | Rp1.620 | Rp1.705–1.750 | Rp1.460 |
Sumber: Tim Analis Bareksa, harga penutupan 7 Agustus 2026.
IHSG masih menghadapi resistance 6.454. Meski momentum mulai membaik, level ini menjadi konfirmasi penting untuk melanjutkan penguatan menuju area 6.600-6.800.
Risk/reward ADMR kurang optimal jika entry di batas atas area beli. Investor sebaiknya memprioritaskan entry di kisaran bawah agar potensi imbal hasil lebih menarik dibandingkan risiko.
Sentimen global tetap perlu dicermati. Meski ekspektasi suku bunga AS mulai membaik, perubahan data ekonomi maupun kebijakan bank sentral global masih berpotensi memengaruhi arus dana asing ke pasar saham Indonesia.
Tiga saham pilihan Tim Analis Bareksa untuk perdagangan 10 Agustus 2026, yakni CBDK, SGER, dan ADMR, sama-sama menunjukkan tren naik yang telah terkonfirmasi dengan harga berada di atas MA20 dan MA50. Di tengah proyeksi IHSG bergerak pada kisaran 6.324-6.454 dengan bias positif, investor tetap perlu disiplin menerapkan strategi masuk sesuai area beli yang direkomendasikan serta menggunakan batas rugi untuk mengelola risiko.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
CBDK merupakan emiten yang bergerak di sektor properti dan pengembangan kawasan, dengan fokus pada proyek real estat dan pengembangan kawasan terpadu.
SGER bergerak di bidang perdagangan energi, terutama perdagangan batu bara untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.
ADMR merupakan anak usaha Grup Adaro yang berfokus pada pertambangan batu bara metalurgi (metallurgical coal) yang digunakan sebagai bahan baku industri baja.
Posisi harga di atas MA20 dan MA50 umumnya menunjukkan tren jangka pendek hingga menengah masih positif karena harga bergerak di atas rata-rata pergerakannya.
Menurut analisis teknikal Ciptadana Sekuritas, level 6.454 merupakan area konfirmasi breakout. Jika berhasil ditembus dan dipertahankan, peluang penguatan IHSG menuju kisaran 6.600-6.800 akan semakin terbuka.