
Bareksa — PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) akan mendistribusikan dividen tunai perdana sejak pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia pada 2015, dengan total dividen hingga Rp300 miliar yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham pada 23 Juni 2026, berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (25/6/2026).
Meski yield dividen terbilang rendah di sekitar 0,2% berdasarkan harga saham terakhir, pembagian perdana ini mencerminkan perbaikan trajektori operasional perseroan yang signifikan dalam dua tahun terakhir.
Pada sisi operasional, Proyek Pani Gold yang dikelola melalui entitas EMAS, mencatat penjualan emas pertama pada Maret 2026 setelah memasuki fase produksi komersial. Pada kuartal pertama 2026, EMAS memproduksi 1.818 troy ounce dan menjual 516 troy ounce emas, dengan target produksi tahun penuh 2026 ditetapkan di kisaran 100.000–115.000 troy ounce.
Di segmen nikel, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), anak usaha MDKA, mencatat pertumbuhan produksi bijih nikel yang kuat pada kuartal I 2026, dengan saprolit tumbuh 72% secara tahunan dan limonit tumbuh 195% secara tahunan. Pertumbuhan volume ini meletakkan fondasi bagi utilisasi kapasitas yang lebih tinggi di fasilitas pengolahan hilir.
Dalam RUPS yang sama, pemegang saham juga menyetujui rencana private placement MDKA hingga 2,4 miliar saham baru, setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor. Manajemen menegaskan persetujuan ini ditujukan untuk memberikan fleksibilitas struktur modal, bukan untuk kebutuhan pendanaan mendesak dalam waktu dekat.
Ringkasan Operasional MDKA Kuartal I 2026
Segmen | Indikator | Kinerja |
|---|---|---|
Emas (EMAS/Pani) | Produksi | 1.818 troy oz |
Emas (EMAS/Pani) | Penjualan | 516 troy oz |
Emas (EMAS/Pani) | Target produksi 2026 | 100.000–115.000 troy oz |
Nikel (MBMA) | Saprolit | +72% YoY |
Nikel (MBMA) | Limonit | +195% YoY |
Sumber: Riset Ciptadana Sekuritas Asia, 25 Juni 2026
Pembagian dividen pertama MDKA, meski secara nilai masih modest, menjadi penanda penting transformasi perseroan dari emiten eksplorasi menjadi produsen yang menghasilkan arus kas. Produksi emas dari Proyek Pani diproyeksikan menjadi pendorong laba utama MDKA mulai 2026, menggantikan ketergantungan historis pada segmen tembaga yang siklusnya lebih bergantung harga komoditas.
Harga saham MDKA ditutup di Rp2.720 pada perdagangan 24 Juni 2026 berdasarkan data BEI, melemah 4,23% dalam satu sesi di tengah tekanan jual meluas yang menghantam sektor Basic Materials sebesar 6,64%.
MDKA mengumumkan dividen tunai perdana sejak IPO 2015 senilai hingga Rp300 miliar, mencerminkan perbaikan trajektori operasional yang ditopang oleh mulai beroperasinya Proyek Pani Gold dan akselerasi produksi nikel MBMA. Produksi emas berpotensi menjadi pendorong laba utama mulai 2026, sementara persetujuan private placement hingga 10% memberikan fleksibilitas struktur modal untuk ekspansi jangka menengah.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Dividen tunai MDKA hingga Rp300 miliar yang disetujui 23 Juni 2026 merupakan yang pertama sejak perseroan melantai di BEI pada 2015 — lebih dari satu dekade. Ini menandai pergeseran MDKA dari emiten eksplorasi menjadi produsen yang mulai menghasilkan arus kas, didukung mulai beroperasinya Proyek Pani Gold dan akselerasi produksi nikel MBMA.
Proyek Pani Gold dikelola melalui entitas EMAS, anak usaha MDKA, yang berlokasi di Gorontalo. Proyek ini mencatat penjualan emas pertama pada Maret 2026 dengan produksi 1.818 troy ounce dan penjualan 516 troy ounce pada kuartal pertama 2026. Target produksi tahun penuh 2026 ditetapkan di 100.000–115.000 troy ounce, yang diproyeksikan menjadi pendorong laba utama MDKA mulai tahun ini.
Persetujuan private placement hingga 2,4 miliar saham baru setara 10% dari modal ditempatkan berpotensi mendilusi kepemilikan pemegang saham eksisting jika dilaksanakan penuh. Namun manajemen menegaskan persetujuan ini untuk fleksibilitas struktur modal, bukan kebutuhan mendesak. Dana yang diperoleh berpotensi digunakan untuk ekspansi kapasitas pengolahan nikel atau pengembangan aset emas lanjutan.
MBMA mencatat pertumbuhan produksi bijih nikel saprolit +72% YoY dan limonit +195% YoY pada kuartal pertama 2026. Volume yang lebih tinggi ini mendukung utilisasi kapasitas fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) yang menjadi komponen kunci rantai nilai baterai kendaraan listrik — segmen yang diproyeksikan memiliki permintaan struktural jangka panjang.
Harga emas tercatat di US$3.999/troy oz pada 24 Juni 2026 berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (25/6/2026), relatif stabil di level tinggi secara historis. Harga nikel di US$16.607/ton masih dalam tekanan. Kombinasi produksi emas yang mulai mengalir dari Pani dan potensi pemulihan harga nikel menjadi dua katalis utama yang perlu dicermati investor dalam mengevaluasi prospek MDKA jangka menengah.