
Bareksa - PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mencatat laba bersih Rp762 miliar pada kuartal I 2026, naik 34,5% secara tahunan. Kinerja ini menjadi perhatian pasar setelah Pacific Universal Investments Pte. Ltd. (PUI) resmi mengakuisisi 51% saham MAPI senilai Rp11,81 triliun.
Berdasarkan keterbukaan informasi 8 Mei 2026, akuisisi dilakukan di harga Rp1.395 per saham dan akan dilanjutkan mandatory tender offer (MTO) Rp1.550 per saham sesuai POJK No. 9/POJK.04/2018. Harga MTO sekitar 11,1% di atas harga akuisisi dan sekitar 6,5% di atas harga penutupan saham MAPI Rp1.455 pada 8 Mei 2026. Pasar mencermati aksi korporasi ini karena melibatkan CVC Capital Partners sebagai mitra strategis PUI.
Sebelum akuisisi terjadi, MAPI telah lebih dulu membangun ekspansi regional di tujuh negara Asia yakni Vietnam, Singapura, Malaysia, Filipina, Kamboja, Thailand, dan India. Perseroan mengoperasikan lebih dari 4.000 gerai di lebih dari 80 kota serta mengelola lebih dari 150 merek global.
Ekspansi regional ini dinilai menjadi salah satu faktor yang menarik minat investor global masuk ke MAPI. MAPI merupakan emiten ritel gaya hidup, olahraga, F&B, dan teknologi.
Indikator Q1 2026 | Nilai | YoY |
|---|---|---|
Pendapatan Bersih | Rp12,29 triliun | 32% |
Laba Usaha | Rp1,05 triliun | 35% |
Laba Bersih | Rp762 miliar | 34,5% |
Total Aset | Rp34,22 triliun | — |
Total Ekuitas | Rp18 triliun | — |
Sumber: MAPI, diolah
MAPI mencatat pendapatan bersih Rp12,3 triliun pada kuartal I 2026, naik 32%. Laba usaha tumbuh 35% menjadi Rp1,1 triliun, EBITDA mencapai Rp1,9 triliun, dan laba bersih naik 34,5% menjadi Rp762 miliar, didukung peningkatan aktivitas belanja menjelang Lebaran Maret 2026 menurut manajemen. Per akhir Maret 2026, MAPI mengoperasikan lebih dari 4.000 gerai di lebih dari 80 kota di Indonesia.
Jejak Regional MAPI
Negara | Etitas / Merek Utama | Mulai Beroperasi | Total Aset (Mar 2026) |
|---|---|---|---|
Vietnam | Zara (MAPV), Massimo Dutti (MDFV), Pull & Bear (PBPV), Stradivarius (SDMV), Digibox (MMAV), Marks & Spencer (USV) | 2016–2023 | ~Rp1,07 triliun |
Kamboja | Zara (MAPC), Digibox (MMAC), Crocs (MAC) | 2022–2023 | ~Rp162 miliar |
Singapura | Lacoste (UFS), Foot Locker (FTLS), Converse (MAS), HOKA (MASS) | 2019–2024 | ~Rp1,91 triliun |
Malaysia | Lacoste & Guess (UFM), Converse (MAM), Reebok (MASM), Aldo (NFM), Foot Locker (FTLM) | 2019–2023 | ~Rp1,15 triliun |
Filipina | Apple (MPI), Universal Fashion Philippines | 2023 | ~Rp417 miliar |
India | Map Active India (MAIN) | 2025 | ~Rp75 juta (baru) |
Thailand | Map Active Thailand (MAPA-T) | 2001 | Skala kecil |
Catatan: Angka aset dalam Rupiah berdasarkan laporan keuangan konsolidasian 31 Maret 2026.
Sumber: MAPI
Nilai akuisisi mencapai Rp11,81 triliun
PUI mengambil alih 51% saham MAPI
Harga akuisisi Rp1.395 per saham
Harga mandatory tender offer Rp1.550 per saham
MAPI telah ekspansi ke 7 negara Asia
CVC Capital Partners menjadi mitra strategis transaksi
Masuknya Pacific Universal dan CVC terjadi saat MAPI mencatat pertumbuhan kinerja dan ekspansi regional yang kuat. Kombinasi jaringan ritel regional dan dukungan investor global menjadi faktor yang dicermati pasar.
Bagi investor, perkembangan strategi ekspansi dan implementasi mandatory tender offer berpotensi menjadi perhatian dalam membaca arah bisnis MAPI ke depan.
1. Berapa laba bersih MAPI di Q1 2026?
Rp762 miliar, naik 34,5% secara tahunan.
2. Siapa pengendali baru MAPI?
Pacific Universal Investments Pte. Ltd. dari Singapura.
3. Berapa nilai akuisisi MAPI?
Sekitar Rp11,81 triliun untuk 51% saham.
4. Berapa harga mandatory tender offer MAPI?
Rp1.550 per saham.
5. MAPI sudah ekspansi ke negara mana saja?
Vietnam, Singapura, Malaysia, Filipina, Kamboja, Thailand, dan India.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.