Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa Hari Ini: ITMG, AADI & HMSP, IHSG Diprediksi Naik Lagi

Abdul Malik • 05 Aug 2026

an image
Ilustrasi pekerja di area pertambangan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). (Dok. Perusahaan)

Rekomendasi saham Tim Analis Bareksa 5 Agustus 2026 menyoroti ITMG, AADI, dan HMSP sebagai pilihan trading jangka pendek. IHSG diprediksi berpeluang melanjutkan penguatan dalam kisaran 6.218–6.454.

Bareksa - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,36% ke level 6.320 pada Selasa, 4 Agustus 2026, dengan sektor Properties & Real Estate (+2,72%), Basic Materials (+2,17%), dan Transportation & Logistics (+1,59%) memimpin penguatan.

BBCA, BMRI, dan BBRI tercatat sebagai penopang utama indeks, dengan investor asing turut mencatat net buy Rp623 miliar. Rupiah melemah 33 poin ke Rp18.023 per US$, di tengah sentimen pasar yang cenderung konstruktif menjelang rilis data ekonomi domestik.

Dari global, bursa Wall Street ditutup menguat pada Selasa, dengan Dow Jones naik 1,71% ke 54.086, S&P 500 naik 1,79%, dan Nasdaq melonjak 2,59% ke 26.585. Penguatan ditopang laba kuat dari perusahaan terkait AI seperti Caterpillar dan Palantir, sementara turunnya harga minyak mentah dan imbal hasil Treasury turut mendukung sentimen di tengah harapan kesepakatan damai AS-Iran.

Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (5/8/2026), IHSG hari ini diperkirakan bergerak di kisaran 6.218 (support) - 6.454 (resistance), dengan pasar berpeluang melanjutkan tren positif. Secara teknikal, IHSG masih dalam fase rebound jangka pendek setelah membentuk higher low di area 5.607, meski masih diperdagangkan di bawah garis tren turun jangka panjang.

Berikut rekomendasi saham hari ini dari Tim Analis Bareksa.

Daftar Isi

• Rekomendasi Saham Hari Ini, 5 Agustus 2026

• 1. ITMG – PT Indo Tambangraya Megah Tbk

• 2. AADI – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk

• 3. HMSP – PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk

• Tabel Rekomendasi Saham

• Prediksi IHSG dan Sorotan Pasar Ciptadana

• Faktor Risiko Utama

• Kesimpulan

Rekomendasi Saham Hari Ini, 5 Agustus 2026

Strategi: Speculative Buy

1. ITMG – PT Indo Tambangraya Megah Tbk

  • Harga Terakhir: Rp24.825

  • Target Harga: Rp26.075–26.825

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp23.850

  • Range Beli: Rp24.100–24.575

  • Prioritas Entry: Rp24.100–24.575

Analisis: ITMG ditutup naik 0,81% ke Rp24.825 pada 4 Agustus, berada di atas MA20 Rp23.986 dan MA50 Rp23.186 - tren naik terkonfirmasi dengan breakout kedua rata-rata pergerakan terlampaui. RSI 52,48 mengindikasikan momentum beli baru menguat dengan ruang kenaikan yang masih luas. Rasio risk/reward dari level entry ini cukup optimal untuk strategi speculative buy.

Beli Saham ITMG di Sini

2. AADI – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk

  • Harga Terakhir: Rp9.175

  • Target Harga: Rp9.650–9.925

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp8.800

  • Range Beli: Rp8.900–9.075

  • Prioritas Entry: Rp8.900–9.075

Analisis: AADI ditutup naik 0,82% ke Rp9.175 pada 4 Agustus, berada di atas MA20 Rp8.699 dan MA50 Rp8.355 - tren naik terkonfirmasi dengan breakout kedua rata-rata pergerakan terlampaui. RSI 53,97 mengindikasikan momentum beli baru menguat dengan ruang kenaikan yang masih luas. Rasio risk/reward dari level entry ini cukup optimal untuk strategi speculative buy.

Beli Saham AADI di Sini

3. HMSP – PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk

  • Harga Terakhir: Rp755

  • Target Harga: Rp795–815

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp700

  • Range Beli: Rp705–745

  • Prioritas Entry: Rp705–745

Analisis: HMSP ditutup naik 2,72% ke Rp755 pada 4 Agustus, berada di atas MA20 Rp705 dan MA50 Rp673 - tren naik terkonfirmasi dengan breakout kedua rata-rata pergerakan terlampaui. RSI 54,86 mengindikasikan momentum beli baru menguat dengan ruang kenaikan yang masih luas. Rasio risk/reward dari level entry ini cukup seimbang untuk strategi speculative buy.

