Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa: BTPS, MBMA & ANTM, IHSG Diprediksi Menguat

Abdul Malik • 19 Jun 2026

an image
Gedung kantor PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau ANTAM di Jakarta. (Dok. Perusahaan)

Rekomendasi saham Tim Analis Bareksa 19 Juni 2026 menyoroti BTPS, MBMA, dan ANTM sebagai pilihan quick trade jangka pendek. IHSG diprediksi berpeluang ditutup lebih tinggi.

Bareksa - Tim Analis Bareksa merekomendasikan PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebagai saham pilihan quick trade jangka pendek hari ini, 19 Juni 2026. Secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi ditutup lebih tinggi. 

1. BTPS: Hold / Quick Trade di Rp945–1.005

BTPS direkomendasikan hold atau quick trade di area Rp945–1.005. Harga terakhir saham BTPS naik 1,00% ke Rp1.015 pada perdagangan 18 Juni 2026.

Secara teknikal, BTPS berada di atas MA20 Rp944 dan MA50 Rp982, mengkonfirmasi tren naik dengan struktur bullish yang solid. RSI di level 60,33 mencerminkan momentum beli yang menguat dengan ruang kenaikan yang masih terbuka karena belum memasuki zona overbought. Support terdekat berada di Rp982–945, sementara resistance di kisaran Rp1.015–1.070.

Strategi: Quick trade atau buy saat pullback ke area Rp945–1.005. Investor disarankan memprioritaskan entry di kisaran Rp945–985 untuk memperoleh rasio risk/reward yang lebih optimal. Target ambil untung: Rp1.070–1.100, batas rugi: Rp840.

2. MBMA: Hold / Quick Trade di Rp475–530

MBMA direkomendasikan hold atau quick trade di area Rp475–530. Harga terakhir saham MBMA naik 3,88% ke Rp535 pada perdagangan 18 Juni 2026.

Secara teknikal, MBMA berada di atas MA20 Rp471 dan mendekati MA50 Rp560, mencerminkan momentum rebound yang terbentuk dengan potensi breakout MA50 yang mulai terbuka. RSI di level 63,35 mencerminkan momentum beli yang menguat dengan ruang kenaikan yang masih tersedia. Support terdekat berada di Rp530–475, sementara resistance di kisaran Rp560–565.

Sebagai emiten bahan baku baterai kendaraan listrik, sentimen MBMA turut dipengaruhi pergerakan harga nikel global yang tercatat turun 1,18% ke US$17.653/ton pada 18 Juni 2026 berdasarkan data dalam riset Ciptadana Sekuritas Asia (19/6/2026). Program buyback senilai Rp1,46 triliun yang dimulai 17 Juni 2026 tetap menjadi faktor pendukung sentimen jangka pendek.

Strategi: Quick trade atau buy saat pullback ke area Rp475–530. Investor disarankan memprioritaskan entry di kisaran Rp475–500 untuk memperoleh rasio risk/reward yang lebih optimal. Target ambil untung: Rp565–580, batas rugi: Rp430.

3. ANTM: Hold / Quick Trade di Rp2.920–3.140

ANTM direkomendasikan hold atau quick trade di area Rp2.920–3.140. Harga terakhir saham ANTM naik 0,32% ke Rp3.170 pada perdagangan 18 Juni 2026.

Secara teknikal, ANTM berada di atas MA20 Rp2.917 dan mendekati MA50 Rp3.355, menandakan tren naik yang terkonfirmasi dengan potensi breakout MA50 yang terbuka. RSI di level 65,27 mencerminkan momentum beli yang menguat dengan ruang kenaikan yang masih tersedia. Support terdekat berada di Rp3.130–2.920, sementara resistance di kisaran Rp3.330–3.430.

Sebagai emiten pertambangan emas dan nikel milik negara, ANTM dapat dicermati di tengah harga emas yang tercatat turun 0,33% ke US$4.196/troy ounce pada 18 Juni 2026 berdasarkan data dalam riset Ciptadana Sekuritas Asia (19/6/2026). Koreksi harga emas jangka pendek ini mencerminkan konteks yang perlu dicermati investor sebelum menentukan titik masuk.

Strategi: Quick trade atau buy saat pullback ke area Rp2.920–3.140. Investor disarankan memprioritaskan entry di kisaran Rp2.920–3.000 untuk memperoleh rasio risk/reward yang lebih optimal. Target ambil untung: Rp3.330–3.430, batas rugi: Rp2.470.

