BMRI, BBRI, BBCA, BBNI Bagi Dividen Jumbo, Mana Paling Menarik untuk Dividend Hunter?

Abdul Malik • 25 May 2026

an image
Ilustrasi investor memantau pergerakan saham big banks BBRI, BBCA, BMRI dan BBNI melalui fitur Bareksa Saham di ponsel. (Shutterstock)

BMRI dan BBRI menawarkan dividend yield di atas 11% pada 2026. Simak perbandingan yield, valuasi, dan prospek sahamnya dengan BBCA dan BBNI setelah pembagian dividen jumbo.

Bareksa - Saham bank kakap berpotensi kembali jadi incaran investor dividen pada 2026. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sama-sama membagikan dividen jumbo dari laba tahun buku 2025. 

Namun, jika dihitung berdasarkan harga saham terbaru, bank-bank BUMN masih menawarkan dividend yield paling tinggi di sektor perbankan. BBRI menetapkan total dividen tunai Rp346 per saham. Nilai tersebut terdiri dari dividen interim Rp137 per saham dan dividen final Rp209 per saham. Dengan harga saham Rp3.050 pada penutupan 22 Mei 2026, dividend yield BBRI sekitar 11,34%. 

Sementara itu, BMRI menawarkan dividend yield tertinggi sekitar 11,58% dengan dividen Rp476,95 per saham dan harga saham Rp4.120. Di sisi lain, BBCA memiliki yield paling rendah karena valuasi sahamnya masih premium, meski fundamental perseroan dinilai paling stabil di sektor perbankan.

Valuasi Turun Cukup Dalam

Tingginya dividend yield bank BUMN dipengaruhi kombinasi payout ratio besar dan koreksi harga saham sejak awal tahun. Karena itu, saham-saham perbankan kini berpotensi mulai dilirik investor value investing dan dividend hunter, terutama setelah valuasi turun cukup dalam dibanding level tertinggi 52 minggu.

Meski begitu, investor tetap perlu mencermati foreign flow, tekanan suku bunga global, dan perlambatan pertumbuhan kredit. Dividend yield tinggi memang menarik, tetapi keberlanjutan laba dan kualitas aset tetap menjadi faktor utama dalam menentukan prospek saham bank jangka panjang.

Perbandingan Dividend Yield Bank Jumbo 2026

Saham
Harga Saham*
Dividen per Saham
Dividend Yield**
PER

BMRI

Rp4.120

Rp476,95

11,58%

6,57x

BBRI

Rp3.050

Rp346

11,34%

7,85x

BBNI

Rp3.780

Rp349,41

9,24%

6,94x

BBCA

Rp5.900

Rp336

5,69%

12,51x

* Harga penutupan perdagangan 22 Mei 2026.
** Dividend yield dihitung berdasarkan total dividen tunai per saham dibanding harga saham penutupan.
Sumber: BEI, perseroan, diolah

Faktor yang Membuat Bank BUMN Menarik

  • Dividend yield dua digit

  • Valuasi saham relatif murah

  • Payout ratio besar

  • Fundamental perbankan masih solid

  • Potensi rebound jika foreign flow membaik

Risiko yang Perlu Dicermati Investor

  • Tekanan foreign flow

  • Pelemahan rupiah

  • Kompetisi kredit makin ketat

  • Risiko perlambatan ekonomi

  • Tekanan margin bunga bersih (NIM)

Kesimpulan

BMRI dan BBRI masih menjadi pilihan utama dividend hunter karena menawarkan dividend yield di atas 11% dengan valuasi relatif murah. Namun, BBCA tetap menarik bagi investor jangka panjang yang mengutamakan stabilitas laba dan kualitas aset. Sementara itu, BBNI mulai dilirik investor value investing karena kombinasi yield tinggi dan valuasi rendah.

FAQ

1. Apa itu dividend yield?
Dividend yield adalah rasio dividen tunai per saham dibanding harga saham saat ini.

2. Mengapa dividend yield bank BUMN lebih tinggi?
Karena payout ratio besar dan harga saham yang sudah terkoreksi cukup dalam.

3. Apakah dividend yield tinggi selalu bagus?
Tidak selalu. Yield tinggi juga bisa terjadi karena harga saham sedang turun tajam.

4. Bank mana yang punya yield tertinggi saat ini?
BMRI mencatat dividend yield tertinggi sekitar 11,58%, disusul BBRI sekitar 11,34%.

5. Apakah saham bank jumbo masih menarik setelah ex-date?
Masih menarik untuk investor jangka panjang, tetapi jangka pendek tetap berpotensi volatil akibat tekanan foreign flow dan sentimen global.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.