
Bareksa - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,89% ke level 6.131 pada perdagangan Selasa, 28 Juli 2026, tertekan aksi jual investor asing senilai Rp1,1 triliun.
Sektor Properties & Real Estate (-3,25%), Energy (-1,75%), dan Industrials (-1,00%) menjadi pemberat utama, sementara Consumer Non-Cyclicals menjadi satu-satunya sektor yang menguat (+0,52%). BBCA, BMRI, dan ENRG tercatat sebagai penekan utama indeks, sementara rupiah melemah 62 poin ke Rp18.067 per US$.
Dari global, bursa Wall Street ditutup variatif pada Selasa, dengan Dow Jones menguat 1,03% dan S&P 500 naik 0,21%, sementara Nasdaq melemah tipis 0,22% akibat kekhawatiran perlambatan belanja infrastruktur AI. Harga minyak sempat jatuh tajam namun sudah rebound lebih dari 4% di perdagangan Rabu seiring memanasnya kembali ketegangan Timur Tengah.
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (29/7/2026), IHSG hari ini diperkirakan bergerak di kisaran 6.007 (support) - 6.219 (resistance), dengan bias rebound dan outlook jangka pendek yang positif. Secara teknikal, IHSG masih dalam fase koreksi berbias bearish, tertahan di bawah garis tren turun dan rata-rata pergerakan jangka menengah setelah rebound dari titik rendah 5.318.
Berikut rekomendasi saham hari ini dari Tim Analis Bareksa.
• Rekomendasi Saham Hari Ini, 29 Juli 2026
• 1. INTP – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk
• 2. SMRA – PT Summarecon Agung Tbk
• 3. DEWA – PT Darma Henwa Tbk
• Tabel Rekomendasi Saham
• Prediksi IHSG dan Sorotan Pasar Ciptadana
• Faktor Risiko Utama
• Kesimpulan
Strategi: Buy on Weakness & Speculative Buy
Harga Terakhir: Rp4.580
Target Harga: Rp4.810–4.950
Batas Rugi (Stop Loss): Rp4.560
Range Beli: Rp4.530–4.610
Prioritas Entry: Rp4.530–4.610
Analisis: INTP ditutup naik 0,44% ke Rp4.580 pada 28 Juli, berada di atas MA20 Rp4.467 dan MA50 Rp4.364 - tren naik terkonfirmasi dengan breakout kedua rata-rata pergerakan terlampaui. RSI 48,28 mengindikasikan momentum masih moderat dengan ruang kenaikan yang masih terbuka. Harga saat ini berada di area support, berpotensi rebound menuju target resistance.
Harga Terakhir: Rp320
Target Harga: Rp336–346
Batas Rugi (Stop Loss): Rp300
Range Beli: Rp302–316
Prioritas Entry: Rp302–316
Analisis: SMRA ditutup naik 0,63% ke Rp320 pada 28 Juli, berada di atas MA20 Rp296 dan MA50 Rp292 - tren naik terkonfirmasi dengan breakout kedua rata-rata pergerakan terlampaui. RSI 49,38 mengindikasikan momentum masih moderat dengan ruang kenaikan yang masih terbuka. Momentum saat ini bergerak menuju level resistance berikutnya.
Harga Terakhir: Rp444
Target Harga: Rp466–480
Batas Rugi (Stop Loss): Rp390
Range Beli: Rp394–440
Prioritas Entry: Rp394–405
Analisis: DEWA ditutup naik 0,45% ke Rp444 pada 28 Juli, berada di atas MA20 Rp362 dan MA50 Rp343 - tren naik terkonfirmasi dengan breakout kedua rata-rata pergerakan terlampaui. RSI 50,91 mengindikasikan momentum beli baru menguat dengan ruang kenaikan yang masih luas. Prioritaskan entry di Rp394–405 karena rasio risk/reward dari entry atas relatif rendah, hanya sekitar 0,52:1.