Beli Saham HMSP di Sini

Tabel Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa, 5 Agustus 2026

Kode Saham

Sinyal

Harga Terakhir

Target Harga

Batas Rugi (Stop Loss)

ITMG

Speculative Buy

Rp24.825

Rp26.075–26.825

Rp23.850

AADI

Speculative Buy

Rp9.175

Rp9.650–9.925

Rp8.800

HMSP

Speculative Buy

Rp755

Rp795–815

Rp700

Sumber: Tim Analis Bareksa, harga terakhir per 4/8/2026

Faktor Risiko Utama

  • IHSG Masih di Bawah Tren Turun Jangka Panjang: Meski momentum jangka pendek membaik, IHSG masih diperdagangkan di bawah garis tren turun jangka panjang dan rata-rata pergerakan 55 hari, sehingga konfirmasi breakout meyakinkan masih diperlukan sebelum tren pembalikan yang lebih kuat dapat dipastikan.

  • Potensi Pelandaian Pertumbuhan Ekonomi Q2 2026: Konsensus memperkirakan PDB Q2 2026 melandai ke 5,1% YoY dari 5,61% YoY, yang jika terkonfirmasi dapat memengaruhi sentimen pasar terhadap prospek konsumsi domestik dan kinerja emiten yang bergantung pada daya beli masyarakat.

  • Defisit Dagang Berturut-turut Akibat Impor Minyak: Defisit dagang Juni yang didorong tingginya impor minyak akibat harga minyak mentah global mengindikasikan tekanan terhadap neraca perdagangan yang perlu terus dicermati, khususnya jika ketegangan geopolitik di Selat Hormuz berlanjut.

Kesimpulan

Tiga saham pilihan Tim Analis Bareksa untuk perdagangan 5 Agustus 2026 - ITMG, AADI, dan HMSP - seluruhnya menunjukkan tren naik terkonfirmasi dengan rasio risk/reward yang optimal, sejalan dengan IHSG yang berpeluang melanjutkan penguatan. Prioritaskan entry ITMG di Rp24.100–24.575, AADI di Rp8.900–9.075, dan HMSP di Rp705–745, sambil tetap mencermati konfirmasi breakout IHSG di atas garis tren turun jangka panjang serta perkembangan data ekonomi domestik yang akan dirilis.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pertanyaan Umum

Apa bisnis utama PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)?

AADI merupakan entitas hasil pemisahan (spin-off) bisnis batu bara termal dari Adaro Energy, yang berfokus pada penambangan dan penjualan batu bara termal untuk pasar domestik maupun ekspor.

Apa bisnis utama PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP)?

HMSP adalah salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia, memproduksi dan memasarkan berbagai merek rokok kretek dan putih. Perseroan merupakan bagian dari grup Philip Morris International dan memiliki pangsa pasar yang signifikan di industri tembakau domestik.

Mengapa data PDB penting bagi pergerakan IHSG?

Data PDB (Produk Domestik Bruto) mencerminkan kesehatan ekonomi secara keseluruhan, termasuk konsumsi rumah tangga, investasi, dan aktivitas manufaktur. Pertumbuhan PDB yang melandai dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap kinerja emiten, khususnya yang bergantung pada daya beli domestik, sehingga sering menjadi salah satu katalis penggerak sentimen pasar saham.

Bagaimana kenaikan harga minyak dunia berdampak pada neraca perdagangan Indonesia?

Sebagai negara net importir minyak, kenaikan harga minyak mentah global secara langsung meningkatkan nilai impor Indonesia, yang dapat memperlebar defisit perdagangan jika tidak diimbangi oleh pertumbuhan ekspor yang sepadan. Kondisi ini juga berpotensi menambah tekanan terhadap subsidi energi dan APBN pemerintah.

Apa itu KDMP yang disebut dalam pertumbuhan kredit BBNI?

KDMP adalah salah satu skema pembiayaan yang mendukung program pemerintah, yang berkontribusi terhadap akselerasi pertumbuhan kredit perbankan. Pertumbuhan kredit yang didukung program semacam ini biasanya mencerminkan sinergi antara sektor perbankan dan kebijakan pemerintah dalam mendorong sektor-sektor strategis perekonomian.

Profil Penulis

Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.