
Bareksa - Tim Analis Bareksa merekomendasikan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), PT Elnusa Tbk (ELSA), dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) sebagai saham pilihan untuk trading jangka pendek hari ini, 13 Juli 2026. Ketiga saham dinilai menarik untuk quick trade dengan potensi rebound teknikal dari zona support masing-masing. Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi berpotensi melanjutkan konsolidasi di zona positif meski tren menengah masih bearish.
Tabel Ringkasan Rekomendasi Saham 13 Juli 2026 (Rp)
Saham | Harga Terakhir (Rp) | Range Beli (Rp) | Target (Rp) | Cut Loss (Rp) | Rekomendasi |
|---|---|---|---|---|---|
KIJA | 126 | 117–125 | 132–136 | 116 | Buy on Weakness |
ELSA | 655 | 535–645 | 690–710 | 525 | Buy on Weakness |
INTP | 4.500 | 4.170–4.450 | 4.730–4.860 | 4.130 | Buy on Weakness |
Sumber: Tim Analis Bareksa, data harga per 10 Juli 2026
Saham PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) ditutup di Rp126 pada 10 Juli 2026, naik 1,6% dalam sehari dan menguat 7,63% dalam lima hari terakhir. Dalam 20 hari terakhir, KIJA juga mencatat kenaikan 11,4% dengan RSI di level 57,63 yang mengindikasikan momentum beli masih terjaga tanpa tanda-tanda jenuh beli berlebihan.
Tim Analis Bareksa menilai KIJA menarik untuk quick trade dengan memanfaatkan potensi rebound jangka pendek dari zona support. Level beli yang ideal berada di kisaran Rp117–125, dengan target keuntungan di Rp132–136.
Rekomendasi buy on weakness KIJA di Rp117–125 dengan cut loss Rp116 dan target ambil untung Rp132–136.
Saham PT Elnusa Tbk (ELSA) ditutup di Rp655 pada 10 Juli 2026, melonjak 8,26% dalam sehari dan menguat 15,93% dalam lima hari terakhir — salah satu penguatan terkuat di antara saham-saham berkapitalisasi menengah. Kinerja 20 hari juga positif dengan return 9,17% dan RSI di level 65,93 yang mencerminkan momentum kuat.
Tim Analis Bareksa menilai ELSA menarik untuk quick trade setelah penguatan tajam ini. Level beli yang ideal berada di kisaran Rp535–645 jika terjadi koreksi, dengan target keuntungan di Rp690–710.
Rekomendasi buy on weakness ELSA di Rp535–645 dengan cut loss Rp525 dan target ambil untung Rp690–710.
Saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) ditutup di Rp4.500 pada 10 Juli 2026, naik 2,05% dalam sehari dan menguat 7,93% baik dalam lima maupun 20 hari terakhir. RSI berada di level 57,93, mengindikasikan momentum beli yang positif tanpa sinyal jenuh beli berlebihan. INTP juga mencapai level tertinggi 20 hari pada sesi terakhir.
Tim Analis Bareksa menilai INTP menarik untuk quick trade dengan zona beli di Rp4.170–4.450 jika terjadi koreksi, dengan target keuntungan di Rp4.730–4.860.
Rekomendasi buy on weakness INTP di Rp4.170–4.450 dengan cut loss Rp4.130 dan target ambil untung Rp4.730–4.860.
Sumber: riset Ciptadana Sekuritas Asia
IHSG naik tipis 0,20% atau 12 poin ke level 5.924 pada Jumat (10/7/2026). Penguatan dipimpin ADRO (+4,37%), BRMS (+2,64%), AMMN (+1,74%), BMRI (+0,99%), dan CASA (+7,53%), sementara BREN (-3,35%), ASII (-1,43%), BYAN (-1,32%), TLKM (-1,20%), dan BBCA (-0,40%) menahan laju indeks. Rupiah menguat 63 poin ke Rp18.065 per dolar AS.
Secara teknikal, IHSG saat ini bergerak dalam konsolidasi sideways setelah rebound dari low 5.318, dengan harga berfluktuasi dalam kisaran sempit 5.600–6.000. Meski tren luas masih bearish karena indeks masih di bawah MA kunci dan descending trendline jangka panjang, momentum jangka pendek berangsur membaik — didukung penguatan histogram AO dan pemulihan stochastic dari zona oversold.
Breakout decisif di atas zona resistance 6.000–6.100 akan memperkuat peluang rebound menuju 6.300–6.400, sementara kegagalan mempertahankan support 5.600 berpotensi memicu pengujian ulang low 5.318. Untuk perdagangan 13 Juli 2026, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang support 5.840 dan resistance 5.987 dengan kemungkinan bertahan di zona positif.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/Hanum/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
Hanum Kusuma Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi termasuk reksa dana, saham, SBN hingga emas. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang mena
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
KIJA, ELSA, dan INTP, ketiganya dengan strategi buy on weakness untuk quick trade jangka pendek.
IHSG diperkirakan bergerak di kisaran support 5.840 dan resistance 5.987.
Quick trade adalah strategi trading jangka pendek yang memanfaatkan momentum rebound teknikal dari zona support, dengan target profit dan cut loss yang sudah ditetapkan sejak awal untuk membatasi risiko.
ELSA mencatat lonjakan 8,26% dalam sehari dan 15,93% dalam lima hari terakhir dengan RSI 65,93, mencerminkan momentum beli yang kuat. Zona buy on weakness di Rp535–645 memberikan margin of safety yang memadai jika terjadi koreksi.
Proyeksi yang di bawah target pemerintah 5,4% YoY dapat menekan ekspektasi pertumbuhan laba emiten jangka menengah. Namun selama angkanya masih di kisaran 5%, dampak langsung terhadap pasar saham cenderung terbatas dan lebih bergantung pada data realisasi per kuartal.