
Bareksa - Riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia merekomendasikan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebagai saham pilihan untuk trading jangka pendek hari ini, 2 Juli 2026. Secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi berpotensi melanjutkan rebound terbatas meski tren menengah masih bearish.
Tabel Ringkasan Rekomendasi Saham 2 Juli 2026 (Rp)
Saham | Rekomendasi | Entry (Rp) | Target (Rp) | Stop Loss (Rp) |
|---|---|---|---|---|
AMMN | Speculative Buy | 3.210 | 3.450 | 3.060 |
ESSA | Buy on Weakness | 525 | 605 | 500 |
MNCN | Speculative Buy | 202 | 210 | 194 |
TLKM | Speculative Buy | 2.440 | 2.600 | 2.340 |
Sumber: riset Ciptadana Sekuritas
Saham AMMN naik 3,55% dan ditutup di Rp3.210 (1/7/2026). AMMN menunjukkan rebound teknikal awal setelah stabil di atas level support Rp2.710, namun pemulihan masih lemah. Tren utama masih bearish. Rebound terakhir gagal menembus zona resistance Rp3.460–3.920 yang merupakan area Fibonacci retracement 23,6%–38,2%, sementara stochastic oscillator mulai berguling dari kisaran bawah yang mengisyaratkan momentum jangka pendek yang memudar.
Rekomendasi speculative buy AMMN di Rp3.210 dengan stop loss Rp3.060 dan target ambil untung Rp3.450.
Saham ESSA naik 4,85% dan ditutup di Rp540 (1/7/2026). ESSA mendekati zona support kritis di sekitar Rp505–510, di mana rebound teknikal berpotensi muncul setelah penurunan tajam. Saham saat ini sangat oversold dengan stochastic oscillator mendekati batas bawah, mengisyaratkan tekanan jual mungkin mendekati kelelahan. Pertahanan yang berhasil di support Rp505–510 berpotensi memicu rebound jangka pendek menuju area resistance Rp570–610, diikuti Rp700–760.
Rekomendasi buy on weakness ESSA di Rp525 dengan stop loss Rp500 dan target ambil untung Rp605.
Saham MNCN naik 1,00% dan ditutup di Rp202 (1/7/2026). MNCN saat ini bergerak dalam konsolidasi sideways di dekat zona support kunci Rp196–200, mengisyaratkan tekanan jual mulai stabil dan menciptakan potensi rebound teknikal. Stochastic oscillator berbalik naik dari kisaran bawah, mengindikasikan momentum jangka pendek yang membaik, meski saham masih berada di bawah MA55 yang menurun sehingga tren menengah masih neutral hingga bearish.
Rekomendasi speculative buy MNCN di Rp202 dengan stop loss Rp194 dan target ambil untung Rp210.
Saham TLKM naik 3,83% dan ditutup di Rp2.440 (1/7/2026). TLKM menunjukkan tanda-tanda stabilisasi di dekat level support kunci Rp2.350, menciptakan potensi rebound teknikal setelah penurunan yang berkepanjangan. Stochastic oscillator berbalik naik dari area oversold, mengindikasikan tekanan jual yang mereda dan minat beli jangka pendek yang mulai membaik. Selama Rp2.350 bertahan, TLKM memiliki ruang untuk rebound menuju resistance awal Rp2.610–2.840, dengan pemulihan lebih kuat ke Rp2.930.
Rekomendasi speculative buy TLKM di Rp2.440 dengan stop loss Rp2.340 dan target ambil untung Rp2.600.
Sumber: riset Ciptadana Sekuritas Asia
IHSG naik 0,92% atau 52 poin ke level 5.695 pada Rabu (1/7/2026). Investor asing mencatat net sell Rp578 miliar sementara rupiah melemah 66 poin ke Rp17.948 per dolar AS. Sektor Energy memimpin kenaikan (+2,61%), disusul Basic Materials (+2,60%) dan Infrastruktur (+1,38%). Saham BREN (+8,74%), TLKM (+3,83%), dan BRPT (+7,39%) menjadi penggerak utama indeks.
Secara teknikal, IHSG menunjukkan tanda-tanda rebound teknikal setelah menemukan support di dekat low 5.318, dengan harga pulih menuju area 5.700–5.900. Namun rebound ini bersifat korektif bukan pembalikan tren, karena indeks masih diperdagangkan di bawah MA kunci yang terus miring ke bawah, mengindikasikan tren jangka menengah yang lebih luas masih bearish.
Zona 5.900–6.000 merupakan resistance mayor pertama, diikuti 6.250–6.380. Support terdekat di sekitar 5.600 — breakout di bawah level ini berpotensi membuka kembali low terakhir di sekitar 5.318. Indikator momentum mengisyaratkan rebound mulai kehilangan kekuatan, sehingga konfirmasi pemulihan yang lebih kuat memerlukan breakout decisif di atas level resistance kunci disertai momentum beli yang membaik.
Untuk perdagangan 2 Juli 2026, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang support 5.607 dan resistance 5.830 dengan kemungkinan ditutup di level lebih tinggi.
Rekomendasi saham AMMN, ESSA, MNCN, dan TLKM mencerminkan peluang trading jangka pendek di tengah kondisi IHSG yang mulai menunjukkan tanda rebound teknikal dari zona support. Namun sejumlah data makro — PMI manufaktur yang anjlok, inflasi yang meningkat, dan defisit neraca dagang — mengindikasikan tekanan fundamental yang masih berlanjut.
Investor mencermati zona 5.900–6.000 sebagai resistance pertama IHSG. Rebound yang berkelanjutan memerlukan breakout decisif di atas 6.250–6.380 agar tren bearish jangka menengah dapat dinyatakan berbalik.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
AMMN, ESSA, MNCN, dan TLKM.
IHSG diperkirakan bergerak di kisaran support 5.607 dan resistance 5.830.
Kenaikan dipimpin sektor Energy, Basic Materials, dan Infrastruktur dengan BREN, TLKM, dan BRPT sebagai penggerak utama.
PMI yang turun ke 46,9 mengindikasikan kontraksi sektor manufaktur yang dapat menekan pertumbuhan ekonomi dan sentimen pasar jangka pendek.
Strategi membeli saham di harga pasar saat ini dengan ekspektasi rebound dari zona support, namun dengan risiko yang lebih tinggi dibanding buy on weakness biasa karena belum ada konfirmasi pembalikan tren.