Laba Bersih OCBC Naik 5% Jadi Rp1,36 Triliun di Kuartal I 2026, CASA Melonjak & Modal Menguat

Abdul Malik • 30 Apr 2026

an image
Ilustrasi Bank OCBC NISP atau NISP. (Shutterstock)

OCBC mencatat laba bersih Rp1,36 triliun pada Kuartal I 2026. CASA naik ke 61,9%, aset Rp312,9 triliun, CAR 25%.

Bareksa - PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) membukukan laba bersih Rp1,36 triliun pada kuartal I 2026, naik 5% secara tahunan dari Rp1,29 triliun. Kinerja ini penting karena mencerminkan profitabilitas bank tetap terjaga di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. 

Berdasarkan siaran pers 29 April 2026, pendapatan operasional OCBC tumbuh 6% YoY menjadi Rp3,44 triliun, ditopang pendapatan bunga bersih Rp2,93 triliun atau naik 7%. Total aset meningkat 7% menjadi Rp312,88 triliun, sementara ekuitas naik 12% menjadi Rp44,6 triliun. OCBC merupakan emiten sektor perbankan.

Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur OCBC, menyampaikan momentum pertumbuhan masih terjaga pada awal 2026, baik dari sisi intermediasi maupun penghimpunan dana. Menurutnya, modal kuat dan likuiditas memadai memberi ruang bagi perseroan untuk tumbuh secara prudent di tengah ketidakpastian ekonomi.

Kredit, Dana Murah dan Transaksi Digital

Penyaluran kredit bruto mencapai Rp171,01 triliun atau tumbuh 1% YoY. Dana pihak ketiga (DPK) naik 4% menjadi Rp226,4 triliun, didorong lonjakan giro dan tabungan (CASA) 29% menjadi Rp140,17 triliun sehingga rasio CASA naik ke 61,9% dari 49,8%.

Kualitas aset tetap terjaga dengan NPL gross 2,1% dan Loan at Risk (LaR) membaik ke 5,3% dari 5,4%. Rasio pencadangan NPL gross berada di level 221,8%, mencerminkan buffer risiko yang masih kuat.

Dari sisi permodalan, CAR meningkat menjadi 25,0% dari 22,6%. Likuiditas juga solid meski LCR turun ke 236,7%, sementara transaksi e-channel tumbuh 15%, pengguna aktif OCBC Mobile naik 8%, dan OCBC Business Mobile melonjak 20%.

Ringkasan Kinerja OCBC Kuartal I 2026

Indikator
Q1 2026
YoY

Laba Bersih

Rp1,36 triliun

5%

Pendapatan Operasional

Rp3,44 triliun

6%

Pendapatan Bunga Bersih

Rp2,93 triliun

7%

Total Aset

Rp312,88 triliun

7%

Kredit Bruto

Rp171,01 triliun

1%

DPK

Rp226,40 triliun

4%

CASA

Rp140,17 triliun

29%

CASA Ratio

61,9%

dari 49,8%

NPL Gross

2,1%

naik dari 1,7%

CAR

25,0%

dari 22,6%

Sumber: OCBC

Apa yang Perlu Dicermati Investor?

  • Laba tetap tumbuh di tengah tekanan industri perbankan.

  • CASA melonjak signifikan berpotensi menekan biaya dana.

  • Pertumbuhan kredit moderat menunjukkan ekspansi selektif.

  • CAR tinggi memberi ruang pertumbuhan lanjutan.

  • Digitalisasi dapat menopang fee based income dan efisiensi.

Kesimpulan

Kinerja OCBC pada kuartal I 2026 menunjukkan pertumbuhan laba yang sehat dengan fondasi pendanaan semakin kuat. Lonjakan CASA menjadi sinyal positif bagi struktur biaya dana perseroan. Investor dapat mencermati kombinasi profitabilitas, kualitas aset, serta modal kuat sebagai indikator daya tahan OCBC menghadapi dinamika ekonomi ke depan.

FAQ

1. Berapa laba bersih OCBC pada Kuartal I 2026?
Rp1,36 triliun, naik 5% YoY.

2. Berapa total aset OCBC?
Rp312,88 triliun per 31 Maret 2026.

3. Apakah kredit OCBC tumbuh tinggi?
Kredit bruto tumbuh 1% YoY menjadi Rp171,01 triliun.

4. Mengapa CASA penting?
CASA tinggi umumnya menekan biaya dana dan mendukung margin bunga bank.

5. Berapa rasio modal OCBC?
CAR tercatat 25,0%, mencerminkan permodalan kuat.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.