
Bareksa - Riset Ciptadana Sekuritas Asia (13/7) mempertahankan rekomendasi Overweight untuk sektor konsumer setelah melakukan channel check di kawasan Blok M, Jakarta.
Hasilnya menunjukkan Cimory Yogurt Cafe memperoleh respons awal yang positif dengan penjualan ratusan cup per hari.
Sementara Koperasi Merah Putih (KMP) masih berada pada tahap awal implementasi sehingga belum menjadi ancaman berarti bagi peritel modern.
Analis memilih Blok M sebagai lokasi channel check karena kawasan ini kembali menjadi salah satu pusat aktivitas konsumen di Jakarta.
Didukung konektivitas MRT, Stasiun Blok M BCA melayani sekitar 161.000 penumpang setiap hari kerja, menciptakan arus pengunjung yang stabil bagi pelaku ritel dan bisnis makanan dan minuman (F&B).
Kondisi tersebut menjadikan Blok M sebagai lokasi ideal untuk mengukur tren konsumsi masyarakat urban.
Salah satu fokus kunjungan analis adalah Cimory Yogurt Cafe, gerai yang baru beroperasi kurang dari satu bulan di Blok M Hub.
Gerai ini dikelola oleh PT Artha Rasa Cimory (ARC), anak usaha F&B yang dibentuk pada 2026, sekaligus menjadi konsep ritel milik sendiri pertama bagi PT Cimory Dairy Milk Tbk (CMRY).
Menurut analis, kehadiran Yogurt Cafe bukan hanya bertujuan menambah penjualan, tetapi juga:
meningkatkan eksposur merek Cimory,
memperkenalkan produk baru secara langsung kepada konsumen,
memperkuat interaksi dengan pelanggan,
mendorong transaksi bernilai lebih tinggi (premiumization),
menghasilkan promosi organik melalui media sosial berkat desain gerai yang menarik.
Harga Lebih Terjangkau Dibanding Kompetitor
Menu utama Yogurt Cafe terdiri atas frozen yogurt dengan harga:
Produk | Harga |
Frozen Yogurt | Rp28.000 per 100-110 gram |
Topping | Rp5.000 |
Slushies | Rp25.000 |
Minuman Cimory | Rp23.000 |
Sumber: riset Ciptadana Sekuritas
Harga tersebut lebih rendah dibanding pemain lain yang umumnya mematok harga Rp35.000-Rp55.000 per porsi.
Analis menilai strategi harga tersebut mampu menarik konsumen muda tanpa mengurangi citra premium merek Cimory. Selain frozen yogurt, gerai juga menjual berbagai produk susu kemasan Cimory sehingga membuka peluang cross-selling.
Hasil channel check menunjukkan respons awal yang cukup menggembirakan.
Menurut informasi dari staf gerai:
sekitar 400 cup terjual setiap hari kerja,
sekitar 500 cup pada akhir pekan,
penjualan dapat lebih tinggi pada periode ramai.
Dengan rata-rata nilai transaksi sekitar Rp33.000, Ciptadana memperkirakan:
Indikator | Estimasi |
Penjualan harian (weekday) | Rp13,2 juta |
Penjualan harian (weekend) | Rp16,5 juta |
Pendapatan bulanan | Rp425-430 juta |
Potensi pendapatan tahunan | sekitar Rp5,1 miliar per gerai |
Sumber: riset Ciptadana Sekuritas
Melihat respons positif tersebut, manajemen berencana membuka dua Yogurt Cafe tambahan di Jakarta dan Bekasi.
Meski prospeknya dinilai positif, analis menilai kontribusi bisnis Yogurt Cafe terhadap laba CMRY dalam jangka pendek masih relatif kecil.
Fokus investor kini bergeser dari sekadar membuktikan konsep bisnis menjadi kemampuan perusahaan mengeksekusi ekspansi ke berbagai lokasi dengan tingkat kunjungan tinggi (high-footfall locations).
Selain mengunjungi Cimory, analis juga melakukan observasi terhadap gerai percontohan Koperasi Merah Putih (KMP) di Blok M Hub.
Beberapa temuan utama antara lain:
lalu lintas pengunjung masih tergolong moderat pada hari kerja,
pilihan merek FMCG nasional masih terbatas,
sebagian layanan yang direncanakan pemerintah belum berjalan,
ketersediaan stok beberapa produk masih belum konsisten.
Meski sekitar 70% produk yang dibandingkan dijual lebih murah dibanding harga rata-rata ritel modern, analis menilai KMP masih berada pada tahap awal implementasi dan belum memberikan tekanan berarti terhadap peritel modern maupun permintaan konsumen.
Bagi investor sektor konsumer, hasil channel check ini menunjukkan beberapa poin penting:
CMRY mulai membangun kanal penjualan langsung (direct-to-consumer) yang dapat memperkuat brand dalam jangka panjang.
Ekspansi Yogurt Cafe layak dicermati sebagai sumber pertumbuhan baru apabila konsepnya berhasil direplikasi di lokasi lain.
Koperasi Merah Putih masih belum menjadi ancaman signifikan bagi pemain ritel modern, meski berpotensi berkembang sebagai saluran distribusi tambahan bagi produk FMCG apabila implementasinya semakin matang.
Ciptadana tetap mempertahankan pandangan Overweight terhadap sektor konsumer. Hasil channel check di Blok M menunjukkan inovasi ritel seperti Cimory Yogurt Cafe mendapat respons awal yang positif, sedangkan Koperasi Merah Putih masih membutuhkan waktu untuk meningkatkan skala operasional dan efektivitas distribusinya sebelum dapat memengaruhi lanskap persaingan ritel modern.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Karena tren konsumsi masyarakat dinilai masih positif dan perusahaan konsumer terus menghadirkan inovasi untuk memperkuat pertumbuhan.
Sekitar 400 cup per hari kerja dan sekitar 500 cup saat akhir pekan menurut hasil channel check analis Ciptadana.
Diperkirakan sekitar Rp425-430 juta per bulan atau sekitar Rp5,1 miliar per tahun apabila tingkat penjualan saat ini dapat dipertahankan.
Ya. Manajemen berencana membuka dua gerai Yogurt Cafe tambahan di Jakarta dan Bekasi.
Menurut analis Ciptadana, belum. Program tersebut masih berada pada tahap awal implementasi sehingga dampaknya terhadap persaingan ritel modern masih terbatas.