Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa Hari Ini: ISAT, INDF & DEWA, Prediksi IHSG Bergerak Terbatas

Abdul Malik • 04 Aug 2026

an image
Logo PT Indosat Ooredo Hutchison Tbk (ISAT) di salah satu gedung kantornya di Semarang, Indonesia. (Shutterstock/Yessi Frenda)

Rekomendasi saham Tim Analis Bareksa 4 Agustus 2026 menyoroti ISAT, INDF, dan DEWA sebagai pilihan trading jangka pendek. IHSG diprediksi bergerak terbatas dalam kisaran 6.186–6.307 di tengah konsolidasi.

Bareksa - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 0,03% ke level 6.234 pada perdagangan Senin, 3 Agustus 2026, meski investor asing mencatat net sell Rp708 miliar.

Sektor Technology (-1,52%), Properties & Real Estate (-0,77%), dan Energy (-0,76%) menjadi pemberat, sementara Consumer Cyclicals, Healthcare, dan Basic Materials tercatat menguat. BREN, BBRI, dan BBCA menjadi penekan utama indeks, sementara rupiah menguat 10 poin ke Rp17.990 per US$.

Dari global, bursa Wall Street menguat pada Senin seiring mereda ketegangan geopolitik dan turunnya imbal hasil Treasury. Dow Jones mencatat rekor baru 53.178 (+1,32%), sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik 1,48% dan 2,13%, didukung sentimen positif setelah AS menahan diri dari serangan militer ke Iran dan tanda-tanda kemajuan negosiasi terkait Selat Hormuz.

Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (4/8/2026), IHSG hari ini diperkirakan bergerak di kisaran 6.186 (support) - 6.307 (resistance), dengan pasar tetap berada di zona positif. Secara teknikal, IHSG berada dalam fase konsolidasi sideways to flat, menguji pertemuan garis resistance turun jangka pendek dan support naik, yang berpotensi memicu breakout ke salah satu arah.

Berikut rekomendasi saham hari ini dari Tim Analis Bareksa.

Daftar Isi

• Rekomendasi Saham Hari Ini, 4 Agustus 2026

• 1. ISAT – PT Indosat Tbk

• 2. INDF – PT Indofood Sukses Makmur Tbk

• 3. DEWA – PT Darma Henwa Tbk

• Tabel Rekomendasi Saham

• Prediksi IHSG dan Sorotan Pasar Ciptadana

• Faktor Risiko Utama

• Kesimpulan

Rekomendasi Saham Hari Ini, 4 Agustus 2026

Strategi: Buy on Weakness & Speculative Buy

1. ISAT – PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk

  • Harga Terakhir: Rp1.905

  • Target Harga: Rp2.000–2.060

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp1.865

  • Range Beli: Rp1.885–1.930

  • Prioritas Entry: Rp1.885–1.930

Analisis: ISAT ditutup naik 0,26% ke Rp1.905 pada 3 Agustus, berada di atas MA20 Rp1.898 dan MA50 Rp1.854 - tren naik terkonfirmasi dengan breakout kedua rata-rata pergerakan terlampaui. RSI 49,48 mengindikasikan momentum masih moderat dengan ruang kenaikan yang masih terbuka. Harga saat ini berada di area support, berpotensi rebound menuju target resistance.

Beli Saham ISAT di Sini

2. INDF – PT Indofood Sukses Makmur Tbk

  • Harga Terakhir: Rp7.075

  • Target Harga: Rp7.450–7.650

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp6.700

  • Range Beli: Rp6.775–7.000

  • Prioritas Entry: Rp6.775–7.000

Analisis: INDF ditutup naik 1,43% ke Rp7.075 pada 3 Agustus, berada di atas MA20 Rp6.819 dan MA50 Rp6.683 - tren naik terkonfirmasi dengan breakout kedua rata-rata pergerakan terlampaui. RSI 52,91 mengindikasikan momentum beli baru menguat dengan ruang kenaikan yang masih luas. Rasio risk/reward dari level entry ini cukup optimal untuk strategi speculative buy.

Beli Saham INDF di Sini

3. DEWA – PT Darma Henwa Tbk

  • Harga Terakhir: Rp464

  • Target Harga: Rp488–500

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp432

  • Range Beli: Rp438–458

  • Prioritas Entry: Rp438–448

Analisis: DEWA ditutup naik 0,87% ke Rp464 pada 3 Agustus, berada di atas MA20 Rp395 dan MA50 Rp356 - tren naik terkonfirmasi dengan breakout kedua rata-rata pergerakan terlampaui. RSI 54,98 mengindikasikan momentum beli baru menguat dengan ruang kenaikan yang masih luas. Prioritaskan entry di Rp438–448 untuk risk/reward yang lebih optimal.

