
Bareksa - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 0,12% ke level 6.344 pada perdagangan Kamis, 6 Agustus 2026, tertekan aksi jual investor asing senilai Rp273 miliar.
Sektor Properties & Real Estate (-0,70%), Healthcare (-0,48%), dan Technology (-0,40%) menjadi pemberat utama, dengan BBCA, TLKM, dan AMMN tercatat sebagai penekan utama indeks. Rupiah menguat 12 poin ke Rp17.918 per US$.
Dari global, bursa Wall Street ditutup melemah pada Kamis, dengan Dow Jones turun 0,85% akibat kenaikan harga minyak yang membebani sentimen. Meski demikian, optimisme investor tetap terjaga oleh laporan laba korporasi yang kuat, termasuk hasil positif dari Airbnb dan Cloudflare, sementara saham semikonduktor terus mencatatkan kinerja unggul.
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (7/8/2026), IHSG hari ini diperkirakan bergerak di kisaran 6.316 (support) - 6.454 (resistance), dengan indeks berpotensi ditutup di teritori negatif. Secara teknikal, IHSG mendekati zona resistance kunci 6.350-6.450, di mana pemulihan yang terjadi mulai kehilangan momentum, sementara Stochastic Oscillator sudah memasuki area jenuh beli.
Berikut rekomendasi saham hari ini dari Tim Analis Bareksa.
Daftar Isi
• Rekomendasi Saham Hari Ini, 7 Agustus 2026
• 1. TAPG – PT Triputra Agro Persada Tbk
• 2. HRTA – PT Hartadinata Abadi Tbk
• 3. INTP – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk
• Tabel Rekomendasi Saham
• Prediksi IHSG dan Sorotan Pasar Ciptadana
• Faktor Risiko Utama
• Kesimpulan
Strategi: Quick Trade
Harga Terakhir: Rp1.865
Target Harga: Rp1.960–2.010
Batas Rugi (Stop Loss): Rp1.720
Range Beli: Rp1.735–1.845
Prioritas Entry: Rp1.735–1.770
Analisis: TAPG ditutup naik 1,36% ke Rp1.865 pada 6 Agustus, berada di atas MA20 Rp1.671 dan MA50 Rp1.578 - tren naik terkonfirmasi dengan breakout kedua rata-rata pergerakan terlampaui. RSI 54,48 mengindikasikan momentum beli baru menguat dengan ruang kenaikan yang masih luas. Prioritaskan entry di Rp1.735–1.770 karena rasio risk/reward dari entry atas relatif rendah, sekitar 0,92:1.
Harga Terakhir: Rp2.120
Target Harga: Rp2.230–2.290
Batas Rugi (Stop Loss): Rp1.890
Range Beli: Rp1.910–2.090
Prioritas Entry: Rp1.910–1.955
Analisis: HRTA ditutup naik 6,00% ke Rp2.120 pada 6 Agustus, berada di atas MA20 Rp1.888 dan MA50 Rp1.914 - tren naik terkonfirmasi dengan breakout kedua rata-rata pergerakan terlampaui. RSI 63,67 mengindikasikan momentum beli menguat namun sudah mendekati area overbought, sehingga potensi koreksi jangka pendek perlu diwaspadai. Prioritaskan entry di Rp1.910–1.955 karena rasio risk/reward dari entry atas relatif rendah, sekitar 0,70:1.
Harga Terakhir: Rp5.325
Target Harga: Rp5.600–5.775
Batas Rugi (Stop Loss): Rp4.450
Range Beli: Rp4.500–5.250
Prioritas Entry: Rp4.500–4.690
Analisis: INTP ditutup naik 0,47% ke Rp5.325 pada 6 Agustus, berada di atas MA20 Rp4.671 dan MA50 Rp4.420 - tren naik terkonfirmasi dengan breakout kedua rata-rata pergerakan terlampaui. RSI 65,76 mengindikasikan momentum beli menguat namun sudah mendekati area overbought, sehingga potensi koreksi jangka pendek perlu diwaspadai. Prioritaskan entry di Rp4.500–4.690 karena rasio risk/reward dari entry atas relatif rendah, sekitar 0,44:1.
