
Bareksa - Presiden Prabowo pada 13 Mei 2026 menginstruksikan agar suku bunga pinjaman PNM Mekaar dipangkas ke bawah 9%, turun drastis dari kisaran 20–25% saat ini, guna mempersempit kesenjangan bunga antara debitur ultra mikro dan non-UMKM.
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (19/5), Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam rapat kerja dengan DPR pada 18 Mei mengonfirmasi Kementerian UMKM bersama Danantara tengah merumuskan skema penurunan bunga dengan tetap menjaga kelayakan keuangan lembaga penyalur.
PNM (Permodalan Nasional Madani) adalah anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), sehingga kebijakan pemotongan bunga PNM Mekaar berdampak langsung pada neraca induk usahanya, BBRI. PNM Mekaar bergerak di segmen pembiayaan ultra mikro.
Analis Ciptadana Sekuritas menilai pemangkasan bunga sebesar itu tidak layak secara komersial tanpa perubahan skema atau struktur yang signifikan. Resolusi paling mungkin adalah pengambilalihan PNM oleh pemerintah, yang justru secara efektif meringankan tekanan dari neraca BBRI. Rekomendasi Buy BBRI dipertahankan dengan target harga Rp4.800 per saham.
Dampak kebijakan terhadap PNM Mekaar:
Indikator | Kondisi Saat Ini | Jika Bunga <9% |
|---|---|---|
ROA Mekaar | ~+2% | -16% hingga -20% |
Beban opex | ~17% dari aset | Tidak berubah |
Credit cost | ~6% | Tidak berubah |
Imbal hasil pinjaman | ~31% | Turun drastis |
Sumber: riset Ciptadana Sekuritas
Arahan pemotongan bunga PNM Mekaar ke bawah 9% dinilai analis Ciptadana tidak layak secara komersial. Skenario pengambilalihan PNM oleh pemerintah justru berpotensi meringankan neraca BBRI. Rekomendasi Buy BBRI dipertahankan dengan target harga Rp4.800 per saham.
1. Berapa target bunga PNM Mekaar yang diarahkan pemerintah?
Di bawah 9%, turun dari kisaran 20–25% saat ini.
2. Mengapa analis menilai kebijakan ini tidak layak secara komersial?
Karena ROA Mekaar berpotensi anjlok dari +2% menjadi -16% hingga -20% akibat beban opex tinggi (~17% aset) dan credit cost ~6%.
3. Apa resolusi yang paling mungkin menurut analis Ciptadana?
Pengambilalihan PNM oleh pemerintah, yang akan meringankan tekanan dari neraca BBRI.
4. Apa rekomendasi analis untuk saham BBRI?
Rekomendasi Buy dengan target harga Rp4.800 per saham dari Ciptadana Sekuritas.
5. Apakah kebijakan ini berdampak negatif bagi BBRI?
Dalam jangka pendek berpotensi menimbulkan ketidakpastian, namun skenario pengambilalihan PNM oleh pemerintah justru dipandang positif bagi neraca BBRI.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.