Tabel Ringkasan Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa

Saham
Rekomendasi
Entry Area
Target Harga
Stop Loss

BTPS

Hold / Quick Trade

Rp945–1.005

Rp1.070–1.100

Rp840

MBMA

Hold / Quick Trade

Rp475–530

Rp565–580

Rp430

ANTM

Hold / Quick Trade

Rp2.920–3.140

Rp3.330–3.430

Rp2.470

Sumber: Tim Analis Bareksa, harga penutupan 18 Juni 2026

IHSG Diprediksi Berpeluang Ditutup Lebih Tinggi

Grafik Pergerakan IHSG

Sumber: Ciptadana Sekuritas

IHSG ditutup turun 48 poin atau 0,78% ke level 6.172 pada perdagangan Kamis (18/6), dengan asing mencatat net sell Rp111 miliar. Pelemahan dipimpin sektor Infrastructures (-1,96%), Financials (-1,32%), dan Healthcare (-1,07%), sementara BBRI (-3,90% ke Rp2.960), TLKM (-6,08% ke Rp2.780), dan BBCA (-3,19% ke Rp6.075) menjadi penekan utama. Rupiah menguat 28 poin ke Rp17.710 per dolar AS.

Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (19/6/2026), IHSG masih berada dalam fase rebound jangka pendek namun momentum mulai melemah di area stochastic overbought. Indeks saat ini berada di kisaran 6.172, masih di bawah area resistance kunci 6.377–6.820. Breakout yang bertahan di atas 6.377 berpotensi membuka ruang menuju 6.820, sementara kegagalan bertahan di level saat ini membuka risiko pullback kembali ke zona 5.800–5.318.

Untuk 19 Juni 2026, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 6.074–6.235 dengan peluang ditutup lebih tinggi.

Kesimpulan

Rekomendasi saham Bareksa hari ini menempatkan BTPS, MBMA, dan ANTM sebagai pilihan quick trade jangka pendek di tengah IHSG yang masih dalam fase rebound dengan momentum yang mulai melemah. RSI ketiga saham berada di kisaran 60–65, mencerminkan momentum yang menguat dengan ruang kenaikan yang masih tersedia. Investor disarankan memprioritaskan entry di area bawah range — Rp945–985 untuk BTPS, Rp475–500 untuk MBMA, dan Rp2.920–3.000 untuk ANTM — dan disiplin pada batas rugi masing-masing saham mengingat IHSG masih di bawah resistance kunci 6.377.

FAQ

1. Mengapa BTPS, MBMA, dan ANTM dipilih sebagai rekomendasi saham Tim Analis Bareksa 19 Juni 2026?
Ketiga saham menunjukkan sinyal teknikal rebound jangka pendek dengan posisi di atas MA20 dan RSI yang mencerminkan momentum beli yang menguat namun belum memasuki zona overbought. BTPS menawarkan struktur bullish paling solid dengan kedua MA terkonfirmasi, sementara MBMA dan ANTM menawarkan potensi breakout MA50 sebagai katalis lanjutan.

2. Apa pengaruh kenaikan BI Rate ke 5,75% terhadap saham rekomendasi hari ini? 
Kenaikan BI Rate ke 5,75% pada RDG 17–18 Juni 2026 berpotensi meningkatkan biaya dana perbankan syariah, namun BTPS sebagai bank pembiayaan mikro berbasis syariah memiliki struktur pendanaan yang relatif lebih defensif terhadap kenaikan suku bunga jangka pendek. Bagi MBMA dan ANTM, kenaikan BI Rate lebih berdampak melalui penguatan rupiah yang dapat memengaruhi harga komoditas dalam denominasi rupiah.

3. Apa risiko utama pada rekomendasi hari ini di tengah IHSG yang masih dalam fase rebound? 
IHSG masih berada di bawah area resistance kunci 6.377–6.820, sehingga tekanan jual sistemik berpotensi memengaruhi ketiga saham rekomendasi secara bersamaan. Investor disarankan tidak mengejar harga di level saat ini dan menunggu pullback ke area entry prioritas yang telah ditetapkan.

4. Bagaimana perkembangan buyback MBMA memengaruhi rekomendasi hari ini? 
Program buyback MBMA senilai Rp1,46 triliun yang dimulai 17 Juni 2026 menjadi faktor pendukung sentimen jangka pendek. Namun harga nikel yang turun 1,18% ke US$17.653/ton pada 18 Juni 2026 mencerminkan tekanan dari sisi komoditas yang perlu dicermati.

5. Apakah keputusan klasifikasi MSCI pada 24 Juni 2026 berpengaruh terhadap prospek ketiga saham ini? 
Kepastian dipertahankannya status Emerging Market Indonesia pada pengumuman MSCI 24 Juni 2026 pukul 03.30 WIB berpotensi menjadi katalis positif bagi aliran modal asing kembali ke pasar Indonesia secara keseluruhan. ANTM dan MBMA sebagai emiten yang termasuk dalam indeks MSCI berpotensi mendapat dampak langsung dari masuknya kembali dana asing pasca kepastian status tersebut.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap. 

Beli Saham di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.