
Bareksa - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 108 poin (1,74%) ke level 6.340 pada perdagangan Selasa, 21 Juli 2026, kenaikan terbesar dalam sepekan.
Sektor Energi (3,48%), Basic Materials (2,76%), dan Infrastruktur (2,67%) memimpin penguatan secara broad-based, sementara AMMN, DSSA, dan BBRI menjadi penopang utama indeks. Investor asing mencatat net buy Rp31 miliar, dan rupiah menguat 59 poin ke Rp17.883/USD.
Dari global, bursa Wall Street menguat didorong rebound saham semikonduktor dan musim laporan keuangan kuartal II 2026 yang solid. Harga minyak Brent naik 2,01% ke US$91,0/bbl di tengah ketegangan AS-Iran yang masih berlanjut.
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (22/7/2026), IHSG hari ini diperkirakan bergerak di kisaran 6.079 (support) – 6.247 (resistance) dengan peluang ditutup lebih tinggi, meski stochastic yang memasuki area overbought mengisyaratkan potensi konsolidasi jangka pendek.
Berikut rekomendasi saham hari ini dari Tim Analis Bareksa.
Rekomendasi Saham Hari Ini, 22 Juli 2026
1. RAJA (Hold / Spec Buy)
2. TAPG (Hold / Spec Buy)
3. TOBA (Hold / Spec Buy)
Tabel Rekomendasi Saham, 22 Juli 2026
Faktor Risiko Utama
Kesimpulan
Strategi: Hold / Spec Buy
Harga Terakhir: Rp960
Target Harga: Rp1.010–1.040
Batas Rugi (Stop Loss): Rp885
Range Beli: Rp895–950
Prioritas Entry: Rp895–905
Analisis: Breakout di atas MA20 Rp825 dan MA50 Rp770 dengan volume 3,1 kali rata-rata 20 hari pada 21 Juli; RSI 54,58 mengindikasikan momentum beli baru menguat dengan ruang kenaikan yang masih luas. Hold bagi yang sudah posisi; spec buy saat pullback ke Rp895–905.
Harga Terakhir: Rp1.610
Target Harga: Rp1.695–1.740
Batas Rugi (Stop Loss): Rp1.510
Range Beli: Rp1.530–1.590
Prioritas Entry: Rp1.530–1.545
Analisis: Breakout di atas MA20 Rp1.530 dan MA50 Rp1.500 dengan volume 2,0 kali rata-rata 20 hari; RSI 52,88 mengindikasikan momentum beli baru menguat — ruang kenaikan masih luas dengan RR entry atas 1,59:1. Hold bagi yang sudah posisi; spec buy saat pullback ke Rp1.530–1.545.
Harga Terakhir: Rp478
Target Harga: Rp500–515
Batas Rugi (Stop Loss): Rp414
Range Beli: Rp418–472
Prioritas Entry: Rp418–430
Analisis: Breakout di atas MA20 Rp406 dan MA50 Rp402 dengan RSI 53,02 mengindikasikan momentum beli baru menguat; volume 1,5 kali rata-rata 20 hari. Prioritaskan entry di Rp418–430 karena RR dari entry atas hanya 0,64:1.
Tabel Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa, 22 Juli 2026
Kode Saham | Sinyal | Harga Terakhir | Target Harga | Batas Rugi (Stop Loss) |
RAJA | Hold / Spec Buy | Rp960 | Rp1.010–1.040 | Rp885 |
TAPG | Hold / Spec Buy | Rp1.610 | Rp1.695–1.740 | Rp1.510 |
TOBA | Hold / Spec Buy | Rp478 | Rp500–515 | Rp414 |
Sumber: Tim Analis Bareksa, harga terakhir per 21/7/2026
IHSG Mendekati Resistance Kunci 6.340–6.380: Zona ini bertepatan dengan descending trendline dan MA 55-hari. Stochastic IHSG sudah memasuki area overbought — waspadai profit taking dan konsolidasi jangka pendek sebelum breakout terkonfirmasi.
Minyak Brent di US$91/bbl: Brent naik 2,01% ke US$91/bbl didorong ketegangan AS-Iran. Kenaikan minyak yang berlanjut meningkatkan risiko inflasi domestik dan tekanan rupiah, yang bisa memicu kenaikan BI Rate lebih lanjut.
RAJA Flags READY-BEAR: RAJA masih berflags READY-BEAR di screening teknikal — meski momentum naik, waspadai pembalikan tren jika IHSG koreksi dari resistance. Disiplin pada batas rugi Rp885 sangat penting.
Tiga saham pilihan Tim Analis Bareksa untuk perdagangan 22 Juli 2026 — RAJA, TAPG, dan TOBA — semuanya membentuk breakout di atas kedua MA dengan sinyal hold / spec buy menuju resistance berikutnya. TAPG menawarkan RR entry atas terbaik (1,59:1) dengan RSI paling rendah; RAJA mencatatkan volume terkuat 3,1 kali rata-rata. Prioritaskan entry RAJA di Rp895–905, TAPG di Rp1.530–1.545, dan TOBA di Rp418–430. Waspadai konsolidasi IHSG di area resistance 6.340–6.380 yang berpotensi memicu profit taking jangka pendek.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
RAJA adalah perusahaan infrastruktur energi dengan portofolio bisnis meliputi transmisi gas bumi, pembangkit listrik, dan pengelolaan pipa. Perseroan berperan sebagai agen penjualan gas dan menyediakan infrastruktur energi terintegrasi, terutama di kawasan industri Jawa Barat dan Jawa Tengah.
TAPG adalah perusahaan perkebunan kelapa sawit terintegrasi dengan operasi di Kalimantan. Perseroan menghasilkan tandan buah segar (TBS) yang diolah menjadi crude palm oil (CPO) dan palm kernel oil (PKO). TAPG merupakan anak usaha Grup Triputra milik pengusaha Theodore Rachmat.
Hold/Spec Buy cocok untuk investor yang sudah memiliki posisi (hold) atau yang ingin masuk pada saham dengan momentum naik menuju resistance dengan risiko terukur (spec buy). Quick trade lebih aktif dengan target keuntungan jangka lebih pendek. Keduanya tetap membutuhkan disiplin batas rugi.
Level ini adalah konvergensi tiga faktor teknikal sekaligus: descending trendline dari puncak April 2026, MA 55-hari yang masih turun, dan Stochastic yang sudah overbought. Breakout meyakinkan di atas 6.380 diperlukan untuk mengkonfirmasi pembalikan tren jangka menengah dari bearish ke bullish
Panda Bonds adalah obligasi berdenominasi yuan yang diterbitkan oleh entitas asing (termasuk pemerintah Indonesia) di pasar China. Penerbitan ini diversifikasi sumber utang pemerintah, mengurangi ketergantungan dolar AS, dan berpotensi memperkuat kepercayaan investor terhadap manajemen fiskal Indonesia — sentimen positif jangka panjang bagi rupiah dan pasar obligasi domestik.