Tabel Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa, 7 Agustus 2026
Kode Saham | Sinyal | Harga Terakhir | Target Harga | Batas Rugi (Stop Loss) |
|---|---|---|---|---|
TAPG | Quick Trade | Rp1.865 | Rp1.960–2.010 | Rp1.720 |
HRTA | Quick Trade | Rp2.120 | Rp2.230–2.290 | Rp1.890 |
INTP | Quick Trade | Rp5.325 | Rp5.600–5.775 | Rp4.450 |
Sumber: Tim Analis Bareksa, harga terakhir per 6/8/2026
Rasio Risk/Reward Rendah pada Ketiga Saham: TAPG, HRTA, dan INTP seluruhnya menawarkan rasio risk/reward dari entry atas di bawah 1:1 (0,92:1, 0,70:1, dan 0,44:1), sehingga investor perlu mengutamakan entry di area bawah range beli dan menerapkan manajemen risiko yang lebih disiplin.
HRTA dan INTP Mendekati Area Overbought: RSI HRTA (63,67) dan INTP (65,76) sudah mendekati area jenuh beli, meningkatkan risiko koreksi jangka pendek apabila momentum kenaikan tidak berlanjut.
IHSG Mendekati Resistance dengan Stochastic Jenuh Beli: Indeks tengah mendekati zona resistance kunci dengan indikator Stochastic yang sudah jenuh beli, mengindikasikan potensi konsolidasi atau pelemahan jangka pendek yang dapat memengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan.
Tiga saham pilihan Tim Analis Bareksa untuk perdagangan 7 Agustus 2026 - TAPG, HRTA, dan INTP - seluruhnya menunjukkan tren naik terkonfirmasi, namun memerlukan kedisiplinan ekstra karena rasio risk/reward dari entry atas yang relatif rendah di ketiganya. Prioritaskan entry TAPG di Rp1.735–1.770, HRTA di Rp1.910–1.955, dan INTP di Rp4.500–4.690, dengan manajemen risiko yang ketat mengingat IHSG turut berpotensi memasuki fase konsolidasi mendekati resistance kunci.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
TAPG adalah perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan pengolahan kelapa sawit, memproduksi crude palm oil (CPO) dan produk turunannya melalui sejumlah kebun dan pabrik pengolahan di berbagai wilayah Indonesia.
HRTA bergerak di bidang manufaktur dan perdagangan perhiasan emas, mulai dari produksi hingga distribusi melalui jaringan ritel dan mitra usaha di berbagai wilayah Indonesia.
Rasio risk/reward yang rendah berarti potensi kerugian dari suatu posisi trading lebih besar dibandingkan potensi keuntungannya, terutama jika entry dilakukan di level harga yang lebih tinggi. Dalam kondisi ini, investor perlu mempertimbangkan ukuran posisi yang lebih kecil atau menunggu level entry yang lebih rendah untuk memperbaiki rasio risk/reward sebelum mengambil keputusan trading.
Paket stimulus ekonomi yang menyasar daya beli masyarakat dan sektor properti berpotensi mendukung sentimen positif terhadap emiten konsumer dan properti dalam jangka menengah. Namun, dampaknya terhadap pasar saham secara keseluruhan tetap bergantung pada efektivitas implementasi program serta kondisi suku bunga dan geopolitik yang masih menjadi penghambat utama pertumbuhan ekonomi.
Larangan ekspor konsentrat tembaga dan kobalt oleh Kongo, sebagai salah satu produsen utama dunia, dapat mengurangi pasokan global dan mendorong kenaikan harga komoditas terkait di pasar internasional. Meski demikian, dampaknya terhadap emiten pertambangan Indonesia relatif terbatas karena sebagian besar sudah mengolah bijih menjadi logam jadi sebelum diekspor, sehingga hanya terpengaruh melalui pergerakan harga, bukan melalui kelangkaan bahan baku.