
Bareksa - Kinerja keuangan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) di Kuartal I 2026 jauh melampaui ekspektasi pasar.
Laba bersih JPFA tercatat Rp1,82 triliun, melonjak 167% secara tahunan (YoY) dan 14% secara kuartalan (QoQ), sekaligus sudah menyumbang sekitar 45% dari estimasi laba penuh tahun 2026.
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (18/5), pendapatan JPFA tumbuh 23,6% YoY menjadi Rp17,7 triliun, ditopang oleh harga jual rata-rata (ASP) broiler yang lebih kuat, permintaan pakan ternak yang resilient, serta dorongan musiman dari Lebaran.
Ringkasan Kinerja Keuangan JPFA Kuartal I 2026
Indikator (Rp bn) | Kuartal I 2026 | Kuartal IV 2025 | Kuartal I 2025 | QoQ | YoY |
|---|---|---|---|---|---|
Pendapatan | 17.714 | 17.611 | 14.332 | 0,6% | 23,6% |
COGS | -13.194 | -13.135 | -11.638 | 0,4% | 13,4% |
Laba Kotor | 4.520 | 4.476 | 2.695 | 1,0% | 67,7% |
Beban Penjualan | -752 | -756 | -624 | -0,5% | 20,5% |
GA & Beban Operasi Lain | -1.170 | -1.461 | -932 | -20,0% | 25,6% |
Laba Operasi | 2.598 | 2.259 | 1.139 | 15,0% | 128,2% |
Pendapatan Bunga | 27 | 18 | 13 | 48,0% | 109,1% |
Beban Bunga | -207 | -205 | -177 | 1,0% | 16,9% |
Laba Sebelum Pajak | 2.483 | 2.103 | 977 | 18,0% | 154,2% |
Beban Pajak | -540 | -456 | -222 | 18,5% | 142,7% |
NPAT | 1.943 | 1.648 | 754 | 17,9% | 157,6% |
Minority Interest | -126 | -55 | -74 | 129,2% | 71,3% |
Laba Bersih | 1.816 | 1.593 | 680 | 14,1% | 167,0% |
GPM (%) | 25,5 | 22,0 | 18,8 | 3,5 ppts | 6,7 ppts |
OPM (%) | 14,7 | 11,5 | 7,9 | 3,2 ppts | 6,8 ppts |
NPM (%) | 10,3 | 7,5 | 4,7 | 2,7 ppts | 5,5 ppts |
Sumber: riset Ciptadana Sekuritas
Ekspansi margin terjadi secara menyeluruh di semua lini bisnis. GPM naik ke 25,5% dari 18,8% di Kuartal I 2025, OPM meningkat ke 14,7% dari 7,9%, dan NPM membaik ke 10,3% dari 4,7%.
Segmen Poultry Breeding atau Day-Old Chick (DOC) menjadi pendorong utama pertumbuhan, dengan laba segmen melesat 288% YoY dan margin mencapai 29,2%. Segmen Broiler mencatatkan kinerja solid dengan laba naik 238% YoY dan margin membaik ke 10,1% seiring kenaikan harga live bird 2,1% QoQ.
Segmen Animal Feed tetap resilient dengan pertumbuhan laba 59% YoY, sementara segmen pengolahan unggas dan consumer food turut berkontribusi positif dengan laba naik 49% YoY.
Analis Ciptadana Sekuritas menilai kombinasi ASP broiler dan DOC yang solid, dikombinasikan dengan permintaan musiman Lebaran, menjadi katalis utama kinerja JPFA di kuartal ini. Normalisasi diperkirakan terjadi di Kuartal II 2026 seiring meredanya efek musiman, namun kondisi industri secara keseluruhan dinilai masih relatif sehat.
Risiko utama meliputi kenaikan harga bahan baku dan pelemahan daya beli konsumen. Rekomendasi Buy JPFA dipertahankan dengan target harga Rp3.000 per saham.
JPFA membukukan kinerja Kuartal I 2026 yang luar biasa dengan laba bersih melonjak 167% YoY, didorong kekuatan segmen DOC dan broiler di tengah momentum Lebaran. Ekspansi margin terjadi di semua lini bisnis. Analis Ciptadana mempertahankan rekomendasi Buy dengan target harga Rp3.000 per saham.
1. Berapa laba bersih JPFA di Kuartal I 2026?
Rp1,82 triliun, naik 167% YoY dan 14% QoQ, setara ~45% dari estimasi laba penuh 2026.
2. Apa pendorong utama kinerja JPFA di Kuartal I 2026?
Segmen DOC dengan laba 288% YoY dan margin 29,2%, serta broiler dengan laba 238% YoY, didukung efek musiman Lebaran dan ASP yang lebih kuat.
3. Berapa target harga saham JPFA dari Ciptadana?
Rp3.000 per saham dengan rekomendasi Buy.
4. Apakah kinerja JPFA akan berlanjut di Kuartal II 2026?
Normalisasi diperkirakan terjadi seiring meredanya efek musiman Lebaran, namun kondisi industri secara keseluruhan masih dinilai relatif sehat.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.