
Bareksa - Pemerintah Indonesia berencana membebaskan pajak penghasilan atas bunga deposito Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), dari tarif yang berlaku saat ini 20%. Kebijakan ini dirancang untuk mendorong eksportir memarkir devisa hasil ekspor lebih lama di sistem keuangan domestik, guna memperkuat cadangan devisa dan menstabilkan nilai tukar rupiah.
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (26/5/2026), kebijakan ini merupakan katalis positif yang signifikan bagi perbankan, terutama bank-bank BUMN sebagai penerima utama dana DHE SDA.
Pembebasan pajak akan meningkatkan imbal hasil setelah pajak bagi eksportir dibanding tarif 20% yang berlaku saat ini, membuat program DHE semakin kompetitif dan berpotensi mendorong pertumbuhan dana DHE yang diparkir di perbankan domestik. Kondisi ini berdampak langsung pada penguatan likuiditas dan peningkatan net interest margin (NIM) bank-bank penerima.
Urutan Penerima Manfaat Kebijakan Bebas Pajak DHE SDA
Peringkat | Emiten | Keterangan |
|---|---|---|
1 | BBNI | Eksposur DHE terbesar di antara bank BUMN |
2 | BMRI | Penerima manfaat signifikan kedua |
3 | BBRI | Manfaat dari pertumbuhan DPK DHE |
4 | BRIS | Potensi peningkatan likuiditas syariah |
5 | BBTN | Manfaat terbatas namun tetap positif |
Sumber: Ciptadana Sekuritas Asia, 26 Mei 2026
Menurut analis Ciptadana Sekuritas Asia, kebijakan ini selaras dengan langkah Bank Indonesia yang juga memperluas insentif perbankan melalui penyesuaian RIM dan KLM guna menjaga kapasitas intermediasi di tengah kenaikan suku bunga acuan 50 basis poin (bps) ke 5,25%.
Pembebasan pajak bunga DHE SDA menjadi katalis positif jangka menengah bagi sektor perbankan, terutama bank BUMN dengan eksposur DHE besar. Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (26/5/2026), BBNI menjadi pilihan utama yang paling diuntungkan secara langsung dari kebijakan ini.
1. Kapan kebijakan bebas pajak DHE SDA mulai berlaku?
Jadwal implementasi resmi belum diumumkan. Investor disarankan memantau regulasi lanjutan dari Kementerian Keuangan.
2. Apakah eksportir non-komoditas juga mendapat manfaat yang sama?
Kebijakan ini spesifik untuk DHE SDA yang berasal dari ekspor sumber daya alam. Eksportir di luar kategori tersebut belum termasuk dalam skema ini.
3. Bagaimana dampaknya terhadap NIM perbankan secara konkret?
Peningkatan dana DHE berbiaya rendah akan memperbaiki komposisi dana murah (CASA) dan menekan biaya dana, sehingga secara langsung mendukung ekspansi NIM bank-bank penerima.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.