Tabel Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa, 29 Juli 2026
Kode Saham | Sinyal | Harga Terakhir | Target Harga | Batas Rugi (Stop Loss) |
|---|---|---|---|---|
INTP | Buy on Weakness | Rp4.580 | Rp4.810–4.950 | Rp4.560 |
SMRA | Speculative Buy | Rp320 | Rp336–346 | Rp300 |
DEWA | Speculative Buy | Rp444 | Rp466–480 | Rp390 |
Sumber: Tim Analis Bareksa, harga terakhir per 28/7/2026
Rasio Risk/Reward DEWA yang Relatif Rendah: DEWA menawarkan rasio risk/reward dari entry atas hanya sekitar 0,52:1, sehingga investor perlu mengutamakan entry di area bawah range beli dan menerapkan manajemen risiko yang lebih disiplin dibanding INTP dan SMRA.
IHSG Masih dalam Fase Koreksi Berbias Bearish: Meski rekomendasi hari ini bertumpu pada peluang rebound teknikal masing-masing saham, IHSG secara keseluruhan masih tertahan di bawah garis tren turun utama, sehingga potensi koreksi lanjutan pada indeks perlu diperhitungkan dalam mengelola posisi trading jangka pendek.
Sentimen Laporan Keuangan Emiten Besar yang Beragam: Sejumlah laporan kinerja 2Q26 menunjukkan hasil yang bervariasi - dari yang solid seperti ISAT dan ERAA hingga yang tertekan seperti MIKA - sehingga investor perlu mencermati dampak sentimen sektoral terhadap pergerakan indeks secara umum.
Tiga saham pilihan Tim Analis Bareksa untuk perdagangan 29 Juli 2026 - INTP, SMRA, dan DEWA - seluruhnya menunjukkan peluang rebound teknikal setelah breakout di atas kedua moving average. INTP dan SMRA menawarkan rasio risk/reward yang lebih seimbang, sementara DEWA memerlukan kedisiplinan lebih ketat pada prioritas entry bawah. Prioritaskan entry INTP di Rp4.530–4.610, SMRA di Rp302–316, dan DEWA di Rp394–405, dengan manajemen risiko yang disiplin mengingat IHSG secara keseluruhan masih berada dalam fase koreksi berbias bearish.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
INTP adalah salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, memproduksi semen dan produk terkait untuk mendukung sektor konstruksi dan infrastruktur domestik. Perseroan mengoperasikan sejumlah pabrik semen di berbagai wilayah Indonesia dengan merek dagang yang telah dikenal luas di pasar.
DEWA bergerak di bidang jasa pertambangan terintegrasi, menyediakan layanan kontraktor tambang batu bara mulai dari pengupasan lapisan tanah, penambangan, hingga jasa transportasi hasil tambang bagi klien pertambangan di Indonesia.
Risk/reward ratio adalah perbandingan antara potensi kerugian (jarak harga beli ke batas rugi) dengan potensi keuntungan (jarak harga beli ke target harga). Rasio yang rendah, seperti pada DEWA dari level entry atas, berarti potensi kerugian relatif lebih besar dibanding potensi keuntungan, sehingga investor perlu mempertimbangkan ukuran posisi yang lebih kecil atau menunggu level entry yang lebih optimal di area bawah range beli.
Rekomendasi rebound pada saham individual dapat muncul meski kondisi indeks secara keseluruhan masih tertahan tren turun, karena pergerakan saham tidak selalu identik dengan pergerakan indeks. IHSG dikatakan berbias bearish karena harga masih berada di bawah garis tren turun dan rata-rata pergerakan jangka menengah, meski secara jangka pendek berpeluang mengalami rebound teknikal.
Laporan kinerja emiten berkapitalisasi besar seperti BBCA dan ISAT dapat memengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan karena bobotnya yang signifikan dalam perhitungan indeks. Hasil yang sesuai atau melampaui ekspektasi analis umumnya direspons positif oleh pasar, meski dampaknya terhadap arah IHSG secara keseluruhan tetap bergantung pada sentimen makro dan sektor lain yang bergerak bersamaan.