Beli Saham DEWA di Sini

Tabel Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa, 4 Agustus 2026

Kode Saham

Sinyal

Harga Terakhir

Target Harga

Batas Rugi (Stop Loss)

ISAT

Buy on Weakness

Rp1.905

Rp2.000–2.060

Rp1.865

INDF

Speculative Buy

Rp7.075

Rp7.450–7.650

Rp6.700

DEWA

Speculative Buy

Rp464

Rp488–500

Rp432

Sumber: Tim Analis Bareksa, harga terakhir per 3/8/2026

Faktor Risiko Utama

  • IHSG Masih Menunggu Konfirmasi Arah Breakout: Indeks berada dalam fase konsolidasi sideways dengan sinyal momentum yang campuran, sehingga arah pergerakan berikutnya masih belum jelas hingga terjadi breakout meyakinkan di atas resistance atau breakdown di bawah support.

  • Potensi Rebound Inflasi di Agustus: Meski inflasi Juli melandai, Ciptadana memperkirakan tekanan inflasi dapat kembali meningkat di Agustus akibat musim akademik baru, potensi gangguan El Nino terhadap pasokan pangan, dan efek dasar rendah dari penurunan harga BBM nonsubsidi bulan lalu.

  • Koreksi Harga Emas Berpotensi Tekan Laba Emiten Tambang: ANTM diperkirakan mencatat penurunan pendapatan dan profitabilitas 2Q26 secara kuartalan akibat harga emas terealisasi yang lebih rendah, mengindikasikan sensitivitas tinggi emiten tambang emas terhadap fluktuasi harga komoditas global.

Kesimpulan

Tiga saham pilihan Tim Analis Bareksa untuk perdagangan 4 Agustus 2026 - ISAT, INDF, dan DEWA - seluruhnya menunjukkan tren naik terkonfirmasi di tengah IHSG yang masih berkonsolidasi menanti breakout. Prioritaskan entry ISAT di Rp1.885–1.930, INDF di Rp6.775–7.000, dan DEWA di Rp438–448, dengan manajemen risiko yang disiplin mengingat arah IHSG secara keseluruhan masih bersifat netral hingga ada konfirmasi arah yang lebih jelas.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pertanyaan Umum

Apa bisnis utama ISAT?

ISAT adalah salah satu operator telekomunikasi terbesar di Indonesia, menyediakan layanan seluler, data, dan digital bagi pelanggan ritel maupun korporasi. Perseroan juga memiliki lini bisnis fixed broadband dan solusi enterprise melalui berbagai anak usahanya.

Mengapa PMI manufaktur penting bagi investor saham?

PMI (Purchasing Managers Index) mencerminkan kondisi aktivitas sektor manufaktur, di mana angka di atas 50 menandakan ekspansi dan di bawah 50 menandakan kontraksi. Data ini penting bagi investor karena dapat menjadi indikator awal arah pertumbuhan ekonomi, permintaan domestik, dan kinerja emiten di sektor terkait manufaktur dan industri.

Apa itu deflasi bulanan dan apakah selalu berarti kabar baik?

Deflasi bulanan berarti tingkat harga secara umum turun dibanding bulan sebelumnya, yang tidak selalu murni kabar baik. Deflasi bisa mencerminkan penurunan harga pangan yang menguntungkan konsumen, namun juga dapat mengindikasikan pelemahan daya beli atau permintaan jika terjadi secara berkelanjutan, sehingga perlu dicermati dalam konteks yang lebih luas.

Bagaimana cara kerja model trading emas ANTM yang disebut dalam riset?

Sebagian penjualan emas ANTM melibatkan skema trading di mana perseroan membeli emas batangan untuk kemudian dijual kembali, sehingga pendapatan yang dilaporkan turut dipengaruhi pergerakan harga emas saat transaksi jual-beli berlangsung. Model ini membuat sensitivitas pendapatan ANTM terhadap fluktuasi harga emas menjadi lebih tinggi dibanding jika seluruh penjualan berasal murni dari produksi sendiri.

Apa itu cum dividend date dan mengapa penting bagi investor yang ingin mendapat dividen?

Cum dividend date adalah batas akhir tanggal investor harus memiliki saham agar berhak menerima dividen yang diumumkan. Jika investor membeli saham setelah tanggal tersebut, mereka tidak akan mendapat hak atas dividen periode itu, sehingga penting bagi investor yang mengincar dividen seperti TAPG untuk mencermati tanggal cum dividend sebelum melakukan pembelian.

Profil Penulis

Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.