
Bareksa – PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG) membagikan dividen tunai Rp15 per saham atau total Rp88,23 miliar untuk tahun buku 2025. Dividen tersebut setara payout ratio 40%, meningkat dibandingkan 30% pada tahun sebelumnya dan masih sesuai target kebijakan dividen perusahaan sebesar 30-40%.
Dengan harga saham Rp286 pada 25 Juni 2026, dividend yield DGWG mencapai sekitar 5,4%. Menurut Ciptadana Sekuritas, peningkatan payout ratio mencerminkan keyakinan manajemen terhadap keberlanjutan laba dan arus kas perusahaan.
Selain membagikan dividen, DGWG juga mencatat pertumbuhan pendapatan yang kuat. Pada kuartal I 2026, pendapatan naik 37,4% secara tahunan menjadi Rp1,103 triliun dari Rp803 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sejalan dengan kinerja tersebut, manajemen menaikkan target pendapatan sepanjang 2026 menjadi Rp4,8-4,9 triliun dari sebelumnya Rp4,6 triliun.
Dividen: Rp15 per saham dengan dividend yield sekitar 5,4% dan payout ratio 40%.
Kinerja: Pendapatan kuartal I 2026 naik 37,4% YoY menjadi Rp1,103 triliun.
Prospek: Target pendapatan 2026 dinaikkan menjadi Rp4,8-4,9 triliun.
Valuasi: Saham diperdagangkan pada 8,5x PER, lebih rendah dibanding kisaran emiten sejenis.
Risiko: Pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya impor bahan baku pupuk.
Ringkasan Kinerja dan Valuasi DGWG
Indikator | Nilai |
|---|---|
Harga saham (25 Juni 2026) | Rp286 |
Dividen FY2025 | Rp15 per saham |
Dividend yield | 5,4% |
Total dividen | Rp88,23 miliar |
Payout ratio | 40% |
Pendapatan 1Q2026 | Rp1,103 triliun |
Pertumbuhan pendapatan | 37,4% YoY |
Target pendapatan 2026 | Rp4,8–4,9 triliun |
Valuasi | 8,5x PER |
Valuasi peer | 8–15x PER |
Sumber: PT Delta Giri Wacana Tbk dan Ciptadana Sekuritas (25 Juni 2026).
Menurut Ciptadana, saham DGWG diperdagangkan pada valuasi sekitar 8,5 kali price to earnings ratio (PER). Angka tersebut masih berada di bawah kisaran valuasi perusahaan sejenis yang mencapai 8-15 kali PER sehingga dinilai masih menarik untuk dicermati investor.
Pertumbuhan bisnis perusahaan juga konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Pendapatan meningkat dari Rp1,69 triliun pada 2022 menjadi Rp4,15 triliun pada 2025 atau tumbuh rata-rata sekitar 35% per tahun.
Tren Pendapatan DGWG
Tahun | Pendapatan |
|---|---|
2022 | Rp1,69 triliun |
2023 | Rp3,04 triliun |
2024 | Rp3,37 triliun |
2025 | Rp4,15 triliun |
1Q2026 | Rp1,10 triliun |
Sumber: Ciptadana Sekuritas.
Pertumbuhan pada kuartal I 2026 didorong meningkatnya penjualan pupuk seiring kenaikan harga pupuk global dan permintaan input pertanian berkualitas. Bisnis pestisida dan benih juga memberikan kontribusi sehingga sumber pendapatan perusahaan semakin terdiversifikasi.
Prospek jangka panjang dinilai masih positif karena kebutuhan pupuk nasional tetap tinggi dan didukung program ketahanan pangan pemerintah yang mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian.
Menurut analis Ciptadana, risiko utama berasal dari pelemahan nilai tukar rupiah karena sebagian bahan baku pupuk masih bergantung pada impor. Namun perusahaan telah mengamankan kebutuhan bahan baku pada kisaran kurs Rp16.000-Rp17.500 per dolar AS serta memiliki jaringan distribusi yang luas untuk membantu mengurangi tekanan kenaikan biaya.
Analis Ciptadana menilai kombinasi dividend yield sekitar 5,4%, pertumbuhan pendapatan yang kuat, serta valuasi yang masih kompetitif membuat saham DGWG layak dipantau investor. Di sisi lain, pergerakan nilai tukar rupiah dan harga komoditas global tetap menjadi risiko yang perlu dicermati.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
DGWG membagikan dividen tunai Rp15 per saham atau total sekitar Rp88,23 miliar.
Sekitar 5,4% berdasarkan harga saham Rp286 pada 25 Juni 2026.
Didorong pertumbuhan penjualan pupuk, kenaikan harga pupuk global, dan meningkatnya permintaan input pertanian berkualitas.
Manajemen menaikkan target pendapatan menjadi Rp4,8-4,9 triliun dari sebelumnya Rp4,6 triliun.