
Bareksa - PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) akan membagikan dividen final tahun buku 2025 sebesar Rp6,89 per saham. Informasi ini penting dicermati investor karena mencerminkan profitabilitas perseroan serta potensi dividend yield saham TOWR.
Berdasarkan keterbukaan informasi kepada OJK dan BEI tanggal 21 Mei 2026, pembagian dividen tersebut merupakan sisa dividen final setelah memperhitungkan dividen interim Rp6,87 per saham yang telah dibayarkan pada 23 Desember 2025. Dengan demikian, total dividen tahun buku 2025 mencapai sekitar Rp13,76 per saham.
Berdasarkan harga saham TOWR di level Rp400 pada penutupan perdagangan 21 Mei 2026, estimasi dividend yield final mencapai sekitar 1,72%. Sementara total dividend yield tahunan berpotensi mencapai sekitar 3,44% dengan memperhitungkan dividen interim yang telah dibayarkan sebelumnya. TOWR merupakan emiten sektor infrastruktur telekomunikasi menara dan jaringan telekomunikasi, bagian dari Grup Djarum.
Perseroan menetapkan tanggal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 2 Juni 2026. Adapun recording date ditetapkan pada 4 Juni 2026 pukul 16.15 WIB, sedangkan pembayaran dividen dijadwalkan pada 19 Juni 2026.
Data keuangan yang mendasari pembagian dividen menunjukkan laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp3,68 triliun per 31 Desember 2025. Total saldo laba ditahan tercatat Rp21,6 triliun dengan total ekuitas sebesar Rp27,08 triliun.
Mengacu total dividen sekitar Rp13,76 per saham dan estimasi jumlah saham beredar Perseroan, nilai total dividen TOWR diperkirakan mencapai sekitar Rp813 miliar. Dengan laba bersih Rp3,68 triliun, payout ratio dividen diperkirakan berada di kisaran 22%.
Ringkasan Dividen TOWR
Keterangan | Nilai |
|---|---|
Emiten | Sarana Menara Nusantara Tbk |
Kode Saham | TOWR |
Dividen Final | Rp6,89 per saham |
Dividen Interim | Rp6,87 per saham |
Total Dividen FY2025 | Rp13,76 per saham |
Harga Saham Acuan | Rp400 |
Estimasi Dividend Yield Final | 1,72% |
Estimasi Total Dividend Yield | 3,44% |
Laba Bersih 2025 | Rp3,68 triliun |
Estimasi Payout Ratio | Sekitar 22% |
Sumber: TOWR, diolah
Jadwal Penting Dividen TOWR
Agenda | Tanggal |
|---|---|
Cum Dividen Reguler & Negosiasi | 2 Juni 2026 |
Ex Dividen Reguler & Negosiasi | 3 Juni 2026 |
Cum Dividen Pasar Tunai | 4 Juni 2026 |
Ex Dividen Pasar Tunai | 5 Juni 2026 |
Recording Date | 4 Juni 2026 |
Pembayaran Dividen | 19 Juni 2026 |
Sumber: TOWR, diolah
Mencerminkan kemampuan TOWR menjaga profitabilitas dan arus kas
Dividend yield berpotensi menjadi perhatian investor income
Payout ratio relatif moderat dibanding laba bersih
Jadwal cum dividen berpotensi dicermati pelaku pasar jangka pendek
Pembagian dividen final TOWR menunjukkan Perseroan tetap menjaga distribusi laba kepada pemegang saham di tengah dinamika sektor infrastruktur telekomunikasi. Total dividend yield tahunan sekitar 3,44% mencerminkan kombinasi dividen interim dan final tahun buku 2025.
Investor berpotensi mencermati jadwal cum dividen serta konsistensi profitabilitas Perseroan sebagai indikator keberlanjutan kebijakan dividen ke depan.
1. Berapa dividen final TOWR tahun buku 2025?
TOWR membagikan dividen final sebesar Rp6,89 per saham.
2. Kapan cum dividen TOWR?
Cum dividen pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 2 Juni 2026.
3. Kapan pembayaran dividen TOWR dilakukan?
Pembayaran dividen dijadwalkan pada 19 Juni 2026.
4. Berapa estimasi dividend yield TOWR?
Estimasi dividend yield final sekitar 1,72%, sedangkan total yield tahunan sekitar 3,44%.
5. Apa bisnis utama TOWR?
TOWR bergerak di sektor infrastruktur telekomunikasi, khususnya menara dan jaringan telekomunikasi.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.