
Bareksa - PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mencatat penurunan kinerja pada kuartal I 2026 dengan pendapatan dan laba bersih melemah. Informasi ini penting karena mencerminkan tekanan jangka pendek sekaligus arah prospek ke depan.
Berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas, analis tetap mempertahankan rekomendasi Buy AADI dengan target harga Rp13.400 per saham. Penurunan kinerja dinilai belum mengubah fundamental jangka panjang. Pelemahan volume dipandang sebagai gangguan sementara.
Pendapatan AADI turun menjadi US$1,04 miliar (-10% YoY) dan laba bersih (PATMI) menjadi US$143 juta (-27% YoY). Penurunan ini dipicu volume produksi dan penjualan yang lebih rendah akibat ketidakpastian kuota RKAB. AADI merupakan emiten sektor pertambangan batu bara terafialasi konglomerat Garibaldi "Boy" Thohir.
Produksi tercatat 15,2 juta ton (-5% YoY) dan penjualan 15,1 juta ton (-9% YoY). Rata-rata harga jual (ASP) relatif stabil di US$65,6 per ton. Namun, overburden removal naik 24% YoY menjadi 63,6 mbcm dengan strip ratio 4,2x.
Kenaikan aktivitas pre-stripping mencerminkan kesiapan AADI untuk meningkatkan produksi ke depan. Hal ini menjadi sinyal bahwa pelemahan volume saat ini bukan bersifat struktural. Kinerja berpotensi membaik setelah kejelasan kuota produksi.
Harga batu bara Newcastle yang menguat ke sekitar US$133 per ton juga belum sepenuhnya tercermin di Q1 2026. Margin kotor turun ke 24,7% akibat biaya yang meningkat, namun berpotensi pulih.
AADI berpotensi mencatat keuntungan satu kali dari divestasi Kestrel Coal Mine sebesar US$195–470 juta. Transaksi ini ditargetkan selesai pada September 2026 dan dapat menjadi pendorong laba.
Capaian Q1 2026 baru sekitar 19–22% dari estimasi tahunan analis. Hal ini mencerminkan ruang pemulihan yang masih terbuka. Namun, kepastian RKAB dan dinamika harga batu bara tetap menjadi perhatian utama.
Tabel Ringkasan Kinerja AADI Q1 2026
Indikator | Q1 2026 | Perubahan |
|---|---|---|
Pendapatan | US$1,04 miliar | -10% YoY |
Laba Bersih (PATMI) | US$143 juta | -27% YoY |
Margin Kotor | 24,7% | Turun |
Produksi | 15,2 juta ton | -5% YoY |
Penjualan | 15,1 juta ton | -9% YoY |
ASP | US$65,6/ton | Stabil |
Overburden Removal | 63,6 mbcm | +24% YoY |
Strip Ratio | 4,2x | Naik |
Sumber: riset Ciptadana Sekuritas
Tabel Katalis & Risiko
Katalis | Dampak |
|---|---|
Normalisasi volume produksi | Pendapatan berpotensi naik |
Harga batu bara menguat | Margin berpotensi membaik |
Divestasi Kestrel | Tambahan laba satu kali |
Sumber: riset Ciptadana Sekuritas
Risiko | Dampak |
|---|---|
Ketidakpastian RKAB | Tekan produksi |
Harga batu bara volatil | Pengaruhi ASP |
Biaya operasional tinggi | Tekan margin |
Sumber: riset Ciptadana Sekuritas
Kinerja AADI pada Q1 2026 mencerminkan tekanan jangka pendek akibat penurunan volume. Namun, analis menilai kondisi ini bersifat sementara dan belum mengubah prospek jangka panjang. Dengan potensi normalisasi produksi dan dukungan harga batu bara, kinerja AADI berpotensi membaik. Target harga yang dipertahankan mencerminkan keyakinan terhadap pemulihan ke depan.
1. Apakah rekomendasi analis berubah?
Tidak, analis tetap mempertahankan rekomendasi buy dengan target harga Rp13.400.
2. Mengapa laba AADI turun?
Karena volume produksi dan penjualan menurun akibat ketidakpastian RKAB.
3. Apakah ini sinyal negatif jangka panjang?
Belum, karena dinilai hanya gangguan sementara.
4. Apa katalis utama ke depan?
Normalisasi produksi, harga batu bara, dan divestasi Kestrel.
5. Apa yang perlu dicermati investor?
Perkembangan kuota produksi dan realisasi kinerja semester II 2026.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.