
Bareksa - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) membukukan laba bersih bank-only sebesar Rp9,1 triliun atau tumbuh 7,1% secara tahunan untuk periode Januari–Mei 2026, berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (23/6/2026). Pencapaian ini setara 41% dari proyeksi laba tahun penuh 2026 versi Ciptadana dan 42% dari estimasi konsensus, sesuai rata-rata historis periode yang sama sebesar 41%.
Marjin bunga bersih (NIM — rasio pendapatan bunga bersih terhadap aset produktif) turun moderat 20 basis poin secara tahunan ke 3,9% pada Januari–Mei 2026, didukung oleh ketahanan yield aset pada Mei 2026. Pendapatan bunga bersih (NII) dan laba sebelum provisi (PPOP) tumbuh masing-masing 15% dan 12% secara tahunan berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (23/6/2026).
Pada Mei 2026, laba bersih bulanan BBNI tercatat Rp1,8 triliun atau tumbuh 7% secara bulanan dan 11% secara tahunan, terutama didorong penurunan biaya provisi sebesar 17% secara bulanan berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (23/6/2026). Biaya kredit (CoC — rasio beban provisi terhadap total kredit) tetap terjaga di 1,0% pada Januari–Mei 2026, sama dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan kredit BBNI mengakselerasi tajam ke 25% secara tahunan atau naik 2,3% secara bulanan pada Mei 2026, sementara total simpanan tumbuh 33% secara tahunan didorong lonjakan deposito berjangka 9% secara bulanan. Kondisi ini menarik rasio pinjaman terhadap simpanan (LDR — loan to deposit ratio) turun ke 88% pada Mei dari 90% pada April 2026 berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (23/6/2026).
Ringkasan Kinerja BBNI Januari–Mei 2026
Indikator | 5M 2025 | 5M 2026 | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|---|
Laba Bersih (Rp miliar) | 8.454 | 9.051 | 7% |
PPOP (Rp miliar) | 13.040 | 14.643 | 12% |
NIM (%) | 4,1 | 3,9 | -20 bps |
Biaya Kredit/CoC (%) | 1,0 | 1,0 | flat |
LDR (%) | 94,5 | 88,4 | -6,1 ppt |
Total Kredit (Rp miliar) | 755.446 | 940.881 | 25% |
Total Simpanan (Rp miliar) | 799.022 | 1.063.920 | 33% |
Sumber: Riset Ciptadana Sekuritas Asia, 23 Juni 2026
Beban provisi meningkat 31% secara tahunan pada Januari–Mei 2026 meski CoC tetap terjaga, mencerminkan langkah manajemen risiko yang bersifat antisipasi di tengah lingkungan suku bunga yang lebih tinggi.
Analis mempertahankan rating Buy untuk BBNI dengan target harga Rp5.200 per saham berdasarkan 1,1x PBV proyeksi tahun penuh 2026. Risiko yang perlu dicermati mencakup potensi tekanan NIM lanjutan seiring kenaikan BI Rate kumulatif 100 bps YTD, serta wacana Presiden Prabowo yang mendorong suku bunga kredit UMKM lebih rendah dari korporasi yang berpotensi menekan yield kredit perseroan.
BBNI membukukan pertumbuhan laba 7,1% YoY per Mei 2026 yang sesuai ekspektasi, dengan akselerasi kredit 25% YoY dan penurunan LDR ke 88% mencerminkan momentum intermediasi yang solid. Analis Ciptadana Sekuritas Asia mempertahankan rating Buy dengan target harga Rp5.200 per saham, meski tekanan NIM dan wacana kebijakan suku bunga UMKM tetap menjadi faktor risiko yang perlu dipantau ke depan.
BBNI membukukan pertumbuhan laba 7,1% YoY per Mei 2026 yang sesuai ekspektasi, dengan akselerasi kredit 25% YoY dan penurunan LDR ke 88% mencerminkan momentum intermediasi yang solid. Analis Ciptadana Sekuritas Asia mempertahankan rating Buy dengan target harga Rp5.200 per saham, meski tekanan NIM dan wacana kebijakan suku bunga UMKM tetap menjadi faktor risiko yang perlu dipantau ke depan.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) membukukan laba bersih bank-only Rp9,1 triliun untuk periode Januari–Mei 2026, tumbuh 7,1% secara tahunan. Pencapaian ini sesuai estimasi konsensus di 41–42% dari proyeksi tahun penuh 2026.
Kredit BBNI mengakselerasi ke 25% secara tahunan atau naik 2,3% secara bulanan pada Mei 2026. LDR turun ke 88% dari 90% pada April, mencerminkan pertumbuhan simpanan yang lebih cepat dari kredit.
NIM BBNI turun moderat 20 basis poin secara tahunan ke 3,9% pada Januari–Mei 2026, didukung ketahanan yield aset pada Mei 2026. NII tumbuh 15% YoY mencerminkan ekspansi aset produktif yang solid.
Analis mempertahankan rating Buy untuk BBNI dengan target harga Rp5.200 per saham berdasarkan 1,1x PBV proyeksi tahun penuh 2026. Angka ini bersumber dari riset analis dan bukan merupakan rekomendasi investasi dari Bareksa.
Risiko utama mencakup potensi tekanan NIM lanjutan seiring BI Rate yang naik kumulatif 100 bps YTD dan wacana pemerintah yang mendorong suku bunga kredit UMKM lebih rendah dari korporasi . Kenaikan beban provisi 31% YoY juga perlu dipantau keberlanjutannya meski CoC masih terjaga di 1,0%.