
Bareksa - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) atau PGN menetapkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp125,61 per saham. Informasi ini penting bagi investor karena mencerminkan profitabilitas dan potensi dividend yield emiten energi gas bumi tersebut. Berdasarkan keterbukaan informasi BEI tanggal 25 Mei 2026, total dividen PGAS mencapai US$172,29 juta atau sekitar Rp3,05 triliun (berdasarkan kurs tengah BI 25 Mei 2026 Rp17.717 per dolar AS).
Dengan harga penutupan saham PGAS Rp1.875 pada 25 Mei 2026, estimasi dividend yield mencapai sekitar 6,7%. Nilai dividen tersebut berasal dari laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$215,36 juta. Dengan demikian, payout ratio PGAS tercatat sekitar 80% dari laba bersih tahun buku 2025.
RUPS Tahunan PGAS telah menyetujui pembagian dividen tersebut pada 22 Mei 2026. Jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 4 Juni 2026, sedangkan pembayaran dividen dijadwalkan pada 24 Juni 2026. Jadwal ini menjadi perhatian investor yang memburu pendapatan dividen.
Perseroan menetapkan recording date atau daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen pada 8 Juni 2026. Investor yang memiliki saham PGAS hingga cum dividen berpotensi memperoleh hak atas pembagian dividen tunai tersebut.
PGAS membagikan dividen dalam denominasi rupiah meski laporan keuangan disajikan dalam dolar AS. Dengan kurs tengah Bank Indonesia Rp17.717 per dolar AS per 25 Mei 2026, total nilai dividen setara sekitar Rp3,05 triliun.
Sebagai subholding gas Pertamina, PGAS bergerak di sektor distribusi dan transmisi gas bumi nasional. Kebijakan pembagian dividen dengan payout ratio tinggi dinilai mencerminkan komitmen perseroan menjaga imbal hasil kepada pemegang saham di tengah dinamika sektor energi.
Ringkasan Dividen PGAS
Keterangan | Nilai |
|---|---|
Dividen per saham | Rp125,61 |
Harga saham penutupan | Rp1.875 |
Estimasi dividend yield | 6,7% |
Total dividen | US$172,29 juta |
Estimasi total dividen (rupiah) | Rp3,05 triliun |
Laba bersih 2025 | US$215,36 juta |
Payout ratio | Sekitar 80% |
Sumber: PGAS, diolah
Jadwal Penting Dividen
Jadwal | Tanggal |
|---|---|
Cum dividen reguler & negosiasi | 4 Juni 2026 |
Ex dividen reguler & negosiasi | 5 Juni 2026 |
Cum dividen pasar tunai | 8 Juni 2026 |
Ex dividen pasar tunai | 9 Juni 2026 |
Recording date | 8 Juni 2026 |
Pembayaran dividen | 24 Juni 2026 |
Sumber: PGAS, diolah
Dividend yield PGAS diperkirakan mencapai 6,7%
Payout ratio sekitar 80% dari laba bersih 2025
Jadwal cum dividen menjadi perhatian pelaku pasar
Dividen mencerminkan arus kas dan profitabilitas perseroan
Kinerja sektor energi masih dipengaruhi volatilitas harga energi global
Pembagian dividen PGAS tahun buku 2025 menunjukkan perseroan tetap menjaga distribusi laba kepada pemegang saham. Yield dividen yang relatif menarik juga menjadi salah satu faktor yang dicermati investor pasar modal.
Di sisi lain, investor tetap memperhatikan keberlanjutan profitabilitas PGAS di tengah dinamika harga energi dan kebutuhan investasi infrastruktur gas nasional. Kebijakan payout ratio tinggi berpotensi menjadi indikator optimisme manajemen terhadap arus kas perseroan.
1. Berapa dividen PGAS tahun buku 2025?
PGAS membagikan dividen tunai Rp125,61 per saham.
2. Kapan cum dividen PGAS?
Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 4 Juni 2026.
3. Berapa estimasi dividend yield PGAS?
Estimasi dividend yield PGAS sekitar 6,7% berdasarkan harga saham Rp1.875.
4. Kapan pembayaran dividen PGAS dilakukan?
Pembayaran dividen dijadwalkan pada 24 Juni 2026.
5. Berapa payout ratio PGAS tahun buku 2025?
Payout ratio PGAS diperkirakan sekitar 80% dari laba bersih 2025.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.