
Bareksa — PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) akan membagikan dividen tunai Rp2,5 per saham atau senilai Rp60 miliar untuk tahun buku 2025. Di saat yang sama, produsen air minum dalam kemasan tersebut tetap mempertahankan target pertumbuhan pendapatan dan laba dua digit pada 2026 dengan menyiapkan tiga fasilitas produksi baru serta belanja modal Rp700 miliar.
Pembagian dividen tersebut merupakan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 22 Juni 2026. Dividen akan dibagikan kepada 24 miliar saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 2 Juli 2026, dengan pembayaran dijadwalkan pada 22 Juli 2026.
Meski membagikan dividen, perseroan tetap melanjutkan agenda ekspansi. Berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia, CLEO mempertahankan target pertumbuhan pendapatan dan laba dua digit pada 2026, didukung penambahan kapasitas produksi dan perluasan jaringan distribusi.
Jadwal Dividen CLEO Tahun Buku 2025
Agenda | Tanggal |
|---|---|
Pengumuman dividen | 24 Juni 2026 |
Cum Dividen Pasar Reguler & Negosiasi | 30 Juni 2026 |
Ex Dividen Pasar Reguler & Negosiasi | 1 Juli 2026 |
Cum Dividen Pasar Tunai | 2 Juli 2026 |
Ex Dividen Pasar Tunai | 3 Juli 2026 |
Recording Date (DPS) | 2 Juli 2026 |
Pembayaran Dividen | 22 Juli 2026 |
Sumber: Pengumuman resmi PT Sariguna Primatirta Tbk.
Berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2025, CLEO membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk Rp381,82 miliar. Dengan total dividen Rp60 miliar, maka dividend payout ratio perseroan mencapai sekitar 15,7%.
Rasio pembayaran dividen tersebut menunjukkan sebagian besar laba masih dipertahankan untuk mendukung kebutuhan ekspansi dan pengembangan bisnis. Hingga akhir 2025, CLEO masih memiliki saldo laba ditahan Rp1,7 triliun dengan total ekuitas Rp2,31 triliun.
Ringkasan Dividen CLEO
Indikator | Nilai |
|---|---|
Dividen per saham | Rp2,5 |
Total dividen | Rp60 miliar |
Jumlah saham | 24 miliar saham |
Laba bersih 2025 | Rp381,82 miliar |
Dividend payout ratio | 15,7% |
Saldo laba ditahan | Rp1,698 triliun |
Total ekuitas | Rp2,312 triliun |
Sumber: CLEO, diolah
Selain membagikan dividen, CLEO tetap menjalankan strategi ekspansi. Berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia, perseroan menargetkan pengoperasian tiga fasilitas produksi baru, yakni di Palu pada kuartal III 2026, serta Pontianak dan Pekanbaru pada kuartal IV 2026.
Fasilitas Baru | Lokasi | Target Operasi |
|---|---|---|
Pabrik 1 | Palu, Sulawesi Tengah | Kuartal III 2026 |
Pabrik 2 | Pontianak, Kalimantan Barat | Kuartal IV 2026 |
Pabrik 3 | Pekanbaru, Riau | Kuartal IV 2026 |
Sumber: riset Ciptadana Sekuritas
Ekspansi tersebut didukung anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp700 miliar sepanjang 2026. Penambahan kapasitas produksi di luar Jawa diharapkan memperkuat jaringan distribusi sekaligus memperluas penetrasi pasar di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.
Perseroan juga menyatakan seluruh portofolio produknya telah memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib untuk produk air minum dalam kemasan sebelum regulasi mulai berlaku pada Oktober 2026.
Menurut manajemen, kepatuhan lebih awal tersebut membuat CLEO tidak mengantisipasi gangguan operasional akibat implementasi regulasi baru dan tetap fokus pada inovasi produk serta ekspansi pasar.
Menurut riset Ciptadana Sekuritas Asia, saham CLEO diperdagangkan di sekitar 19,5 kali proyeksi price to earnings (P/E) tahun penuh 2026 berdasarkan laba kuartal I 2026 yang disetahunkan. Kombinasi pembagian dividen, ekspansi kapasitas produksi, dan target pertumbuhan dua digit menjadi sejumlah faktor yang akan dicermati investor pada tahun ini.
CLEO membagikan dividen tunai Rp2,5 per saham atau Rp60 miliar untuk tahun buku 2025 dengan dividend payout ratio sekitar 15,7%. Di sisi lain, perseroan tetap mempertahankan strategi pertumbuhan melalui pembangunan tiga pabrik baru, belanja modal Rp700 miliar, serta target pertumbuhan pendapatan dan laba dua digit pada 2026.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 30 Juni 2026.
Dividen akan dibayarkan kepada pemegang saham pada 22 Juli 2026.
Perseroan membagikan dividen tunai sebesar Rp2,5 per saham atau total Rp60 miliar.
Berdasarkan perhitungan dari total dividen dan laba bersih 2025, payout ratio sekitar 15,7%. Sebagian besar laba dipertahankan untuk mendukung ekspansi kapasitas produksi dan kebutuhan investasi perusahaan.
Investor akan mencermati realisasi target pertumbuhan dua digit, pengoperasian tiga pabrik baru di Palu, Pontianak, dan Pekanbaru, serta implementasi belanja modal Rp700 miliar yang diharapkan memperkuat kapasitas produksi dan distribusi.