
Bareksa - Investor asing mencatat pergerakan signifikan di pasar saham Indonesia menjelang pengumuman indeks MSCI pada 12 Mei 2026. Meski IHSG pada perdagangan Selasa (12/5) turun 0,68% ke level 6.858,90 dan investor asing membukukan net sell Rp931,89 miliar, sejumlah saham big caps, tambang, dan telekomunikasi masih ramai dikoleksi investor global.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), aksi beli dan jual asing terlihat cukup selektif di tengah volatilitas pasar. Pergerakan dana asing ini menjadi perhatian pelaku pasar karena kerap mencerminkan sentimen investor global terhadap pasar modal domestik dan prospek saham-saham unggulan.
Aksi beli asing menjelang pengumuman MSCI dinilai mencerminkan strategi akumulasi pada saham berfundamental kuat yang valuasinya mulai menarik. Saham perbankan besar, telekomunikasi, dan emiten terkait hilirisasi mineral menjadi sektor yang paling banyak dicermati pasar di tengah ekspektasi stabilisasi sentimen global dan domestik.
Dalam sepekan perdagangan 4–8 Mei 2026, investor asing bahkan mencatat net buy Rp12,26 triliun setelah sebelumnya membukukan net sell Rp7,06 triliun. Namun secara year to date, pasar saham Indonesia masih mencatat net sell asing sekitar Rp38 triliun sehingga pergerakan dana asing jangka pendek masih cenderung fluktuatif.
Pada perdagangan 12 Mei 2026, saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menjadi saham dengan net foreign buy terbesar mencapai Rp95,13 miliar. Selain ADRO, saham PT Timah Tbk (TINS), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga masuk daftar saham yang paling banyak dibeli asing. Kenaikan harga BRPT bahkan mencapai hampir 15% dalam sehari.
Di sisi lain, investor asing masih melakukan aksi jual pada sejumlah saham unggulan. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatat net foreign sell terbesar senilai Rp217,76 miliar, diikuti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Saham perbankan besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga masih mengalami tekanan jual asing.
Pelaku pasar menilai pengumuman MSCI tetap menjadi perhatian utama investor global terhadap pasar Indonesia. Perubahan status evaluasi, likuiditas, dan transparansi pasar modal berpotensi memengaruhi arah aliran dana asing dalam jangka pendek. Karena itu, saham-saham berkapitalisasi besar dan likuiditas tinggi diperkirakan masih menjadi fokus investor.
Daftar 10 Saham Net Buy Asing 12 Mei 2026
Saham | Net Buy Asing | Harga Terakhir (Rp) | Perubahan |
|---|---|---|---|
ADRO | Rp95,13 miliar | 2.600 | 6,12% |
TINS | Rp48,27 miliar | 3.640 | 2,25% |
TLKM | Rp43,54 miliar | 2.950 | -0,34% |
INKP | Rp41,85 miliar | 8.925 | -0,83% |
BRPT | Rp34,55 miliar | 2.280 | 14,86% |
ISAT | Rp33,54 miliar | 2.350 | 7,80% |
BUVA | Rp26,67 miliar | 1.075 | 6,97% |
BBNI | Rp21,04 miliar | 3.910 | 2,36% |
BNBR | Rp20,92 miliar | 156 | -5,45% |
MAPI | Rp15,24 miliar | 1.495 | -0,66% |
Sumber: BEI, diolah
Daftar 10 Saham Net Sell Asing 12 Mei 2026
Saham | Net Sell Asing | Harga Terakhir (Rp) | Perubahan |
|---|---|---|---|
ANTM | Rp217,76 miliar | 3.570 | -3,51% |
BMRI | Rp181,74 miliar | 4.240 | -0,24% |
CUAN | Rp174,11 miliar | 945 | -8,25% |
DSSA | Rp140,11 miliar | 1.165 | 2,64% |
BBRI | Rp57,21 miliar | 3.220 | 0,63% |
BUMI | Rp50,53 miliar | 212 | 0,00% |
MINA | Rp43,94 miliar | 346 | -6,99% |
ASII | Rp42,78 miliar | 5.850 | -3,31% |
ICBP | Rp23,12 miliar | 6.950 | -2,11% |
BBCA | Rp20,49 miliar | 6.125 | -0,41% |
Sumber: BEI, diolah
Pergerakan dana asing menjelang pengumuman MSCI 12 Mei 2026 menunjukkan rotasi pada saham-saham berkapitalisasi besar, telekomunikasi, dan tambang. Investor tampak mulai kembali mengakumulasi sejumlah saham yang dinilai memiliki valuasi menarik di tengah volatilitas pasar.
Meski demikian, aksi jual masih terlihat pada beberapa saham perbankan dan komoditas utama. Investor dapat mencermati arah arus dana asing karena berpotensi memengaruhi sentimen dan pergerakan IHSG dalam jangka pendek.
1. Apa itu net buy asing?
Net buy asing adalah kondisi ketika nilai pembelian saham investor asing lebih besar dibanding penjualannya.
2. Kenapa pengumuman MSCI penting bagi pasar saham?
MSCI menjadi acuan banyak investor global sehingga evaluasinya dapat memengaruhi aliran dana asing ke pasar Indonesia.
3. Saham apa yang paling banyak dibeli asing pada 12 Mei 2026?
ADRO menjadi saham dengan net buy asing terbesar senilai Rp95,13 miliar.
4. Saham apa yang paling banyak dijual asing?
ANTM mencatat net sell asing terbesar sebesar Rp217,76 miliar.
5. Apa dampak arus dana asing ke IHSG?
Arus dana asing berpotensi memengaruhi likuiditas, sentimen pasar, dan pergerakan indeks saham domestik.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Adam Nugroho/AM)
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.